5 Contoh Makanan yang Mengandung Formalin

6305

Makanan adalah salah satu piranti utama yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Asupan gizi dan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi melalui makanan yang kita konsumsi. Formalin itu sendiri merupakan suatu zat yang tidak mempunyai warna, berbau menyengat, mudah larut dalam air maupun alkohol dan sangat mudah terbakar. Zat kimia berbahaya ini biasanya digunakan untuk mengawetkan benda atau digunakan dalam proses pembuatan perkakas dan furniture yang merupakan benda mati.

Namun untuk mengawetkan beberapa jenis makanan tertentu, formalin ini dibubuhkan supaya makanan tidak cepat basi. Meskipun formalin merupakan zat kimia berbahaya bagi tubuh, oknum tidak bertanggung jawab tetap menggunakan formalin, yang bertujuan untuk meraup keuntungan. Pemerintah sendiri telah melarang keras penggunaan formalin pada makanan yang dikonsumsi karena kandungan berbahaya didalamnya.

Istilah Lain untuk Formalin

Karena peredarannya yang dibatasi dan dilarang keras penggunaannya pada makanan, banyak penjual zat kimia ini menyamarkan formalin pada beberapa nama atau istilah. Pada kasus lain, penggunaan formalin pada makanan tertentu yang menyebut zat ini dengan istilah yang tidak dikenal luas di masyarakat. Hal ini bertujuan supaya masyarakat awam tidak mengetahui kandungan formalin pada olahan makanan terkait.

Berikut nama, istilah ataupun sebutan lain dari formalin :

  • Formol
  • Morbicid
  • Methanal
  • Formic Aldehyde
  • Methyl Oxide
  • Oxymethylene
  • Methylene Aldehyde
  • Oxomethane
  • Formoform
  • Formalith
  • Karsan
  • Methylene Glycol
  • Paraforin
  • Polyoxymethylene Glycols
  • Superlysoform
  • Tetraoxymethylene
  • Trioxane

Meskipun formalin merupakan zat yang sangat berbahaya bagi tubuh bahkan mengandung racun yang dapat merusak kesehatan dari organ tubuh manusia namun peredaran zat ini masih marak dipasaran. Untuk menghindari kerugian biasanya pedagang makanan olahan mencampurkan formalin sebagai pengawet dari makanan yang dijualnya. Negara dan badan kesehatan secara gamblang melarang penggunaan formalin pada makanan dan mengancam pelaku dengan undang-undang pidana.

Namun tetap saja kita perlu mawas diri supaya dapat membedakan mana makanan yang mengandung formalin dan mana makanan yang aman untuk dikonsumsi. Formalin biasanya digunakan pada beberapa jenis makanan berikut ini :

1. Mie Basah

Mie basah merupakan jenis makanan yang tidak dapat bertahan lama, untuk itu pelaku biasanya mencampurkan formalin pada proses pembuatan mie basah, supaya mendapat periode penjualan yang lebih lama dipasaran. Berikut ciri-ciri mie basah yang mengandung formalin :

  • Pada umumnya, mie basah yang mengandung formalin akan awet dalam waktu yang cukup lama
  • Mie basah tidak akan basi atau mengalami proses pembusukan seperti yang terjadi pada jenis makanan yang tidak mengandung formalin
  • Mie basah berformalin mempunyai bau yang menyengat, bau ini merupakan bau khas dari formalin itu sendiri.
  • Mie basah berformalin akan tahan dalam 3 hari dalam suhu 25 derajat celcius dan apabila mie tersebut diletakkan pada ruang yang mempunyai suhu 10 derajat Celcius dapat tahan dalam waktu 15 hari.
  • Sekilas tampilan mie basah berformalin terlihat mengkilat seolah-olah mengandung minyak yang banyak.
  • Tekstur mie basah berformalin terasa kenyal, tidak mudah putus dan tidak lengket atau menempel antara satu bagian mie dengan bagian lainnya

Namun beberapa efek mengkonsumsi mie juga tidak cukup baik seperti pada :

 2. Tahu

Tahu merupakan lauk yang diproses dari kedelai merupakan jenis lauk yang mampu dijangkau oleh sebagian besar masyarakat. Meskipun harga dari tahu ini tidak terlalu mahal, akan tetapi oknum terkait menambahkan formalin ketika proses pembuatan tahu untuk mengawetkannya. Berikut ciri-ciri tahu yang mengandung formalin :

  • Tahu berformalin biasanya memiliki tekstur yang kenyal
  • Tahu berformalin tidak mudah hancur ketika ditekan menggunakan tangan
  • Pada suhu ruangan 25 Derajat Celcius, tahu yang mengandung formalin bisa tahan dan awet dalam tiga hari. Dan apabila diletakkan di lemari pendingin dengan suhu 10 Derajat Celcius dapat bertahan hingga 15 hari.
  • Apabila dicium maka aroma kedelainya hampir tidak ada

Padahal tahu yang sehat sebenarnya sangat bermanfaat sebagai :

 3. Bakso

Bakso merupakan olahan daging yang dihaluskan terlebih dahulu, lalu dibentuk bulat dan diberi beberapa bumbu rempah-rempah yang khas. Namun karena olahan makanan ini pada umumnya tidak bertahan lama, beberapa oknum menambahkan formalin supaya bakso dapat bertahan lama. Berikut ciri-ciri bakso yang mengandung formalin :

  • Bakso yang mengandung formalin akan mempunyai tekstur yang sangat kenyal ketika dikunyah
  • Bakso yang mengandung formalin dapat bertahan dan awet selama 5 hari jika diletakkan pada ruangan yang mempunyai suhu 20 Derajat Celcius.

Bakso sebenarnya juga cukup dilarang karena :

4. Ikan

Entah ikan laut maupun ikan air tawar, pada beberapa kasus biasanya formalin digunakan untuk mengawetkan kesegaran ikan hasil tangkapan supaya nilai jualnya tidak menurun. Ciri-ciri dari ikan yang mengandung formalin :

  • Ikan akan tampak bersih dan kenyal apabila ditekan menggunakan jari tangan
  • Bagian dalam insang berwarna merah tua padahal insang ikan segar pada umumnya berwarna merah segar
  • Dapat bertahan lama dalam suhu ruang tertentu dan tidak mudah busuk

Namun sebenarnya ikan yang sehat akan sangat baik dikonsumsi sebagai :

5. Ayam Potong

Masyarakat pada umumnya sangat gemar mengkonsumsi daging ayam potong karena selain rasanya yang enak, harganya pun lebih ekonomis jika dibandingkan daging ayam kampung. Ayam sembelihan ini juga tidak terlepas dari bayang-bayang penggunaan formalin. Berikut ciri-ciri ayam potong yang menggunakan formalin :

  • Ayam potong berformalin akan mempunyai warna putih dan terlihat sangat bersih
  • Ayam potong yang mengandung formalin ini awet dan bertahan dalam waktu yang lebih lama
  • Proses pembusukan yang terjadi pada ayam potong berformalin akan memakan waktu yang lama.

Bahaya Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Formalin

Formalin sangat tidak dianjurkan untuk masuk kedalam tubuh manusia karena menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan. Namun penggunaan formalin pada makanan tetap beredar luas dipasaran meskipun pihak berwenang tidak memperbolehkan penggunaan formalin yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam mengolah makanan tertentu.

Berikut dampak negatif atau alasan berbahayanya mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin :

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah dan diare. Pada kasus yang akut dapat menyebabkan urine bercampur dengan darah bahkan kegagalan peredaran darah yang dapat berujung pada kematian.
  • Zat beracun yang terdapat pada formalin dapat menyebabkan tumbuhnya kanker dalam tubuh karena kandungan karsinogen didalam formalin itu sendiri.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin dapat menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh akibat dari mutagen.
  • Orang yang mengkonsumsi makanan berformalin akan mengalami gangguan kesehatan pada syaraf seperti insomnia, sensitif, penyebab mudah lupa, dan kurang fokus.
  • Fomalin tidak hanya diserap oleh tubuh setelah masuk kedalam sistem pencernaan saja akan tetapi kulit juga dapat terpapar formalin.
  • Formalin bersifat iritatif ketika masuk kedalam tubuh manusia melalui sistem pencernaan.
  • Wanita yang mengkonsumsi makanan berformalin dalam jangka panjang akan mengalami gangguan menstruasi dan infertilitas.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin dalam jangka waktu dan kadar tertentu dapat menyebabkan tumbuhnya kanker mulut dan tenggorokan.
  • Penggunaan formalin pada makanan tertentu dapat menyebabkan kerusakan syaraf bagi konsumen. Hal ini karena formalin akan bersifat racun didalam tubuh manusia.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin dalam kadar terendah yakni 30 ml dapat menyebabkan kematian mendadak.

Pengawet yang Aman digunakan pada Makanan

Tidak semua bahan pengawet yang berasal dari bahan kimia tidak diperbolehkan penggunaannya pada makanan. Dalam kadar tertentu dan jenis tertentu pula, beberapa zat kimia sintesis ini diperbolehkan penggunaannya pada makanan. Bahaya formalin pada makanan dan boraks adalah dua bahan pengawet makanan yang berasal dari zat kimia berbahaya. untuk itu, penggunaannya sangatlah dilarang dan diancam dengan undang-undang kesehatan terkait. Berikut beberapa contoh pengawet sintesis aman digunakan pada makanan :

  • Benzoat
  • Propionat
  • Nitrit dan Nitrat
  • Sorbat
  • Sulfit

Zat kimia formalin sebanarnya merupakan bahan pengawet yang biasa digunakan untuk keperluan pengawetan benda mati dan pembuatan furniture. Apabila anda mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kimia berbahaya bernama formalin maka anda mempunyai resiko besar terkena gangguan kesehatan tubuh dalam jangka waktu tertentu.

Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya anda lebih jeli dalam mengkonsumsi makanan yang dipasarkan. Makanan yang mengandung formalin dalam dibedakan dan dikenali dengan berbagai cara yang telah dijelaskan diatas. Jika anda terlanjur mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin maka segeralah mengkonsumsi air putih sebanyak mungkin dan datang ke badan kesehatan terkait guna proses pemuntahan isi lambung.

Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan formalin di dalam makanan akan menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu, sangat disarankan untuk lebih jeli sebelum mengkonsumsi makanan yang kita beli dipasaran. Hal ini tentu demi kebaikan dan kesehatan tubuh kita sendiri.