Akrofen – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

392

Akrofen merupakan anti inflamasi non steroid atau biasa disebut NSAID. Biasanya obat Akrofen diresepkan untuk keluhan demam, rasa nyeri dan peradangan pada tubuh. Akrofen berasal dari pyrazolone dan merupakan NSAID digunakan hanya dalam kondisi akut karena toksisitas. Mengandung anti-inflamasi, antipiretik, uricosuric, dan bersifat analgesik. Penggunaan Akrofen biasanya untuk penderita yang mengalami penghambatan pada Prostaglandin,  penghambatan migrasi leukosit dan stabilisasi enzim lisosom.

Pendistribusian obat kebanyakan pada jaringan tubuh dan ruang sinovial dengan diikat oleh protein sebanyak 98%. Onset yang digunakan berkisar 30-60 menit. Durasi penggunaan Akrofen biasanya ditentukan kurang lebih 3-5 hari. Akrofen diekskresikan melalui urin sebagai metabolit (99%). Pemakaian akrofen dengan per oral yang nantinya akan diserap dari saluran pencernaan.

Kandungan Zat Aktif pada Akrofen

Suatu obat pastinya memiliki kegunaan tertentu dan kegunaan umum. Obat dapat digunakan untuk mencegah penyakit, mengobati penyakit selama jangka waktu tertentu atau menyembuhkan suatu penyakit. Obat dapat juga digunakan untuk mengobati gejala tertentu dari suatu penyakit. Penggunaan suatu obat tergantung pada bagaimana kondisi penyakit seorang pasien. Terkadang pasien lebih memilih bentuk sediaan injeksi atau terkadang lebih memilih  dalam bentuk tablet.

Suatu obat dapat digunakan tunggal jika gejala mengganggu atau dapat dikombinasikan dengan obat lain jika kondisi pasien mengancam jiwa. Dalam selang beberapa waktu beberapa obat dapat dihentikan dan dapat dilanjut setela beberapa hari. Di sisi lain beberapa obat harus dilanjutkan untuk waktu lama agar mendapatkan manfaat dari obat tersebut.

Farmakologi merupakan bagian penting dari obat-obatan dimana obat berbagai obat digunakan untuk memajukan kesejahteraan seseorang. Beberapa obat dapat menyembuhkan infeksi atau penyakit, mencegah munculnya gejala atau penyakit dan sebagai obat jangka panjang. Obat diperoleh dari tanaman yang disintesis secara organik

Penggunaan suatu obat dapat digunakan tunggal maupun dikombinasikan dengan obat lain tergantung dari perusahaan farmasi yang memproduksi. Waktu paruh dari tiap obat juga berberda, ketetapan dosis tergantung pada waktu paruh obat. Satu obat dapat memiliki fungsi sebagai anti-inflamasi, anti-piretik dan analgesik.

Bahan aktif dalam akrofen adalah Fenilbutazon yang teridentik salah satu merk obat anti inflamasi non-steroid. Fenilbutazon fungsi sebagai analgesik dan umumnya digunakan untuk mengobati inflamasi dan nyeri dari macam-macam atritis seperti rheumatoid athritis dan ankylosing spondylitis. Dapat juga digunakan untuk nyeri saat haid atau nyeri karena cedera.

Kandungan dalam Akrofen efektif dalam mengobati Ankylosing Spondylitis, Rheumatoid Athritis dan sindrom Reiter (indikasi masih diteliti). Meskipun Akrofen efektif dalam Gout Athritis, penggunaannya  masih dipertimbangkan dilihat dari kemungkinan risiko yang terjadi (dilansir dari AMA Obat Evaluasi Tahunan 1994, p1822)

Fungsi Akrofen

Farmakologi Akrofen meliputi farmakokinetik yang didefinisikan sebagai apa yang tidak diambil oleh tubuh dari sebuah obat. Hasil terapi sebuah obat tergantung pada bagaimana farmakinetik sebuah obat bekerja. Hal ini berkaitan dengan waktu yang dibutuhkan untuk obat diserap, dimetabolisme dan bagaimana proses dan reaksi kimia sebuah obat yang terlibat dalam metabolisme dan ekskresi obat. Faktor-faktor tersebut sangat menentukan kemanjuran sebuah obat.

Berdasarkan prinsip-prinsip farmakokinetik dan bahan-bahan , perusahaan farmasi akan memutuskan dosis dan rute pemberian obat. Konsentrasi sebuah obat di lokasi tempat obat beraksi akan sebanding dengan hasil terapi di dalam tubuh tergantung bagaimana reaksi farmakokinetik yang muncul.

Dosis Penggunaan Akrofen

Pemberian dosis sebuah obat sangat penting untuk diketahui oleh pengguna. Beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan dosis yaitu lamanya waktu penyerapan obat yang tergantung pada rute dan waktu pemberian obat. Sebuah dapat diresepkan diminum sebelum atau sesudah makan atau bersamaan dengan makanan. Penentuan waktu untuk meminum obat dilakukan untuk meningkatkan keefektifan penyerapan dan kemanjuran obat.

Beberapa obat diminum saat perut dalam keadaaan kosong dan beberapa obat diminum 1 atau 2  jam setelah jam. Bentuk sediaan obat dapat dalam bentuk tablet, kapsul yang diminum melalui oral. Penggunaan obat dalam bentuk injeksi diperuntukkan untuk kasus-kasus tertentu. Bentuk lain dari pemberian obat adalah obat supositoria atau rute anal melalui dubur. Ada juga obat yang dikonsumsi melalui inhalasi atau dihirup seperti obat untuk asma.

Dosis obat dan takaran obat adalah dua istilah yang berbeda. Dosis didefinisikan sebagai kuantitas atau jumlah obat yang diberikan oleh dokter atau diambil oleh pasien pada periode tertentu. Takaran adalah rejimen yang diresepkan oleh  dokter tentang berapa hari dan berapa kali per hari obat ini harus diambil dalam dosis tertentu pasien. Dosis yang dinyatakan dalam mg untuk tablet, terkadang dengan mikrogram, ml untuk sirup atau tetes untuk anak-anak.

Penentuan dosis sebuah obat tidaklah tetap dapat menyesuaikan kondisi dari pengguna atau dari perkembangan penyakit yang dideritanya. Dapat juga dipengaruhi oleh perubahan usia pasien.

Untuk penggunaan melalui injeksi atau intravena dapat diberikan 1 – 2 gr per 1000 lbs berat badan (5-10 ml/1000 lbs) setiap harinya. Jika anda melakukan injeksi maka harus diberikan secara perlahan-lahan dan hati-hati. Batasi pemberian melalui intravena, untuk maksimal hanya dapat dilakukan 5 hari berturut-turut, dengan diikuti konsumsi sediaan obat Akrofen oral

Pedoman untuk Keberhasilan Terapi

  1. Gunakan dosis yang relatif tinggi untuk 48 jam, kemudian dikurangi secara bertahap ke dosis pemeliharaan. Mempertahankan dosis terendah mampu menghasilkan respon klinis yang diinginkan
  2. Respon terhadap terapi signifikan biasanya akan terlihar setelah 5 hari, kembali mengevaluasi kembali diagnosis penyakit dan lakukan pendekatan terapi
  3. Pada percobaan yang telah dilakukan pada hewan, Akrofen sebagian besar akan dimetabolisme dalam 8 jam. Sehingga disarankan untuk mengonsumsi sepertiga dari dosis harian dengan pemberian pada interval 8 jam. Dalam beberapa kasus , pengobatan dilakukan hanya jika gejala-gejala muncul dan tidak diperlukan konsumsi obat secara kontinu. Jika terapi jangka panjang memang direncanakan, maka pemberian obat oral lebih disarankan
  4. Banyak kondisi kronis yang akan merespon terapi dengan obat Akrofen, namun jika obat dihentikan secara mendadak akan mengakibatkan kekambuhan gejala.

Efek Samping Akrofen

Terkadang munculnya efek samping tidak dapat dihindari dalam konsumsi suatu obat. Efek samping dapat saja muncul atau bahkan tidak ada dalam penggunaan obat. Tidak semua pasien mengalami efek samping dari suatu obat karena mekanisme dari tiap-tiap pasien berbeda untuk setiap obat.

Adapun efek samping yang dapat muncul dalam penggunaan obat Akrofen adalah sebagai berikut:

  • Pada sistem pencernaan (gastrointestinal) anda mungkin akan mengalami mual, muntah, gangguan pencernaan
  • Pada sistem saraf pusat, sakit kepala, pusing dan mengantuk kemungkinan akan muncul
  • Pada sistem metabolik, berat badan mendadak naik, adanya pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, sulit untuk bernafas
  • Menggigil, demam, sakit tenggorokan, mata dan kulit menguning, adanya perdarahan tidak biasa atau memar, sulit buang air kecil, ruam kulit, luka pada mulut, kelelahan otot berlebihan

Interaksi Obat Akrofen

Saat mengonsumsi obat tubuh anda akan mengalami bermacam-macam proses, dari obat masuk ke tubuh sampai obat dikeluarkan lagi dari tubuh. Perjalanan obat tersebut meliputi absorpsi, penyaluran, metabolisme (biotranformasi) dan eliminasi. Selama proses tersebut, jika berbagai macam obat dikonsumsi secara barengan akan dapat menimbulkan sebuah interaksi. Selain obat, zat makanan juga dapat menimbulkan interaksi pada suatu obat.

Kebanyakan obat dapat berinteraksi dengan alkohol dan tembakau, maka dianjurkan untuk hati-hati saat meminum Akrofen. Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Akrofen adalah :

  • Cyclosporine
  • Lithium
  • Warfarin

Kontraindikasi Akrofen

Kontraindikasi adalah keadaan khusus atau penyakit atau kondisi dimana anda tidak seharusnya meminum obat atau melakukan perawatan tertentu karena dikhawatirkan dapat membahayakan pasien dan dapat pula mengancam jiwa.

Ketika prosedur penggunaan obat tidak dikombinasikan dengan prosedur lain, atau ketika obat tidak dikonsumsi dengan obat lain maka hal itu disebut kontraindikasi relatif. Kontraindikasi harus dianggap serius karena mereka didasarkan pada pengalaman klinis relatif dari penyedia layanan kesehatan atau dari bukti hasil suatu penelitian.

Beberapa kontraindikasi untuk penggunaan Akrofen adalah sebagai berikut :

  1. Riwayat hipersensitivitas terhadap Akrofen maupun bahan aktif di dalamnya
  2. Perlu mendapat pengawasan lebih pada pasien dengan berbagai jenis-jenis penyakit jantung, gangguan paru, hati dan ginjal
  3. Kehamilan
  4. Riwayat tukak lambung atau adanya riwayat perdarahan pada saluran cerna
  5. Inflammatory Bowel Disease