7 Penyakit Akibat Makan Tidak Teratur Mengerikan Harus Diwaspadai !

1505

Apakah Anda adalah salah satu orang yang kerap makan tak teratur karena jadwal yang super padat dan sibuk? Perlu Anda ketahui bahwa ada begitu banyak jenis penyakit akibat makan tidak teratur yang dapat terjadi. Untuk itu, pastikan Anda konsisten dalam hal waktu makan supaya mampu menghindari berbagai kondisi kesehatan ini.

  1. Stres

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan makan tidak teratur, hati-hati karena Anda bisa saja mengalami masalah pada kesehatan mental seperti stres. Mungkin bagi Anda sudah biasa melewatkan jam makan, tapi bisa jadi sebenarnya Anda mengalami tanda-tanda keluhan secara fisik dan mental tanpa disadari.

Apakah Anda sering merasakan perut terasa nyeri? Melewatkan jam makan yang seharusnya bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami stres, apalagi kalau sampai kecemasan meningkat, perut sering kram, sering sakit kepala, dan juga diikuti dengan seringnya lupa makan (bukan lagi sengaja melewatkan jam makan, tapi Anda benar-benar lupa untuk makan).

  1. Sindrom Iritasi Usus

Pernah dengar sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome? Inilah salah satu risiko besar penyakit yang bisa terjadi sebagai efek makan tak teratur. Kebanyakan orang memang makan tidak teratur karena sibuk, namun sebagian lainnya berpikir bahwa melewatkan atau menunda waktu makan adalah solusi dalam penurunan berat badan.

Anda sebaiknya stop berpikir demikian jika memang sempat terbersit bahwa menunda atau melewatkan makan adalah diet yang efektif. Nyatanya, makan teratur justru adalah yang paling menguntungkan usus. Jika gejala sindrom iritasi usus besar seperti kram di perut, perut terasa penuh dan ini terjadi terlalu sering, lalu juga sering nyeri perut, diare atau sembelit, waspadai akan penyakit iritasi usus.

  1. Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan sebuah kondisi di mana lapisan yang ada pada dinding lambung terkikis. Gejala utama yang dirasakan biasanya adalah nyeri pada perut yang bisa menyebar hingga ke punggung, pusar dan juga leher. Ketika perut dalam kondisi belum terisi apapun, maka rasa nyerinya bakal semakin terasa.

Selama beberapa hari pun kondisi nyeri yang dikeluhkan dapat hilang kambuh terus-menerus, ditambah dengan keluhan mual, selera makan menurun, serta ulu hati yang terasa sakit menjadi-jadi. Telat makan adalah pemicunya, jadi segera perbaiki waktu makan Anda untuk lebih teratur sekaligus juga segera ke dokter untuk menangani tukak lambung secara tepat.

  1. Penyakit Gula

Bagaimana mungkin makan tidak teratur yang artinya sering melewatkan dan menunda makan malah berisiko terserang penyakit gula? Jangan salah, justru kadar gula dalam darah bisa meningkat dengan jauh lebih gampang ketika Anda sering makan tak teratur. Jam makan yang acak-acakan malah berpengaruh pada kadar glukosa naik dan meningkatkan potensi diabetes.

Mengapa bisa begitu? Resistensi insulin terjadi saat Anda makan tidak teratur dan hal ini terjadi dalam jangka panjang. Pada kondisi resistensi insulin, insulin tetap dihasilkan oleh pankreas namun proses penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh mengalami hambatan sehingga memicu glukosa menimbun di dalam darah dan menyebabkan penyakit gula alias diabetes tipe 2.

  1. Malabsorpsi Makanan

Saluran pencernaan bisa mengalami gangguan dalam proses penyerapan cairan serta nutrisi dari makanan-makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini tentu tak serta-merta terjadi begitu saja, sebab ketika usus sudah bermasalah seperti mengalami radang, trauma ataupun infeksi, mudah bagi Anda untuk kemudian mengembangkan kondisi ini.

Usus yang bermasalah dapat dipicu dari makan yang tidak teratur awalnya namun Anda biarkan saja tanpa ada niat untuk mengembalikan jam makan secara lebih teratur. Jika gejala seperti diare kronis, perut kembung, feses berbau menyengat dan berwarna terang, anemia, hingga rambut kering dan rontok, segera ke dokter untuk memastikan apakah Anda terkena malabsorpsi makanan.

  1. Maag Kronis

Ketika Anda sudah mulai mengalami gangguan pencernaan pada lambung secara berulang, inilah salah satu gejala utama maag kronis. Biasanya, perut bagian atas bakal terasa nyeri sebagai efek dari dinding lambung yang meradang namun berkembang secara perlahan dan dalam jangka waktu panjang.

Sering makan tak teratur ditambah dengan sering stres mampu memperbesar potensi terkena maag kronis. Tukak lambung merupakan salah satu bahaya komplikasinya jika maag kronis tak segera ditangani, berikut juga kanker lambung, defisiensi vitamin B12, serta anemia. Perbaikan pola makan adalah yang utama untuk ditempuh penderita sambil mengonsumsi obat dari dokter bila ada.

  1. Asam Lambung

Penyakit asam lambung juga dikenal dengan istilah GERD atau kepanjangannya Gastroesophageal Reflux Disease. Sering telat makan atau makan yang tidak teratur dalam jangka panjang mampu menyebabkan penyakit ini terjadi pada Anda. Keluhan umum yang berpotensi sebagai gejala adalah sensasi terbakar di dada serta ulu hati yang nyeri.

Dalam kondisi yang jauh lebih serius, penderitanya bahkan bisa sampai mengalami disfagia atau sulit menelan. Biasanya perubahan pola makan adalah solusi terbaik yang diberikan oleh dokter, namun jika sudah cukup serius maka obat-obatan pereda gejala harus dikonsumsi, khususnya obat jangka panjang saat asam lambung sudah pada kondisi kambuhan.

Untuk menghindari berbagai penyakit akibat makan tidak teratur yang mengerikan tersebut, perlu adanya kemauan dan kesadaran dari diri sendiri untuk berubah dalam hal pola makan. Biasakanlah dulu makan sehari 3 kali, dan Anda bisa minta tolong anggota keluarga untuk mengingatkan Anda akan jam makan tertentu supaya tidak lupa.