Alermax Capsule – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Alermax atau yang memiliki nama generik chlorphenamine adalah merupakan salah satu obat alergi gatal yang berbentuk tablet/kapsul, yang seringkali digunakan untuk meringankan gejala alergi seperti pada rhinitis, urtikaria, dan hay fever. Obat Alermax sendiri mengandung chlorpheniramine maleate, yaitu sebuah senyawa yang dapat menekan produksi histamin didalam tubuh, yang meningkat secara berlebihan sehingga memunculkan reaksi alergi. Obat Alermax sendiri termasuk jenis obat bebas terbatas, yang dimana penggunaannya sendiri tidak perlu menggunakan resep dokter. Sebagai informasi, obat Alermax ini dibuat dan didistribusikan oleh Ifars

Kandungan Obat Alermax

Berikut ini adalah kandungan yang terkandung dalam Obat Alermax, yaitu sebagai berikut:

  • Obat Alermax ini mengandung Chlorpheniramine maleate sebanyak 4 mg. Chlorpheniramine maleate sendiri adalah merupakan antihistamin H1, yang  bekerja secara antagonis terhadap efek antihistamin pada reseptor H1. Pada saat alergi terjadi, produksi histamin didalam tubuh akan meningkat secara berlebihan sehingga menghasilkan suatu gejala yang disebut reaksi alergi. Reaksi alergi ini sendiri dapat bermacam-macam bentuknya, seperti hidung mampet, bersin-bersin, ruam pada kulit dan juga badan gatal-gatal tanpa sebab. Chlorpheniramine maleate berfungsi dengan cara menghambat efek zat histamin tersebut sehingga bisa melemahkan atau mengurangi gejala alergi tersebut.

Fungsi Penggunaan Obat Alermax

Fungsi dan kegunaan dari obat Alermax sendiri adalah sebagai obat untuk meredakan gejala-gejala alergi, yang dimana detailnya adalah sebagai berikut:

  • Alermax digunakan untuk mengobati Rhinitis (peradangan yang terjadi di membran mukosa yang berada dalam hidung, yang dimana peradangan tersebut disebabkan oleh bakteri ataupun virus)
  • Obat Alermax ini dapat digunakan untuk meringankan tenggorokan atau kulit yang gatal
  • Alermax digunakan untuk meringankan urikaria atau biduran atau kaligata (reaksi kulit yang ditandai dengan bintik merah pada kulit disertai gatal atau putih yang terasa gatal yang disebabkan karena alergi)
  • Sering kali Alermax ini digunakan untuk pengobatan darurat akibat shock anafilaktik (reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa penderitanya)
  • Alermax digunakan untuk mengobati Hay fever (Iritasi atau peradangan yang disebabkan oleh alergi)

Pemberian Dosis Penggunaan Obat Alermax

Dosis pemberian obat Alermax sendiri tergantung dari tujuan pengguna obat Alermax ini, selain itu juga tergantung dari usia pengguna yang akan menggunakan obat Alermax ini. Berikut ini adalah dosis-dosis penggunaan Alermax yang biasanya diresepkan kepada pasien, yaitu sebagai berikut:

Dosis pemberian obat Alermax untuk alergi pada dewasa:

  • Pada orang dewasa: Berikan 4 – 6 x sehari (tergantung kondisi pengguna) setiap 4 sampai 6 jam sekali, masing-masing 1 tablet (4 mg). Batas maksimal dosis per harinya adalah 0,5 mg/kg berat badan per hari.

Dosis pemberian obat Alermax untuk alergi pada anak:

  • Pada anak berumur 1-2 tahun: Berikan 2 x sehari (pagi dan malam hari), masing-masing ¼ tablet (1 mg).
  • Pada anak berumur 2-5 tahun: Berikan 3 – 4 x sehari (tergantung kondisi anak) setiap 4 sampai 6 jam sekali, masing-masing ¼ tablet (1 mg). Batas maksimal dosis per harinya adalah 6 mg.
  • Pada anak berumur 6-11 tahun: Berikan 3 – 4 x sehari (tergantung kondisi anak) setiap 4 sampai 6 jam sekali, masing-masing ½ tablet (2 mg). Batas maksimal dosis per harinya adalah 12 mg.
  • Pada anak berumur 12 tahun keatas: Berikan 3 – 4 x sehari (tergantung kondisi anak) setiap 4 sampai 6 jam sekali, masing-masing 1 tablet (4 mg). Batas maksimal dosis per harinya adalah 24 mg.

Catatan:

  • Obat Alermax ini mengandung chlorpheniramine maleate sebanyak 4 mg.
  • Obat Alermax ini dapat dikonsumsi setelah ataupun setelah makanan

Kontraindikasi Penggunaan Obat Alermax

Berikut ini adalah kontraindikasi yang mungkin terjadi selama penggunakan obat Alermax ini, sehingga penggunaannya sendiri perlu dilakukan dengan hati-hati, yaitu sebagai berikut:

  1. Hindari penggunaan obat Alermax pada pengguna yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap chlorphenamine.
  2. Awasi penggunaan obat Alermax untuk penderita Asma
  3. Monitor selalu penggunaan obat Alermax pada pasien Bronkitis asmatis
  4. Hindari penggunaan obat Alermax pada penderita empisema (penyakit paru-paru kronis)
  5. Hati-hati penggunaan obat Alermax pada penderita epilepsi (kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang)
  6. Monitor selalu penggunaan obat Alermax pada penderita glaukoma (gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada saraf optik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata sehingga dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap)
  7. Awasi penggunaan obat Alermax untuk pengguna yang memiliki kesulitan buang air kecil akibat pembesaran kelenjar prostat 
  8. Hati-hati penggunaan obat Alermax pada pasien diabetes kering
  9. Hati-hati penggunaan obat Alermax pada penderita penyumbatan usus
  10. Monitor selalu penggunaan obat Alermax pada pasien berpenyakit jantung
  11. Awasi penggunaan obat Alermax pada pasien tekanan darah tinggi
  12. Hati-hati penggunaan obat Alermax pada pasien dengan riwayat kelenjar tiroid yang terlalu aktif

Perhatian Dalam Penggunaan Obat Alermax

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien dalam penggunaan obat Alermax, yaitu sebagai berikut:

  1. Pengguna dilarang mengendarai kendaraan bermotor apabila sedang mengkonsumsi obat Alermax, karena dapat menyebabkan ngantuk.
  2. Hindari penggunaan obat Alermax ini bersamaan dengan alkohol, karena akan meningkatkan efek sedasi
  3. Jangan menggunakan obat Alermax bersamaan dengan obat barbiturat (obat penenang yang mengurangi aktivitas di otak).
  4. Jangan mengonsumsi obat Alermax ini melebihi dari dosis yang disarankan, karena hal tersebut dapat mengakibatkan keracunan (overdosis) ataupun efek samping yang serius.
  5. Jangan menggunakan obat Alermax bersamaan dengan obat Phenytoin (obat yang digunakan untuk mencegah penyebab penyakit ayan), sedatives (obat tidur yang dalam dosis lebih rendah), dan tricyclic antidepressants, karena dapat saling berinteraksi sehingga menyebabkan efek samping yang berbahaya
  6. Bagi wanita hamil dan menyusui, penggunaan obat Alermax ini hanya boleh apabila ada anjuran dari dokter. Walaupun obat Alermax ini masuk ke dalam obat dengan risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko menurut menurut US Food and Drugs Administration (FDA))
  7. Hindari penggunaan obat Alermax ini bersamaan dengan obat analgesik opioid (obat untuk mengurangi nyeri sedang sampai berat),
  8. Jangan menggunakan obat Alermax bersamaan dengan obat antipsikotik (obat untuk mengatasi kelainan jiwa atau obat untuk terapi sakit jiwa).
  9. Obat Alermax ini tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak di bawah usia 1 tahun

Efek Samping Penggunaan Obat Alermax

  1. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat Alermax ini, yaitu sebagai berikut
  2. Saat mengkonsumsi obat Alermax, pengguna dapat mengalami sakit perut
  3. Pengguna dapat mengalami pandangan kabur pada saat menggunakan obat Alermax
  4. Setelah mengkonsumsi obat Alermax, pengguna dapat mengalami mulut kering
  5. Sebagian pengguna dapat mengalami konsentrasi berkurang setelah mengkonsumsi obat Alermax
  6. Pengguna mengalami sulit buang air kecil setelah menggunakan obat Alermax
  7. Setelah menggunakan obat Alermax, sebagian pengguna dapat mengalami sembelit
  8. Beberapa pengguna dapat mengalami muntah setelah mengkonsumsi obat Alermax
  9. Saat menggunakan obat Alermax, pengguna dapat mengalami Kelemahan otot
  10. Dilaporkan bahwa sebagian pengguna obat Alermax, dapat mengalami nyeri perut
  11. Sebagian pengguna dilaporkan dapat mengalami sakit kepala setelah mengkonsumsi obat Alermax
  12. Sebagian pengguna melaporkan telah mengalami tenggorokan kering setelah mengkonsumsi obat Alermax
  13. Pada saat ataupun setelah mengkonsumsi obat Alermax, pengguna dapat mengalami gangguan saluran pencernaan
  14. Beberapa pengguna obat Alermax ini dapat mengalami perasaan gugup
  15. Selera makan dapat hilang setelah pengguna mengkonsumsi obat Alermax
  16. Sebagian pengguna dapat mengalami rasa kepala sering pusing setelah mengkonsumsi obat Alermax
  17. Pengguna obat Alermax melaporkan mengalami rasa mengantuk setelah mengkonsumsi obat Alermax

Sebagai catatan bahwa tidak semua pengguna Alermax dapat mengalami efek samping seperti yang disebutkan diatas, bahkan ada juga pengguna yang tidak mengalami efek samping apapun terhadap penggunaan obat Alermax ini. Namun apabila pengguna mulai mengalami efek samping yang serius, segera stop mengkonsumsi Alermax dan segera konsultasikan kepada tenaga medis.

Cara Penyimpanan Obat Alermax

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan dalam melakukan penyimpan obat Alermax, yaitu sebagai berikut: 

  1. Letakkan obat Alermax ini di dalam ruangan yang kering
  2. Jangan menyimpan obat Alermax di kulkas.
  3. Simpan obat Alermax di dalam wadah yang tertutup rapat
  4. Hindari penyimpanan obat Alermax di tempat yang lembab
  5. Hindari obat Alermax ini dari kondisi terkena cahaya matahari langsung
  6. Jauhkan obat Alermax ini dari tempat yang panas
  7. Simpan obat Alermax ini di ruangan yang bersuhu 25° – 30° C.
  8. Jauhkan obat Alermax ini dari jangkauan anak-anak.
  9. Jangan pernah membekukan obat Alermax di mesin pendingin
  10. Jangan pernah menyimpan obat Alermax di kamar mandi.
  11. Jangan menyimpan obat Alermax yang telah terbuka bungkusnya.
fbWhatsappTwitterLinkedIn