Amadiab – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

642

Amadiab adalah obat yang diperuntukkan bagi penderita kencing manis atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan diabetes melitus. Obat ini diberikan kepada pasien yang mengalami kegemukan dan mengidap penyakit diabetes melitus. Zat aktif yang terkandung dalam obat ini adalah Glimepiride. Kemasan obat biasanya dalam bentuk tablet. Obat ini mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan mengembalikan insulin yang berguna bagi tubuh.

Penggunaan obat ini melalui mulut dan pasien harus melakukan pantangan diabetes. Obat amadiab memiliki aneka macam komposisi bagi penderita dengan tingkat yang ringan hingga yang berat. Untuk pasien dengan tingkat yang ringan bisa sembuh dengan cepat jika penggunaan obat rutin dan melakukan pantangan yang sesuai dengan anjuran dokter sesuai komposisi yang tepat.

Indikasi 

Pada pasien dengan penyakit diabetes melitus yang memiliki riwayat kegemukan dengan berat badan yang berlebih atau obesitas atau tipe 2 yang bergantung pada proses metabolisme terhadap reaksi insulin yang tidak seimbang bagi tubuh. Pasien akan diberikan tips olahraga yang sesuai oleh dokter untuk mendapat cara diet yang benar dan yang salah untuk tubuh.  Asupan obat amadiab juga diperlukan untuk menyeimbangkan kadar gula darah dalam memproses pengeluaran insulin yang baik dan mengontrol glukosa dalam asupan makanan yang tepat bagi pasien.

Dosis dan Cara Penggunaan

Amadiab diberikan dengan dosis sesuai anjuran dokter sebagai berikut :

Dosis untuk pasien dewasa dengan diabetes melitus tipe 2

  • Dosis awal 1 mg untuk 1 kali sehari sesudah makan.
  • Dosis bertahap dengan maksimal 8 mg sehari sesudah makan untuk jangka waktu 1-2 minggu jika penderita dengan tingkat yang berat.
  • Dosis bertahap dengan maksimal 4 mg sehari sesudah makan untuk penderita dengan tingkat yang ringan.

Dosis untuk pasien lanjut usia dengan diabetes melitus tipe 2

  • Dosis hanya diperkenankan 1 mg sehari sesudah makan dengan pemakaian rutin  dan terkontrol baik dengan mengetahui makanan penyebab diabetes untuk tingkat yang ringan.
  • Dosis diberikan maksimal 5-6 mg sehari sesudah makan dengan tingkat yang berat.

Kontraindikasi

  1. Bukan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas terhadap jenis obat Glimepiride atau senyawa yang mengandung sulfonilurea dan sulfonamid.
  2. Bukan digunakan untuk pasien dengan diabetes melitus tipe 1 yang urin dengan ketoasidosis, prekoma, dan koma.
  3. Bukan digunakan untuk pasien penderita gangguan ginjal dan gangguan hati (kenalilah ciri-ciri gangguan hati).
  4. Bukan digunakan untuk pasien wanita yang sedang hamil atau berencana hamil.
  5. Bukan digunakan untuk pasien wanita yang sedang laktasi atau menyusui.
  6. Penggunaan dengan jangka waktu yang lama dan resiko overdosis dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah.

Efek Samping

Efek samping yang disebabkan oleh amadiab sebagai berikut :

  1. Kekurangan pada obat amadiab adalah pada saluran pencernaan pasien akan mengalami muntah, mual, diare, sembelit, dan nyeri ulu hati (sebaiknya baca juga penyebab nyeri ulu hati).
  2. Resiko penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia pada penggunaan obat dengan kadar yang tinggi dan jangka waktu penggunaan yang lama.
  3. Akan terjadi gejala lain seperti sakit kepala, demam, berat badan bertambah, ruam pada kulit.
  4. Reaksi alergi obat dapat berupa trombopenia, anemia, leukopenia, hemolitik, gatal, urtikaria, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, dan gangguan fungsi hati.
  5. Akan terjadi luka karena kecelakaan.
  6. Gejala sesak nafas.
  7. Kadar eritrosit menurun drastis.
  8. Kelainan yang berdampak pada kadar trombosit dalam tubuh.

Tidak semua pasien mengalami efek samping seperti di atas, namun jika mengalami hal tersebut atau khawatir dengan efek samping tersebut. Segeralah konsultasikan ke dokter.

Interaksi dengan Obat Lain

Di bawah ini adalah interaksi dengan obat lain jika obat amadiab digunakan secara bersamaan :

  1. Penggunaan secara bersamaan dengan obat antasida dapat meningkatkan laju adsorpsi obat antidiabetik yang menyebabkan efek penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia.
  2. Penggunaan secara bersamaan dengan obat-obat golongan alupurinol, hormon testosteron, dan steroid anabolik dapat meningkatkan hipoglikemia.
  3. Penggunaan secara bersamaan dengan obat-obat golongan fibrat, fluoksetin, ifosfamid, tetrasiklin, tritokualin, trofosfamid, kuinolon, salisilat, azaprofazon meningkatkan hipoglikemia.
  4. Penggunaan secara bersamaan dengan obat penghambat MAO dapat meningkatkan hipoglikemia.
  5. Penggunaan secara bersamaan dengan obat-obat golongan derivat kumarin dapat meningkatkan hipoglikemia.
  6. Penggunaan secara bersamaan dengan obat-obat golongan koramfenikol menghambat fungsi hati dalam proses metabolisme sulfonilurea yang dapat meningkatkan hipoglikemia.
  7. Penggunaan secara bersamaan dengan obat-obat penghambat ACE yang diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu golongan sulfidril, dikarboksilat, dan fosfonat dapat mengurangi efek obat amadiab dan meningkatkan pelepasan hormon insulin pada pengobatan penyakit diabetes melitus tipe 2 berpotensi pada hipoglikemia.
  8. Penggunaan secara bersamaan dengan obat-obat pentoksifilin, fenfluramin, feniramidol, disopiramid, dan siklofosfamid dapat meningkatkan hipoglikemia.
  9. Penggunaan secara bersamaan dengan obat flunazole dapat meningkatkan efek antidiabetik yang berpotensi pada hipoglikemia.
  10. Penggunaan obat nicardipine dapat menurunkan kestabilan kadar gula darah.
  11. Penggunaan obat-obat antidiabetik dan insulin lainnya dapat meningkatkan sekresi insulin dari pankreas berpotensi pada hipoglikemia yang parah.
  12. Penggunaan obat aspirin dapat menurunkan kadar gula darah.
  13. Penggunaan secara bersamaan dengan obat sulfonamid dapat menurunkan metabolisme sulfonamid dan peningkatan kadar sulfonamid yang berpotensi pada hipoglikemia.
  14. Penggunaan obat glibenklamid dapat menaikkan kadar gula darah dari sifat antioksidannya.
  15. Penggunaan obat metformin berpotensi pada kenaikan kadar gula darah (kenalilah ciri-ciri gula darah tinggi).
  16. Penggunaan glukagon, estrogen, progesteron, hormon tiroid, diuretik, asetazolamida, kortikosteroid, epinefrin, dan diaksosid dapat menurunkan efek hipoglikemia.

Perhatian Sebelum Menggunakan Amadiab

Hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik bagi pasien dengan penyakit diabetes melitus jika ingin menggunakan obat amadiab adalah sebagai berikut :

  1. Tanyakan kepada dokter atau ahli kesehatan terlebih dahulu mengenai obat amadiab, apa jenis obat glimepiride membuat anda alergi atau tidak. Obat ini bisa saja memicu reaksi alergi terhadap tubuh dari luar maupun dalam.
  2. Tanyakan kepada dokter sebelum menggunakan obat ini, beritahu riwayat kesehatan anda terutama pada penderita dengan gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan kelenjar tiroid, gangguan hormon (biasanya berupa sindrom), ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Dengan begitu obat alternatif akan lebih berguna pada proses penyembuhan anda.
  3. Amadiab dapat menyebabkan efek seperti penglihatan yang kabur, pusing, rasa mengantuk karena pengaruh kadar gula darah dalam tubuh sehingga disarankan untuk tidak mengemudi kendaraan, menggunakan mesin dan perabotan beraliran listrik, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi ekstra dan berbahaya.
  4. Amadiab dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah jika digunakan bersama minuman alkohol (harap untuk diketahui, pengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia).
  5. Amadiab dapat menyebabkan kondisi stres pada tubuh seperti demam, infeksi, dan cedera sehingga diperlukan konsultasi ke dokter untuk mendapat resep dan pengobatan yang tepat.
  6. Amadiab sangat sensitif terhadap sinar matahari, sehingga penyimpanan obat ini sebaiknya berada pada tempat yang tidak terkena langsung sinar matahari. 
  7. Amadiab menyebabkan pasien yang menggunakan obat ini akan mengalami kulit yang sensitif terhadap matahari sehingga kulit akan terlihat kemerahan, lecet, terbakar. Konsultasikan ke dokter jika anda mengalami hal tersebut.
  8. Amadiab dapat menyebabkan hemolisis terutama pada pasien yang perlu penanganan serius seperti defisiensi G6PD (Glukosa-6-Fosfat-Dehidrat).
  9. Pada pasien yang ingin melakukan operasi sebaiknya memberitahu riwayat penggunaan obat dengan resep dan tanpa resep serta obat herbal.
  10. Pada pasien yang berumur lanjut usia lebih sensitif dengan efek samping obat ini dibandingkan yang berumur dewasa.
  11. Pada pasien yang sedang hamil sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai resiko penggunaan obat dan saran yang tepat.
  12. Amadiab jika digunakan pada pasien yang sedang hamil akan beresiko pada kandungan diabetes yang meningkat sehingga dianjurkan untuk melakukan program diet dan obat-obat insulin lainnya.
  13. Amadiab dapat mempengaruhi kualitas ASI, karena proses sekresi dalam metabolisme obat dapat masuk ke ASI sehingga dibutuhkan anjuran dokter dalam saran yang tepat.