Aciblock – Obat Apa – Dosis – Efek Samping Dan Kontraindikasi

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Aciblock adalah jenis obat yang di peruntukan untuk pengobatan borok di usus, perawatan bisul di perut, sindrom zolinger-ellison, penyakit gastroesophageal reflux dan kondisi lainnya. Aciblock mengandung komposisi ranitidine yaitu sejenis obat yang masuk ke dalam golongan antagois reseptor histamin H2 (Histamin h2 -receptor antagonis). Sedangkan untuk Jenis  obat aciblock 300mg biasanya untuk pengobatan beberapa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan, diantaranya seperti gejala penyakit maag, tukak lambung dan gastroesophageal reflux (GERD) yaitu suatu penyakit yang diakibatkan oleh iritasi pada lambung. penyakit ini biasanya menimpa pada orang dewasa dan lanjut usia.

Obat Apa?

Aciblock merupakan jenis obat yang yang terbagi menjadi dua jenis:

  • Aciblock 300mg

Jenis obat ini merupakan obat yang diindikasikan untuk penyembuhan jenis penyakit  gejala asam lambung, seperti mengobati sakit maag, tukak lambung dan gastroesophaegael reflux disease (penyakit yang diakibatkan oleh iritasi asam lambung/ gejala lambung luka parah  dan biasanya pasien yang mengalami sakit ini merasa sensasi terbakar pada area dada dan kerongkongan)

  • Aciblock Tablet

Jenis obat ini biasanya diberikan untuk pasien yang menderita bisul di perut, borok di usus, penyakit gastroesophaegal reflux, dan sindrom zollinger-ellison.

Zat aktif yang terkandung dalam aciblock.

Ranitidine merupakan zat aktif yang terkandung di dalam obat aciblock, obat yang diindikasikan untuk beberapa penyakit asam lambung ini  termasuk ke dalam jenis obat yang masuk ke dalam golongan antagonis reseptor histamin H2, yang cara kerjanya yaitu menghambat secara kompetitif reseptor 2 yang memiliki peran sebagai sekresi asam lambung. Pengobatan ini menyebabkan  produksi asam lambung dapat menurun dengan baik, meski adanya rangsangan oleh makanan, caffeine dan insulin. Namun berbeda dengan cimetidine karena tidak memiliki sistem enzim sitokrom P450.

Indikasi obat

  • Pengobatan untuk penyakit dispepsia untuk pasien yang usianya muda yang bisa menerima antagonis reseptor H2. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah apabila obat ini di berikan pada pasien yang berusia lanjut karena jenis obat-obatan sejenis ini termasuk ke dalam golongan antagonis resepteor H2 berefek dapat menutupi gejala kanker lambung.
  • Dapat mengurangi resiko aspirasi pneumonitis untuk pasien sebelum dilakukan pembedahan.
  • Zolinger ellison syndrom yaitu sejenis penyakit yang jarang terjadi disebabkan adanya tumor di pankreas atau diakibatkan oleh usus duabelas jari yang melepaskan hormon secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan sekresi asam lambung.
  • Bisa juga untuk menangani erosif esophagitis meskipun evektifitasnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan obat-obat penghambat pompa proton contohnya omeprazole.
  • Pengobatan sakit maag, obat sejenis aciblock ini dipilih karena evektifitasnya yang lebih baik dibandingkan dengan antasida.

Dosis

  • Dosis lazim pada orang dewasa untuk penyakit tukak lambung diberikan dosis awal sebanyak 150mg diminum 2 x dalam sehari atau sebanayak 300mg diminum 1 x daam sehari setelah makan. Parental : 50mg, intravena atau intramuskular diberikan setiap 6 sampai dengan 8 jam.
  • Dosis untuk pencegahan sakit tukak lambung diberikan dosis sebanyak 150mg oral diminum sebanyak 1 x dalam sehari sebelum tidur.
  • Dosis untuk penyakit sindrom zolinger-ellison, diberikan dosis oral sebanyak 150mg diminum sebanyak 2 x dalam sehari, dosis harus disesuaikan agar sekresi asam lambung dalam terkontrol. Parental diberikan sebanyak 1mg/kg/jam diberikan sebagai infus secara kontinyu sampai dengan dosis maksimal 2,5mg/kg/jam.
  • Dosis yang diberikan untuk penyakit Gastroesophalgeal reflux (Gerd) diberikan dosis oral sebanyak 150mg diminum 2x dalam sehari.

Yang harus diperhatikan sebelum mengkonsumsi obat:

Sebaiknya informasikan terlebih dahulu kepada dokter anda mengenai daftar obat yang sedang anda konsumsi saat ini seperti, vitamin, supleman herbal dll. Konsultasikan juga mengenai riwayat penyakit yang anda miliki dan jenis alergi yang sudah ada. Karena biasanya beberapa kondisi kesehatan akan kebal manfaatnya apabila dikonsumsi bersamaan dengan jenis obat lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi obat ini. Katakan juga kepada dokter anda mengenai kondisi anda setelah mengkonsumsi obat ini, apakah semakin membaik atau malah menjadi memburuk.

Jika setelah mengkonsumsi obat ini dirasakan mengantuk, kepala pusing, hipotensi ini terjadi sebagai efek setelah meminum obat ini maka sebaiknya anda dilarang untuk mengemudi atau mengoprasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi penuh. yang anda harus perhatikan juga karena beberapa obat tidak dapat dihentikan secara langsung, akan berakibat timbal balik terhadap kondisi pasien maka sebaiknya berkonsultasilah pada dokter. berikut beberapa hal lain juga yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi obat jenis aciblock.

  • Sebaiknya pemakaian obat segera dihentikan apabila terjadi reaksi alergi, ruam, gatal, demam, arthralgia karena akan berakibat sangat fatal.
  • Harus berhati-hati memberikan obat ini pada pasien dengan riwayat penyakit disfungsi hati karena obat ini dicerna di dalam  metabolisme di hati.
  • Ranitidine keluar bersama ASI, apabila ibu menyususi mengkonsumsi aciblock sebaiknya beri jeda waktu ketika akan mengkonsumsi obat ini saat anda akan menyususi.
  • Aciblock dapat menyebabkan sakit kepala tegang, apabila mengkonsumsi obat ini dilarang sedang dalam keadaan mengemudi atau mengoprasikan mesin.
  • Belum diketahui penggunaann pada anak-anak.

Efek Samping

Pada dasarnya setiap jenis obat pasti memiliki efek samping yang berbeda-beda. Alangkah baiknya kita mempertimbangkan manfaat dari obat tersebut harus lebih besar dari pada efek yang akan diterima nantinya.

Berikut adalah beberapa daftar efek samping yang mungkin terjadi ketika pasien meminum obat accupril dari semua bahan-bahan konstitusi ini memang bukanlah daftar yang kompherensif. efek-efek tersebut memang memungkinkan terjadi pada pasien yang mengkonsumsi jenis obat ini,  dan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi obat ini pada dokter, terutama apabila efek samping yang terjadi tak kunjung hilang.  Efek samping yang biasanya terjadi yaitu:

  • Sakit dada
  • Sesak nafas
  • Mudah memar
  • Kelelahan
  • Cepat atau lambat denyut jantung.
  • Efek samping pada ranitidine yang terjadi pada organ hati meskipun secara umum namun harus tetap diwaspadai juga. Apabila tooksisitas hati terjadi gejala seperti ruam, atau demam dan ciri-ciri hipersensitivitas lainnya
  • Hipersensitivitas atau alergi yang akibat pemakaian dari aciblock memang sangat jarang akan tetapi bila terjadi bisa mengakibatkan anafilaksis yang berakibat sangat fatal
  • Efek samping pada sistem pencernaan misalnya sakit diare, kontipasi, nyeri otot, rasa pusing tegang dan timbul ruam pada kulit.
  • Jika pasien mengalami demam, mudah memar dan beberapa gejala dari diskrasia darah, sebaiknya pemakaian obat ini harus segera dihentikan.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit toksisitas hati, sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan obat ini.
  • terdapat reaksi seperti hipersensitivitas namun sangat jarang ditemukan, apabila terjadi dapat menyebabkan hal yang serius sperti syok anafikasis yang sangat fatal.
  • Ginokemastia dan menjadi penyebab impoten pada pria namun jarang sekali terjadi.
  • Untuk ibu menyususi yang sedang mengkonsumsi jenis obat ini, sebaiknya memberi jeda waktu antara minum obat dan ketika ibu akan menyususi, meski ranitidene keluar  bersama ASI tetapi perlu diperhatikan juga penggunannya.

Kontraindikasi

Sebaiknya jangan menggunakan obat jenis aciblock apabila pasien memiliki riwayat hipersensitif pada jenis obat ranitidine atau sejenis obat yang  masuk ke dalam golongan antagonis reseptor H2, karena akan menyebabkan resiko yang tidak diinginkan. Jangan menggunakan obat aciblok pada pasien dengan riwayat porfiria akut. Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat ini untuk meminimalisir resiko yang ada. Semoga bermanfaat ya!

fbWhatsappTwitterLinkedIn