H2 Blocker : Fungsi – Cara Kerja – Jenis – Efek Samping

797

Lambung manusia secara alami akan memproduksi enzim yang nantinya dapat memecah makanan menjadi komponen-komponen kecil untuk dapat diangkut dalam darah. Salah satu enzim yang dihasilkan adalah asam lambung. Asam lambung, seperti namanya bersifat asam. Sesuatu yang asam dapat dengan mudah mencerna atau memecah makanan menjadi bentuk baru yang mudah diserap tubuh.

Dan secara alami pula lambung dapat mengatur berapa banyak asam lambung yang harus dihasilkan untuk porsi makanan yang masuk di dalamnya. Tetapi, dalam beberapa keadaan, yang biasanya hasil dari waktu makan yang tidak teratur, pengkonsumsi berat rokok dan minuman beralkohol dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam proses normal lambung dalam memproduksi asam lambung. Ada keadaan dimana asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak bahkan pada perut yang kosong, hal ini akan menyakiti dinding lambung, membuat dinding lambung terluka bahkan tidak jarang sampai mengeluarkan darah. Menghasilkan rasa terbakar di ulu hati, mual-mual dan muntah.

Pengertian H2 Blocker

H2-Blocker, orang Indonesia sering menyebutnya dengan Antagonis H2. Di negara lain orang menyebutkan dengan nama-nama yang berbeda seperti, axid atau anti-ranitidine. Merupakan salah satu jenis obat yang berfungsi sebagai penghambat histamine khususnya histamine H2 dari sel-sel parietal pada dinding lambung. Mungkin terdengar terlalu sulit untuk dipahami dengan banyaknya bahasa medis yang digunakan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang H2-Blocker, berikut adalah uraian masing-masing komponen penting dalam H2-Blocker.

  • Apa itu histamin? Histamine merupakan senyawa yang terbentuk dari protein nabati yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang mengandung banyak protein ketika kita memakannya. Histamine merupakan reaksi alami tubuh manusia apabila terdapat zat asing yang masuk sehingga menghasilkan suatu reaksi alergi, dapat berbentuk demam, gatal – gatal bahkan ruam merah kehitaman.
  • Apa itu histamin H2? Histamine H2 receptor adalah sejenis sel parietal yang terdapat di lambung.

Nah, dari pengertian-pengertian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa H2-Blocker merupakan obat yang berfungsi sebagai penghambat reaksi alergi yang berada di lambung entah itu berhubungan dengan naiknya asam lambung dari lambung hingga menimbulkan rasa mual-mual hingga muntah-muntah. Gejala lain adalah nyeri yang sangat menyiksa di ulu hati, lambung terasa panas dan terbakar, selanjutnya mungkin dapat menghasilkan peradangan lambung dan melukai lambung hingga mengeluarkan darah.

Kemudian, jika anda memiliki gejala seperti yang telah disebutkan, mungkin penting untuk anda mengetahui apa itu H2-blocker, fungsinya, bagaimana cara kerjanya dan penanganan serta efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan. Serta obat-obat apa saja yang merupakan produk H2 blocker, berikut dengan cara penggunaannya.

Fungsi H2 Blocker

Antagonis reseptor H2 dapat menjadi obat ampuh dari berbagai gejala berikut:

  • Peredam atau penurun asam lambung.
  • Mengurangi rasa nyeri di ulu hati
  • Maag
  • Tukak lambung
  • Peptic ulcer disease (PUD), merupakan rasa sakit yang berkembang di lapisan esophagus, lambung, atau bahkan usus halus. Menimbulkan rasa sakit seperti terbakar di ulu hati.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD/GORD)
  • Dispepsia
  • Pencegahan ulkus stres
  • Menurunkan kemungkinan tubuh memproduksi terlalu banyak asam lambung akibat dari makanan atau minuman yang kita konsumsi.
  • Melawan Helicobacter pylori. Helicobacter pylori merupakan sejenis bakteri yang menyerang bagian lambung.

Dari berbagai fungsi antagonis reseptor H2 diatas, dapat disimpulkan bahwa H2 blocker berfungsi sebagai obat yang menurunkan reaksi berlebihan lambung terhadap makanan atau minuman yang terlalu asam, terlalu pedas atau bahkan meredakan nyeri pada lambung akibat dari tidak teraturnya waktu makan.

Selain sebagai obat segala penyakit lambung, H2 blocker juga dapat digunakan sebagai obat esophagitis. Apa itu esophagitis? Esophagitis merupakan jenis penyakit yang menyakitkan dan membuat penderitanya kesulitan menelan akibat dari infeksi, radang, dan iritasi selaput esophagus. Penyakit ini merupakan kelanjutan atau disebabkan oleh penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Gastroesophageal reflux merupakan gejala penyakit pada sistem pencernaan yang bekerja di bagian bawah esophagus termasuk cincin dan otot yang berada di sekitar esophagus dan lambung. Banyak orang termasuk ibu hamil sering mengalami penyakit ini dengan menderita rasa sakit yang panas di ulu hati atau bahkan naiknya asam lambung secara tiba-tiba.

Cara Kerja H2 Blocker

H2 blocker bekerja dengan cara menekan atau menghentikan serta mengurangi asam lambung dengan menutup sumber penghasil asam lambung itu sendiri. Menghentikan rasa nyeri lambung dengan sangat cepat karena menyerang langsung sumber penghasil asam lambung di dalam perut. Memiliki efek penyembuhan yang sangat cepat bahkan tidak sampai 1 jam setelah mengkonsumsi obat yang mengandung H2 Blocker.

Meski demikian, ketika penggunaan obat dengan kandungan H2 blocker dilakukan setelah asam lambung mengisi perut, akan sulit untuk menangani rasa sakit yang ditimbulkan. Karena H2 blocker hanya menghentikan syaraf pusat penghasil asam lambungnya. Tidak dapat mencegah asam lambung yang telah diproduksi sebelum mengkonsumsi H2 blocker berkurang atau tidak melukai lambung. H2 blocker dapat menghasilkan efek yang bertahan sampai hampir setengah hari atau 12 jam. Sehingga anda dapat mengkonsumsi H2 blocker 2 kali sehari dengan tetap menggunakan acuan dari dokter anda.

Efek Samping Penggunaan H2 Blocker

Segala jenis obat, sebaik apapun itu, yang tidak alami akan menimbulkan efek samping. Efek samping dalam dunia kedokteran adalah suatu dampak atau pengaruh yang merugikan dan tidak diinginkan, yang timbul sebagai hasil dari suatu pengobatan atau intervensi lain seperti pembedahan. Efek samping hampir selalu berbentuk sebagai sesuatu yang merugikan karena menimbulkan dampak negatif dari penggunaan obat itu sendiri.

Secara keseluruhan, H2 blocker itu dapat ditoleransi oleh tubuh. Meredakan nyeri lambung dan kemudian keluar melalui urine dan dapat disaring oleh ginjal. Akan tetapi, dalam beberapa kasus terdapat gejala atau efek samping dari penggunaan H2 blocker yang lebih tidak menguntungkan jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapat dari penggunaan H2 blocker.

Berikut adalah beberapa jenis dan penjelasan tentang dampak negatif penggunaan obat H2 blocker:

  • Hipotensi: Berkebalikan dengan hipertensi, hipotensi adalah gejala tekanan darah rendah. Penggunaan H2 blocker dapat menurunkan tekanan darah yang mungkin masih bisa ditoleransi oleh tubuh. Tapi apabila penurunan tekanan darah ini berlanjut, dapat menimbulkan efek samping lain seperti rasa sesak pada dada, nafas pendek-pendek, detak jantung yang tidak teratur, batuk, leher terasa kaku bahkan alergi parah.
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pusing-pusing
  • Linglung dan bingung
  • Diare
  • Konstipasi/sembelit/kesulitan dalam buang air besar
  • Ruam-ruam
  • Ginekomastia: adalah gangguan sistem endokrin yang dapat membuat dada laki-laki menjadi lebih besar dari seharusnya. Gejala yang memperbesar bagian dada laki-laki.
  • Kehilangan gairah
  • Impoten

Jenis-jenis H2 Blocker

Terdapat beberapa jenis H2 blocker yang sering kita jumpai dalam kandungan obat lambung, seperti :

  1. Cimetidine

Cimetidine sedikit berbeda dari jenis kelas H2 blocker lainnya, karena cimetidine dapat berubah menjadi racun di dalam tubuh. Berbahaya bagi ginjal dalam dosis tertentu. Diharapkan pasien dapat mengkonsultasikan kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum mengambil obat yang mengandung cimetidine sebagai konsumsi pencegah asam lambung. Dijual dipasaran dengan nama Tagamet.

  1. Ranitidine

Berbeda dengan jenis kelas H2 blocker lainnya yang lebih mudah dikonsumsi melalui oral untuk bekerja langsung di lambung, ranitidine dapat digunakan melalui oral atau bahkan suntik pada otot atau syaraf. Dijual dipasaran dengan nama Zantac.

  1. Famotidine

Famotidine merupakan kelas H2 blocker yang paling aman karena tidak bereaksi dengan enzim lain sehingga menimbulkan zat berbahaya atau dengan obat lainnya sehingga aman-aman saja apabila dikonsumsi. Dijual dipasaran dengan nama pepcid.

  1. Nizatidine

Dijual dengan nama pasaran Tazac dan Axid.

Contoh Obat H2 Blocker dan Penggunaannya

Contoh-contoh obat H2 blocker yang dijual dipasaran adalah sebagai berikut :

  • Axid
  • Axid AR
  • Pepcid
  • Pepcid AC
  • Tagamet
  • Tagamet HB
  • Zantac
  • Zantac 150
  • Zantac 150 efferdose
  • Zantac 25
  • Anti – Ratidine
  • Apo – Cimetidine
  • Apo – Famotidine
  • Famotidine

H2 blocker tersedia dalam berbagai macam bentuk serta dosisnya masing-masing. Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk tablet, pil atau bahkan sirup untuk anak-anak. berikut adalah beberapa diantaranya :

  • Tablet
  • Bubuk untuk suspense
  • Larutan
  • Tablet yang dapat dikunyah, cocok untuk anak-anak
  • Suntik
  • Bubuk untuk diminum
  • Capsul
  • Granule, butiran yang seperti bubuk tapi lebih besar
  • Capsul dengan isi cairan
  • Sirup

Ada beberapa anjuran yang wajib diwaspadai sebelum anda menggunakan obat H2 blocker sebagai penanganan asam lambung anda, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Alergi

Jika anda memiliki alergi terhadap obat-obatan yang mengandung jenis H2 blocker, bahkan jika anda memiliki alergi terhadap hal lain yang mungkin berhubungan seperti makanan yang dikeringkan, preservatives atau pengawet tertentu bahkan alergi terhadap hewan, diharapkan anda dapat mengkonsultasikan hal ini dengan dokter anda terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi H2 blocker.

  1. Pediatrik

Obat ini telah di tes secara menyeluruh terhadap kemungkinan dampak negatif bagi anak-anak. Pada dosis yang tepat tidak menimbulkan gejala atau efek samping yang membahayakan apabila hanya dikonsumsi sekali atau dua kali tanpa mengubahnya menjadi konsumsi obat harian anak anda.

  1. Geriatric

Bagi lansia, obat ini dapat menimbulkan rasa linglung dan pusing. Tapi ini merupakan hal yang normal terjadi. Konsultasikan pada dokter anda berapa dosis yang tepat untuk diberikan pada lansia usia lanjut.

  1. Ibu Hamil dan Menyusui

H2 blocker, pada ibu hamil tidak menyebabkan  efek samping yang terlalu berbahaya. Berbeda dengan efek samping yang akan ditimbulkan pada pria yang terlalu banyak mengkonsumsi H2 blocker tanpa panduan dosis yang tepat, kemungkinan terjadinya ketidakseimbangan hormon dapat menurunkan vitalitas dan bahkan memperbesar bagian dada laki-laki. Untuk ibu menyusui, jenis-jenis H2 blocker dapat diturunkan ke bayi melalui ASI. Jadi, disarankan untuk tidak menggunakan obat ini. Atau jika memang harus menggunakan H2 blocker, usahakan untuk berhenti menyusui sementara waktu.

Demikian penjelasan mengenai H2 blocker. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya, agar mendapatkan dosis yang tepat.