Actosmet – Obat Apa – Fungsi Obat – Dosis Dan Efek Samping – Kontraindikasi

443

Actosmet adalah obat yang di gunakan untuk mengobati penyakit diabetes basah (diabetes mellitus), atau sering disebut kencing manis. Actosmet  di buat dari kombinasi dua zat aktif yaitu pioglitazone dan metformin. Dimana pioglitazone merupakan golongan thiazolidinedione sedangkan metformin masuk ke dalam golongan biguanid. Pioglitazone dan metformin merupakan obat anti diabetes mellitus tipe dua. Komposisi pioglitazone dan metformin dalam actosmet adalah 15 mg  piogitazone dan metformin 500 mg.

Diabetes mellitus bisa di sebabkan oleh beberapa hal, berikut ini beberapa penyebab diabetes mellitus :

Mengenai Zat Aktif Yang Ada Dalam Obat Actosmet

  1. Pioglitazone

Pioglitazone merupakan obat anti dabetes mellitus tipe dua yang biasa disebut penyakit gula basah. Pioglitazone masuk ke dalam golongan thiazolidinedione atau biasa di singkat TZD. Cara kerja pioglitazone adalah dengan meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh penderita diabetes terhadap insulin. Sehingga membuat gula yang di ubah menjadi energy lebih banyak.

Pioglitazone masuk ke dalam jenis agonis yang kuat dan sangat selektif untuk reseptor aktif peroksisom proliferator γ (PPAR- γ). Aktifasi reseptor yang terjadi akibat dari reaksi pioglitazone ini meningkatkan produksi gen yang terlibat dalam metabolisme lipid dan glukosa. Pioglitazone juga mampu meningkatkan respon insulin terhadap sel target tanpa meningkatkan sekresi insulin di pancreas.

  1. Metformin

Metformin merupakan obat anti diabetes yang dinobatkan ke dalam bagian obat esensial anti diabetes, yang hanya ada dua di seluruh dunia. Selain itu metformin merupakan obat anti diabetes tipe dua golongan biguanid. Metformin adalah obat yang khusus yang di buat bagi penderita penyakit diabetes karena berat badan atau obesitas. Cara kerja metformin adalah dengan menekan produksi glukosa oleh hati, sehingga kadar gula dalam darah yang di hasilkan sedikit.

Selain untuk menekan produksi gula oleh hati, metformin juga memiliki manfaat lainnya. Seperti meningkatkan insulin, mengurangi penyerapan glukosa pada saluran pencernaan, mengurangi penekanan insulin akibat oksidaksi asam lemak, meningkatkan penyerapan glukosa perifer dan meningkatkan sensitifitas insulin.

Dosis Minum Obat Actosmet

Actosmet merupakan obat yang harus dikonsumsi dengan resep dokter. Untuk dosis awal satu tablet 1-2 kali sehari. Dosis wajar yang biasa di berikan pada penderita diabetes mellitus adalah satu tablet. Sebaiknya konsumsi obat actoset ini setelah makan, atau sesuai petunjuk dokter. Karena obat ini tidak di jual bebas di apotek untuk itu konsultasikan dengan dokter, agar tetap berkhasiat baik bagi tubuh anda.

Efek Samping

Setiap obat memiliki efek saping yang berbeda-beda. Untuk Actosmet sendiri efek samping yang ditimbulkan antara lain :

  • Mual, muntah, kram perut, perut kembung, diare, dan lebih sering kentut
  • Meningkatkan berat badan akibat dari reaksi dari peningkatan jaringan adipose subkutan
  • Obat ini memicu gagal jantung kongesif bagi orang-orang yang berpotensi
  • FDA pengawas obat dan makanan Amerika Serikat mengatakan konsumsi pioglitazone lebih dari satu tahun akan meningkatkan resiko kanker kandung kemih
  • Menurunkan kadar hemoglobin dan hematokrit
  • Actosmet dapat meningkatkan resiko kerapuhan pada tulang yang akan meningkatkan resiko patah tulang
  • Actosmet menurunkan Trigliserida serum 
  • Actosmet dapat menyebabkan LFT abnormal
  • Actosmet meningkatkan kolesterol HDL
  • Actosmet dapat meningkatkan penyakit ISPA bagian atas seperti sinusitis, sakit kepala, dan myalgia serta menyebabkan masalah pada gigi
  • Bagi penderita gagal ginjal, gangguan hati, gangguan jantung kongesif, atau bagi orang yang mengkonsumsi akohol berpotensi tinggi terjadi asidosis laktat
  • Actosmet memicu gangguan pengihatan dan anemia
  • Obat actosmet dapat memicu penyakit gagal hati dan penyakit hepatitis

Kontraindikasi Actosmet

Kontraindikasi dari obat actosmet ini tidak boleh diberikan pada penderita diabetes tipe dua yang memiliki alergi terhadap pioglitazone. Beum ada keterangan aman di konsumsi bagi ibu hamil dan menyusui juga bagi anak usia dibawah 18 tahun. Actosmet memiliki kontraindikasi terhadap pernderita gagal jantung. Penderita diabetes yang urine nya mengandung keton tidak boleh mengkonsumsi actosmet.

Actosmet tidak bisa diberikan kepada penderita diabetes yang memiliki alergi terhadap metformin. Jangan mengkonsumsi actosmet jika anda mengalami hipoksia jaringan seperti infark miokardial, gangguan pernapasan, dan gangguan hati. Hentikan penggunaan actosmet saat anda menjalani pemeriksaan radiologi yang menggunakan media iodin dan pembedahan yang harus menggunakan anastesi. Oleh karena itu penggunaan obat actosmet ini harus di konsumsi dengan petunjuk dokter.

Bagi pasien yang memiliki riwayat gagal ginjal, penyakit paru-paru, penyakit hati dan kondisi lain yang dapat meningkatkan asidosis laktat, obat actosmet ini memiliki kontraindikasi terhadap pasien penderita penyakit-penyakit ini. Actosmet juga memiliki kontraindikasi terhadap pasien penderita kanker kandung kemih, gangguan hati, dan pasien dengan haematuria makroskopis.

Interaksi Konsumsi Actosmet Bersamaan Dengan Obat Lain

Berikut ini beberapa interaksi obat actosmet jika di konsumsi dengan obat lainnya :

  • Insulin dan sufonilurea  terjadi peningkatan edema
  • Jika digunakan bersama dengan CYP2C8 enzim inhibitor seperti gemfibrozil dan ketoconazole dapat berakibat pada meningkatnya kadar plasma pioglitazone
  • Konsumsi metformin dapat menyebabkan gangguan pada penyerapan vitamin B12
  • Konsumsi metformin bersama dengan cimetidine dan cephalexin bisa meningkatkan konsentrasi metformin dalam plasma.
  • Peningkatan konsentrasi plasma juga bias terjadi jika metformin di konsumsi bersama obat-obat kationik.
  • Konsumsi pioglitazone bersama dengan CYP28c enzyme inducer seperti rifampicin dapat mengurangi kadar plasma pioglitazone.

Petunjuk Penggunaan Peringatan Konsumsi Actosmet

Obat actosmet ini bukanlah obat bebas, melainkan harus di konsumsi dengan resep dokter. Konsultasikan pada dokter yang mengangani anda. Sebutkan alergi yang anda derita, terutama alergi pada obat tipe biguain dan atau thiazoidinedione. Katakan seluruh riwayat penyakit baik yang pernah maupun yang saat ini anda derita. Untuk mengurangi resiko kontraindikasi yang berakibat fatal bagi diri anda.

Sampaikan kepada dokter yang menangani anda mengenai kehamilan anda atau saat ini anda sedang menyusui. Kurangi konsumsi alcohol saat anda mengkonsumsi obat actosmet ini. Periksakan secara rutin fungsi ginjal dan fungsi hati anda. Untuk memastikan tidak ada kontraindikasi obat actosmet bagi tubuh anda. Obat actosmet ini harus benar-benar di awasi oleh dokter terutama bagi penderita disfungsi menstruasi.

Untuk mencegah terjadinya anemia sebaiknya obat actosmet ini di konsumsi bersama dengan vitamin B12 dan folat. Periksakan juga kesehatan mata anda secara rutin. Minta dokter anda untuk memantau HbA1C, glukosa serum, parameter hematologis, fungsi ginjal, kanker kandung kemih, serta tanda dan gejala gagal jantung.

Konsumsi obat Actosmet bersamaan dengan obat lainnya, bias merusak fungsi obat itu sendiri. Atau yang lebih parah dapat meningkatkan resiko efek samping bagi pasien. Penderita yang mengkonsumsi actosmet bersamaan dengan obat anti diabetes lainnya, atau dengan kombinasi insulin dapat meningkatkan resiko terjadinya hipoglikemia. Untuk mengatasi hal ini mintalah dokter anda untuk mengurangi dosis actosmet.

Kajilah factor dan resiko kanker kandung kemih dan pastikan mengenai hematuria makroskopis dalam tubuh anda. Minta dokter yang menangani anda untuk memastikan tidak ada factor dan tanda-tanda kanker kandung kemih ataupun hematuria makroskopis dalam tubuh anda. Rutinlah melakukan olahraga ringan untuk menunjang pengendalian gula darah dalam tubuh anda.

Mengatur pola makan bagi pednderita diabetes juga sangat membantu proses pengendalian gula darah dalam tubuh. Bagi wanita hami penderita diabetes, sebaiknya menghindari obat actosmet ini. Karena mengandung metformin yang akan memberikan efek buruk pada janin dan sang ibu. Menurut peneitian para ahli wanita hamil yang mengkonsumsi obat yang mengandung metformin mengakibatkan penurunan berat badan dan bayi yang diahirkan mengalami kekurangan lemak. Selalu konsultasikan kepada dokter yang menangani anda jika terjadi efek lainnya.