Aminosteril N-Hepa – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Aminosteril N-Hepa adalah obat berupa cairan yang disuntikkan melalui infus. Obat ini berfungsi untuk menjaga fungsi hati dengan baik melalui kandungan asam amino di dalam obat ini. Karakteristik asam amino sendiri mampu menyesuaikan gangguan hati dan beberapa jenis-jenis kelainan metabolik bagi tubuh. Obat ini bebas elektrolit dan karbohidrat. Obat ini efektif dalam menjaga keseimbangan nitrogen dan menormalisasi kadar asam amino dalam protein plasma pada keadaan patologis penyakit tertentu.

Obat ini memiliki kandungan arginin yang tinggi dan konsentrasi metionin yang rendah. Kandungan arginin yang tinggi ini dapat meningkatkan produksi urea dan menjaga fungsi hati dalam mengatur kadar amonia melalui proses pembersihan secara sistemik. Kandungan asam amino ini terdiri dari asam amino rantai cabang (AARC) dengan tingkat konsentrasi yang tinggi dan asam amino gugus aromatik dengan tingkat konsentrasi yang rendah dan penggunaan asam amino berbeda-beda kandungannya di tiap negara.

Penggunaan obat ini dengan infus dengan menyuntikkan pada bagian vena perifer. Penggunaan cairan ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu melalui dokter spesialis untuk mendapat prosedur yang sesuai. Pasien pengguna obat ini harus menghindari alkohol, makanan cepat saji, makanan seafood, dan beberapa pantangan penyakit liver  yang harus dilakukan pasien. Masa kadaluarsa obat ini adalah 3 tahun setelah produksi. Obat ini termasuk golongan obat keras sehingga membutuhkan resep dari ahli kesehatan atau dokter spesialis.

Komposisi

Aminosteril N-Hepa terdiri dari beberapa macam komposisi sebagai berikut :

  1. Asam amino
  2. Asam asetat
  3. Asetilsistein
  4. Alanin
  5. Arginin
  6. Asam aminoasetat
  7. Isoleusin
  8. L-histidin
  9. L-lisin monoasetat
  10. L-metionin
  11. L-treonin
  12. L-triptofan
  13. Leusin
  14. Fenilalanin
  15. Prolin
  16. Serin

Indikasi

Aminosteril N-Hepa digunakan pada penderita gangguan hati khusunya  ensefalopati hepatik atau koma hepatikum yang membutuhkan asupan nutrisi parenteral atau melalui infus untuk penderita dengan kondisi tertentu. Kondisi ini dapat mengubah kepribadian, keadaan mental, dan hilangnya fungsi otak karena hati tidak dapat mengeluarkan racun dalam darah.

Fungsi hati yang mampu mengubah amonia menjadi tidak berbahaya namun karena mengalami kerusakan sehingga kadar amonia lebih banyak dan masuk ke dalam darah menuju ke otak maka proses kerja otak tidak berjalan dengan lancar. Pasien sebelumnya akan mengalami sirosis atau  gangguan fungsi hati dalam tingkat yang awal, namun tidak menular dan tidak mewariskan ke keturunan dan jika tidak terobati dengan benar dapat memicu koma dan kematian.

Dosis dan Cara Penggunaan

Aminosteril N-Hepa diberikan dengan dosis sesuai anjuran dokter spesialis sebagai berikut :

  • Dosis maksimum 1,5 g/kg BB/hari atau 18,75 ml/kg BB/hari.
  • Dosis yang dianjurkan : 1-1,25 ml/kg BB/jam atau 0,08-0,1 g/kg BB/jam.
  • Dosis sesuai dengan berat badan pasien .
  • Penggunaan obat ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ahli dalam menangani pengobatan termasuk dokter dan suster di rumah sakit.

Kontraindikasi

  1. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan gagal ginjal dan hati.
  2. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami tingkat keasaman darah yang rendah atau asidemia.
  3. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan metabolisme pada senyawa asam amino.
  4. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan gejala gagal jantung.
  5. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami peningkatan cairan dalam tubuh atau hiperhidrasi.
  6. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami penurunan kadar kalium dalam tubuh atau hipokalemia.
  7. Bukan digunakan untuk pasien yang mengalami penurunan kadar natrium dalam tubuh atau hiponatremia.

Efek Samping

Efek samping yang disebabkan oleh Aminosteril N-Hepa adalah sebagai berikut :

  1. Pasien akan mengalami muntah dan mual.
  2. Pasien akan mengalami peningkatan produksi asam lambung dan stress ulcer yang terjadi pada saluran pencernaan.
  3. Pasien akan mengalami reaksi alergi atau hipersensitif yang ditunjukkan dengan kemerahan pada kulit sehingga ditemukan reaksi tersebut maka harus segera diberhentikan pemakaian obat.
  4. Pasien akan mengalami asidosis atau reaksi keasaman darah yang terjadi karena pemberian dosis dalam jumlah besar dan dalam waktu yang cepat.
  5. Pasien akan mengalami urtikaria.
  6. Pasien akan mengalami pruritus (perlu diperhatikan pencegahan pruritus).

Semua penggunaan obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Bila pasien mengalami efek samping tersebut, segera lakukan penghentian obat dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Interaksi dengan Obat Lain

  1. Penggunaan secara bersamaan dengan obat acetaminophene, amytriptyline, aspirin, dan atropine  dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik.
  2. Penggunaan secara bersamaan dengan obat antikoagulan, antidiabetes, antihipertensi, antiplatelet dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  3. Penggunaan secara bersamaan dengan obat baclofen dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  4. Penggunaan secara bersamaan dengan obat carbamazepine, clonazepame, dan clozapine dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  5. Penggunaan secara bersamaan dengan obat diuretik dan donepezil dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  6. Penggunaan secara bersamaan dengan obat ethanol dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  7. Penggunaan secara bersamaan dengan obat fluoksetin dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  8. Penggunaan secara bersamaan dengan obat galantamine, glimepiride, gliburid, dan glisin dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  9. Penggunaan secara bersamaan dengan obat insulin dan isocarboxazid dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  10. Penggunaan secara bersamaan dengan obat kanamisin dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  11. Penggunaan secara bersamaan dengan obat levodopa dan lorazepam dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  12. Penggunaan secara bersamaan dengan obat paroksetin, pentylenetetrazol, fenelzin, fenitoin, dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  13. Penggunaan secara bersamaan dengan obat retinol dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  14. Penggunaan secara bersamaan dengan obat rivastigmine dan scopolamine dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  15. Penggunaan secara bersamaan dengan obat solegiline, serine, dan sildenafil dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  16. Penggunaan secara bersamaan dengan obat tacrine dan tranilsipromin dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  17. Penggunaan secara bersamaan dengan obat vortioksetin dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  18. Penggunaan secara bersamaan dengan obat warfarin dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik
  19. Penggunaan secara bersamaan dengan obat fenitoin, fotofrin, pilokarpin, pioglitazon dan propoxyphene dapat menurunkan konsentrasi asam amino yang menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik

Perhatian Sebelum Menggunakan Aminosteril N-Hepa

Hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik bagi pasien jika ingin menggunakan obat Aminosteril N-Hepa adalah sebagai berikut :

  1. Tanyakan kepada dokter atau ahli kesehatan terlebih dahulu mengenai obat Aminosteril N-Hepa, apa obat ini membuat anda alergi atau tidak.
  2. Tanyakan kepada dokter jika anda menderita lupus atau penyakit fisik yang serius, kerusakan ginjal, gangguan metabolisme asam amino, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroid (kenalilah penyebab hipertiroid).
  3. Aminosteril N-Hepa dapat menyebabkan reaksi anafilaktoid. 
  4. Aminosteril N-Hepa dengan tingkat tinggi asupan lisin dapat mengganggu metabolisme protein.
  5. Aminosteril N-Hepa terdapat alanin sehingga dibutuhkan pengecekan dan pengontrolan kadar gula darah pasien.
  6. Aminosteril N-Hepa yang diberikan melalui intravena dapat menekan ginjal dalam proses reabsorpsi tubular.
  7. Aminosteril N-Hepa dapat memicu alkalosis metabolik dan alkalosis pernapasan.
  8. Aminosteril N-Hepa dapat memberikan sensasi menyengat sesaat pada penggunaan pertama.
  9. Pada pasien dengan tekanan darah rendah sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter.
  10. Pada pasien wanita yang sedang hamil diperlukan konsultasi dokter terlebih dahulu.
  11. Pada pasien wanita yang sedang menyusui diperlukan konsultasi dokter terlebih dahulu.
  12. Pada pasien dengan berat badan kurang dari 40 kg membutuhkan penyesuaian volume infus yang diberikan.
  13. Pada pasien sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol selama penggunaan obat.
  14. Pada pasien penderita asma sebaiknya memberikan riwayat asma kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut.
fbWhatsappTwitterLinkedIn