16 Efek Samping Probiotik Wajib Diketahui dan Diwaspadai

Makanan dengan kandungan probiotik tinggi sangatlah bermanfaat bagi tubuh, khususnya untuk metabolisme, sistem pencernaan, hingga meningkatkan maupun senantiasa menjaga daya tahan tubuh berfungsi secara baik. Asupan probiotik bisa didapat dari sumber makanan yang tepat maupun dari suplemen, namun rupanya ada efek samping probiotik juga yang perlu untuk kita ketahui sekaligus waspadai.

  1. Alergi

Makanan berprobiotik biasanya adalah makanan-makanan yang pengolahannya telah melewati proses fermentasi, seperti kombucha, kimchi, kefir, serta yogurt. Kalau di Indonesia, kita mengenal sejumlah makanan fermentasi seperti tempoyak, gatot, tape dan dadih serta masih banyak lainnya. Namun rupanya, makanan-makanan berprobiotik tersebut berisiko tinggi memicu alergi.

Penjelasan di dalam Journal Frontier of Bioscience di tahun 2012 menyatakan bahwa sejumlah jenis bakteri mampu memicu meningkatnya produksi histamin, yakni seperti bakteri Streptococcus thermophilus, Lactobacillus hilgardii, Lactobacillus helveticus, dan Lactobacillus buchneri. Ketika histamin di dalam tubuh lebih tinggi, pembuluh darah otomatis bakal melebar dan akhirnya darah terdorong lebih banyak untuk masuk ke wilayah yang bersangkutan.

Setelah itu, suplai darah juga ikut meningkat sehingga suplai cairan imun pun ikut naik ke arah area bersangkutan yang akhirnya mengakibatkan timbulnya efek gatal, lalu juga memicu seseorang batuk hingga bersin. Ini karena tubuh penderita alergi tak mempunyai sistem pengendali untuk pemroduksi histamin di dalam tubuh.

  1. Intoleransi

Intoleransi makanan juga mampu menjadi salah satu efek samping yang disebabkan probiotik di mana penderita mengalami reaksi terhadap komponen makanan yang masuk ke dalam tubuh namun tubuh tak bisa menoleransinya. Ini karena beberapa makanan berprobiotik tinggi memang dibuat dari gluten, protein atau susu. Selain reaksi alergi, rupanya reaksi intoleransi tubuh bisa ikut terjadi dan dampaknya seseorang akan mengalami gatal-gatal, sesak nafas, ruam pada kulit, pembengkakan, serta masalah lainnya.

  1. Gangguan Pencernaan

Bukanlah probiotik membantu agar sistem pencernaan bisa berjalan dengan lancar? Ya, namun pada beberapa kasus probiotik yang asupannya berlebihan atau memang karena tubuh seseorang kurang begitu merespon baik akan probiotik bisa saja terjadi gangguan pada pencernaannya. Beberapa kondisi paling umum yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan di sistem pencernaan karena probiotik antara lain:

Alasan dibalik gangguan pencernaan yang terjadi ini bisa juga karena bakteri-bakteri baik yang memang menstimulasi metabolisme dapat kemudian bekerja sangat cepat sehingga berefek pada sistem pencernaan.

Ketika terjadi masalah pada pencernaan, maka itu artinya bakteri bekerja di dalam pencernaan dan membuat proses perjalanan makanan lebih lambat pada usus. Walau probiotik diketahui efektif membantu masalah pencernaan, namun menurut The Annals of Pharmacotherapy di tahun 2007, sembelit juga bisa muncul sebagai akibat dari konsumsi probiotik.

  1. Perubahan Metabolik

Metabolisme yang berubah bisa terjadi karena probiotik menjadi pengubah fungsi dari usus besar. Diare dan sembelit merupakan contoh efek yang terjadi karena perubahan metabolik ini, namun ada pula beberapa kondisi yang juga patut diwaspadai seperti:


  • Berat badan menurun
  • Malabsorpsi

Bila terjadi hal demikian, dosis atau asupan probiotik sebaiknya dibatasi atau bila memang perlu, Anda harus menghentikan konsumsi makanan berprobiotik lebih dulu.

  1. Overstimulasi

Sistem imunitas tubuh bisa menyebabkan overstimulasi di mana sistem daya tahan tubuh justru menganggap probiotik sebagai benda asing dan akhirnya tubuh pun mengeluarkan reaksi sama seperti infeksi. Berbagai masalah pun timbul pada kesehatan, seperti misalnya:

  1. Infeksi

Walau dibutuhkan oleh tubuh dan probiotik dikenal sebagai bakteri baik yang melawan bakteri jahat, efek samping dari probiotik sendiri bisa memicu pada infeksi. Kasus infeksi ini memang cukup langka, namun bila terus-menerus mengonsumsi makanan berprobiotik secara berlebihan, risiko infeksi akan jauh lebih besar. Beberapa kasus infeksi sebagai efek samping dari konsumsi probiotik berlebih antara lain adalah:


  • Infeksi pencernaan – Pada tahun 1996 dalam Journal of Clinical Microbiology menyatakan bahwa terjadinya infeksi adalah karena bakteri masuk ke dalam saluran darah, dari situlah organ di luar organ pencernaan terkena serangan infeksi. Saat probiotik juga berlebihan di dalam tubuh, ini juga menjadi suatu faktor yang memperbesar risiko infeksi pencernaan karena bakteri akan menjadi lebih agresif dan bahkan bisa bersifat merusak.
  • Infeksi HIV/AIDS. Kondisi infeksi HIV/AIDS juga dapat terjadi sebagai akibat bakteri baik yang bersifat merusak dan memiliki sikap agresif di dalam tubuh.
  1. Sakit Kepala

Makanan berprobiotik tak selalu aman bila dikonsumsi, karena nyatanya ada beberapa orang yang malah justru mengalami sakit kepala karenanya. Makanan berprobiotik memiliki kandungan amines, terutama makanan seperti kimchi, sauerkraut dan yogurt. Amines ini sendiri merupakan zat alami pada makanan fermentasi yang memiliki kandungan protein yang juga mampu menawarkan efek reaksi terhadap tubuh.

Bagi yang belum mengetahuinya, histamin pun bagian dari senyawa amines ini. Ketika probiotik masuk ke dalam tubuh, amines ini mampu memberikan pengaruh pada fungsi saraf tepi dan pusat, bahkan sirkulasi darah juga ikut terkena dampaknya sehingga akhirnya menjadi penyebab sakit kepala.

Apabila efek samping probiotik menyerang Anda dan kondisi yang dikeluhkan tak biasa, segera ke dokter. Bahkan untuk mencegah efek samping dari probiotik, konsultasikanlah lebih dulu dengan dokter apabila Anda berencana untuk mengonsumsi makanan atau suplemen probiotik supaya aman.

,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Panduan Gizi