Waspadai 7 Bahaya Makan Ayam Broiler untuk Kesehatan

Ayam adalah lauk favorit hampir semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Berbagai masakan dapat dibuat dengan berbahan dasar ayam. Anak-anak juga sangat suka jika makan menggunakan ayam. Bahkan mereka akan lebih memilih ayam daripada menu lainnya. Di samping itu, harga ayam juga lebih murah daripada harga daging sapi atau kambing. Hal ini juga menjadi salah satu faktor ayam menjadi favorit keluarga untuk menu makan.Ada beberapa jenis ayam yang biasa dikonsumsi untuk menu makan sehari-hari yaitu ayam kampung dan ayam potong atau ayam broiler.

Tekstur daging kedua jenis ayam ini berbeda. Ayam broiler terasa lebih empuk daripada ayam kampung. Sedangkan ayam kampung dagingnya lebih berserat. Tata cara pemeliharaan kedua ayam ini pun berbeda. Ayam kampung biasanya hanya dilepas begitu saja untuk mencari makan di alam bebas. Sedangkan ayam broiler biasanya diternak khusus di kandang khusus pula. Biasanya peternak juga akan menambahkan zat kimia dengan tujuan ayam terlihat montok berisi. Hal ini akan berdampak pada prospek penjualan nantinya.

Jika dilihat dari segi ekonomisnya, ayam broiler lebih menguntungkan. Untuk peternaknya, pemeliharaan ayam broiler lebih mudah dilakukan. Itulah mengapa ayam broiler dibanderol dengan harga yang cukup murah. Waktu panen ayam broiler juga lebih cepat jika dibandingkan ayam kampung. Banyak orang beranggapan kedua ayam ini mengandung kandungan gizi yang sama. Padahal keduanya sungguh sangat berbeda. Ayam kampung dinilai lebih bergizi karena tidak ada suntikan zat kimia dalam tubuhnya. Ayam ini dibiarkan tumbuh dan berkembang bebas di alam. Sedangkan ayam broiler sebenarnya mengandung beberapa dampak negatif bagi kesehatan para konsumen. Berikut adalah beberapa bahaya makan ayam potong atau ayam broiler jika dilakukan setiap hari:

1. Kuman Kebal Antibiotik

Pernahkah Anda membayangkan kuman dalam tubuh kebal terhadap antibiotik? Ini berarti akan susah dalam proses penyembuhan dan akan muncul beberapa bahaya resistensi antibiotik. Inilah dampak dari makan ayam broiler. Ayam broiler terbiasa diberi suntikan antibiotik. Suntikan ini pun masih bisa berpengaruh pada tubuh manusia walaupun sudah melalui tahap pemasakan. Biasanya zat ini akan bertahan di hati ayam. Konsumsi ayam broiler dalam jangka panjang akan menyebabkan manusia beserta kuman di dalam tubuhnya kebal terhadap antibiotik. Jika ini sudah terjadi, pengobatan ketika sakit akan susah dilakukan, terutama jika diberikan antibiotik saat sakit. Walaupun antibiotik bermanfaat bagi tubuh tapi ada bahaya antibiotik tanpa resep dokter. Antibiotik tidak hanya diberikan untuk orang dewasa, anak-anak dengan penyakit tertentu dapat juga diberi antibiotik dalam proses penyembuhan. Walaupun begitu tetap harus diwaspadai mengenai bahaya antibiotik untuk anak dan usia lanjut secara umum.

2. Gangguan Pencernaan

Ayam broiler sangat identik dengan bakteri dan virus. Bakteri yang paling sering ditemukan di ayam broiler adalah bakteri Salmonella dan bakteri Eschericia Coli. Bakteri Salmonella adalah bakteri yang menyebabkan penyakit tipes, sedangkan bakteri Eschericia Coli berperan aktif dalam terjadinya gangguan pencernaan dalam tubuh. Beberapa gangguan pencernaan yang timbul akibat bakteri ini antara lain diare dan infeksi usus. Untuk menghindari bahaya makan ayam broiler yang satu ini, pastikan ayam dimasak dengan matang sempurna.

3. Gangguan Kulit

Orang yang terlalu sering mengkonsumsi ayam broiler, terutama yang tidak dimasak dengan benar dan matang, akan berisiko terkena alergi dan berbagai gangguan kesehatan kulit lainnya. Gejala awal yang muncul antara lain kulit di beberapa bagian tubuh terasa gatal, muncul ruam merah, bahkan hingga muncul bintil-bintil merah yang terasa panas. Salah satu jenis alergi kulit yang dapat terjadi adalah eksim atopik. Jika gejala gangguan kulit atau ciri-ciri alergi ini muncul sebaiknya segera periksakan ke dokter. Atau ada alternatif lain melalui obat herbal alergi kulit.

4. Gangguan Pernapasan

Gangguan pada sistem pernapasan juga dapat timbul akibat konsumsi ayam broiler dalam menu keseharian. Dampak ini berasal dari bakteri atau kotoran yang masih ada pada ayam tersebut. Bakteri penyebab masalah pernapasan yang tumbuh pada ayam broiler adalah Staphylococcus aureus. Risiko ini akan lebih besar pada anak-anak karena daya tahan tubuh anak yang belum sebaik dan sekuat orang dewasa.

5. Pubertas Dini

Selain disuntik dengan berbagai zat logam berat, ayam broiler juga disuntik berbagai hormon pertumbuhan. Ini dilakukan agar ayam cepat tumbuh, lebih cepat panen, dan lebih untung pula. Dalam 3 bulan saja, peternak sudah bisa panen. Hasilnya akan menjadi 2 kali lipat daripada tidak menggunakan suntikan hormon. Lalu bagaimana dampaknya? Kandungan hormon ini ternyata dapat berdampak pula pada kesehatan konsumennya, terutama para perempuan. Bahaya makan ayam broiler berdasarkan fakta ini adalah perempuan akan mengalami pubertas dini dan mengakibatkan masa menstruasi akan lebih cepat terjadi dibandingkan masa normal anak-anak lain.


6. Pemicu Karsinogen

Karsinogen adalah zat pemicu kanker dalam tubuh manusia. Berbagai kandungan zat kimia sangat sangat aktif dalam memicu pertumbuhan zat karsinogen ini, apalagi jika penumpukan zat ini rutin setiap hari dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Zat karsinogen ini adalah pemicu segala kanker. Misalnya zat karsinogen yang berkembang berada di bagian payudara maka akan menyebabkan timbulnya penyakit kanker payudara. Jika muncul pada kelenjar getah bening maka akan timbul penyakit kanker kelenjar getah bening. Munculnya karsinogen dalam tubuh juga merupakan salah satu bahaya makanan yang diolah dengan cara dibakar, misalnya bahaya roti bakar.

7. Gangguan Kesehatan Lainnya

Mengkonsumsi ayam broiler dalam jangka waktu yang lama dan dalam intensitas sering dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang lain. Kandungan logam berat yang ditujukan untuk membuat bobot ayam lebih berat sangat berbahaya bagi tubuh. Beberapa kandungan logam yang berdampak tidak baik jika tertimbun dalam jumlah yang banyak di dalam tubuh antara lain timbal, merkuri, dan arsenik. Paparan zat-zat ini dapat mengganggu fungsi organ jantung, ginjal, hati, dan otak. Risiko ini tidak berbeda baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Itulah beberapa bahaya makan ayam broiler bagi kesehatan anak maupun dewasa. Bahaya yang dipaparkan ini bukan merupakan indikasi Anda tidak diperbolehkan makan ayam broiler. Makan ayam ini masih diperbolehkan asalkan tidak dalam intensitas yang sering. Selain itu, pilih ayam yang berkualitas bagus dan harus dimasak dengan cara yang benar. Masaklah ayam dengan benar-benar untuk mengurangi risiko yang timbul akibat berbagai bakteri dan kotoran yang ada pada ayam.

, ,
Post Date: Thursday 09th, November 2017 / 06:29 Oleh :
Kategori : Daging Berbahaya