5 Bahaya Sering Menghirup Bensin (#5 Paling Mematikan)

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bensin merupakan kebutuhan pokok karena rata-rata masyarakat, baik di dunia maupun di Indonesia sendiri, membutuhkannya dalam kehidupan setiap harinya. Apalagi tingkat penggunaan kendaraan yang selalu meningkat setiap tahunnya sehingga kebutuhan akan bensin sebagai bahan bakarnya pun juga turut meningkat, walaupun sebenarnya persediaan minyak mentah yang menjadi bahan utama pembuatan bensin semakin menipis. Namun tahukah Anda bahwa bau bensin yang biasanya tercium dan mau tidak mau harus dihirup ketika sedang berada di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) untuk melakukan pengisian bensin kendaraan Anda memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan bensin dan aktivitas mengenai bahaya menghirup bensin :

  • Kebiasaan mencium dan tak sengaja menghirup bau bensin di SPBU memanglah tidak akan terelakkan. Menurut Wisconsin Department of Health Services, menghirup bau atau uap gas bensin ketika melakukan pengisian di SPBU dapat meningkatkan masalah kesehatan pada seseorang. Bahaya kesehatan tersebut dapat memiliki efek jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun dalam kenyataan memang tidak disadari dan dianggap biasa-biasa saja oleh masyarakat.
  • Bensin yang disebut juga gasoline di luar negeri merupakan bahan bakar yang dibuat dari minyak mentah fosil untuk kemudian dimurnikan dan digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, seperti sepeda motor dan mobil. Di samping itu, bensin bukan hanya memiliki bau yang menyengat saja, tetapi juga beberapa kandungan zat kimia yang berbahaya. Sehingga apabila terhirup masuk secara terus-menerus ke dalam tubuh akan berdampak tidak baik bagi kesehatan.
  • Bensin tersusun atas hidrokarbon rantai lurus, yaitu mulai dari C7 hingga C11. Molekul yang terdapat dalam bensin secara sederhananya memang menyerupai air karena kecairannya, namun aromanya yang menyengat dan warnanya yang bervariasi dengan kecenderungan kekuningan atau oranye, sangatlah berbahaya apabila terhirup.

Berikut dampak atau bahaya yang tidak baik bagi kesehatan apabila Anda terlalu sering menghirup bensin sebagaimana dilansir dari Livestrong, antara lain:

  1. Pusing dan Sakit Kepala

Bahaya pertama akibat menghirup bensin ialah dapat menyebabkan kepala terasa pusing. Efek ini akan meningkat apabila disertai dengan menghirup asap hasil pembakaran bensin yang biasanya terjadi di tempat atau pabrik pembuatan bensin itu sendiri. Sederhananya, pusing ini biasanya disebabkan oleh bau bensin yang begitu menyengat, di samping kandungan-kandungan zat kimia berbahaya yang memang terdapat di dalam bensin. Pusing ini biasanya dapat menyebabkan gangguan koordinasi sehingga membuat seseorang mengalami kesulitan ketika sedang mengemudikan kendaraannya pasca melakukan pengisian.

Baca : Obat sakit kepalaKepala sering pusingKepala sering teras berat pusing dan mual

  1. Kanker

Bahaya kedua akibat menghirup bensin ialah dapat menyebabkan kanker. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Wisconsin Department of Human Services yang mengatakan bahwa bensin mengandung zat kimia yang disebut benzene. Zat ini telah dikaitkan dengan adanya kemungkinan peningkatan leukemia (kanker darah). Bahkan telah diidentifikasi pula oleh Canadian Centre for Occupational Health and Safety bahwa adanya ethylene dibromide dalam bensin dan telah terbukti sebagai karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

  1. Kerusakan Sistem Saraf

Bahaya ketiga akibat menghirup bensin ialah dapat menimbulkan kerusakan pada sistem saraf. Hal ini dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan pesan menuju otak. Di samping itu, bensin yang terhidup dengan berbagai kandungan zat kimianya juga dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk menterjemahkan sinyal dan mengkoordinasi tubuh dalam merespon sinyal tersebut. Semakin banyak dan sering seseorang menghirup bensin, maka kerusakan pada sistem saraf ini akan semakin parah.

Baca : Jenis kelainan sarafJenis penyakit syaraf

  1. Kematian Mendadak

Bahaya keempat akibat menghirup bensin ialah menyebabkan kematian mendadak. Bahaya ini mungkin memang jarang sekali terjadi dalam realitas sehari-hari, namun ketahuilah bahwa bahaya yang satu ini adalah bahaya yang paling fatal karena kaitan dengan merenggut nyawa seseorang, bahkan secara mendadak pula. Kejadian ini pernah dilaporkan oleh New South Wales Department of Education yang menyebutkan bahwa ada korban yang meninggal secara tiba-tiba karena sengaja dan terbiasa menghirup bensin.

Kondisi ini disebut dengan sudden sniffing death. Hal seperti itu dapat terjadi karena ketika menghirup bensin akan merangsang saraf-saraf tubuh yang dapat memperlambat detak atau denyut jantung, sehingga pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian karena berhentinya detak atau denyut jantung. Adapun faktor lainnya yang dapat menyebabkan kematian inhalasi adalah ledakan, api, dan juga tersedak yang berakibat sangat fatal.

Baca : Penyebab kematian mendadak

  1. Kanker Tenggorokan

Terkait dengan bahaya menghirup bensin dengan kanker tenggorokan, di mana kanker jenis ini biasanya berbentuk benjolan di sekitar leher. Meskipun pemicu utamanya biasanya berasal dari rokok atau alkohol, namun orang yang sering menghirup bensin juga dapat terancam terkena kanker jenis ini. Kanker ini dapat mempengaruhi bagian tulang rawan (epiglotis) yang bertindak sebagai tutup untuk tenggorokan Anda. Sedemikian sehingga apabila Anda terkena kanker yang satu ini, maka Anda biasanya akan mengalami kesulitan dalam menelan dan merasakan sakit pada bagian telinga.

Kebanyakan orang yang menderita kanker ini biasanya tidak akan menyadarinya. Hal ini dikarenakan gejala awal dari kanker tenggorokan biasanya hanya berupa batuk yang berkepanjangan. Gejala akan semakin berlanjut atau parah apabila sudah dirasakan sakit ketika hendak menelan karena adanya benjolan, bahkan akan menyebabkan berat badan yang turun secara drastis dan rambut-rambut yang rontok. Oleh karena itu, janganlah Anda terlalu meremehkan batuk, apalagi batuk tersebut sifatnya berkepanjangan. Segeralah lakukan pemeriksaan kepada dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan kanker tenggorokan :

  • Strategi Mendianosis Kanker Tenggorokan

Apabila dokter telah positif mendiagnosa Anda menderita kanker tenggorokan, maka tanyakan padanya (dokter) untuk mencari tahu seberapa besar tingkat penyebaran kanker tenggorokan yang Anda derita. Satu hal lagi yang tak kalah penting ialah pastikan kondisi Anda kuat menjalani perawatan ketika hendak menjalani perawatan kemoterapi. (Baca : Bahaya rokok terhadap otakBahaya tembakau rokok)

  • Tes Kanker Tenggorokan

Pada saat dokter telah mendiagnosa Anda dan terbukti positif menderita kanker tenggorokan, maka Anda dapat menjalani beberapa tes untuk lebih memperdalam tentang penyakit kanker tenggorokan yang diderita, seperti tes laringoskopi, bronkoskopi, esophagoskopi, Chest X-ray serta CT-scan maupun MRI-scan.

  • Stadium Kanker Tenggorokan

Adapun tingkatan dalam kanker tenggorokan yang biasanya dikenal dengan istilah stadium, terbagi menjadi stadium 1 dan 2, di mana masih dalam lingkup stadium ringan. Artinya, pada tingkat ini kanker tenggorokan yang Anda derita masih dapat disembuhkan. Beberapa terapi seperti terapi radiasi mungkin perlu Anda ikuti dengan operasi jika memang diperlukan.

Sedangkan tingkatan berikutnya ialah stadium 3, di mana kemungkinan kanker tenggorokan yang Anda derita telah menyebar tinggi. Sedemikian sehingga harus dilakukan radioterapi dan kemoterapi. Dan adapun tingkatan yang terakhir ialah stadium 4, di mana cara pengobatannya sama dengan stadium 3, yaitu harus dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

  • Bedah dan Efek Samping Kanker Tenggorokan

Pada penderita kanker tenggorokan, pembedahan dilakukan untuk menghilangkan atau mengangkat tumor ganas yang disebabkan oleh kanker tenggorokan tersebut. Operasi memang tidak selalu dilakukan pada penderita, karena semua tergantung pada jenis kanker tenggorokan yang mereka derita. Setelah itu, penderita juga bisa melakukan kemoterapi dengan cara meminum obat pembunuh kanker, seperti pil maupun suntikan. Tentunya semua bergantung saran dokter dan keputusan penderita. ( Baca : Makanan yang cepat menyembuhkan luka operasi )

  • Pencegahan Kanker Tenggorokan

Meskipun penyakit ini jarang sekali terjadi di Indonesia, tetapi bukan berarti kita tidak harus mewaspadainya. Justru kita harus tetap waspada dengan adanya kemungkinan terjadinya penyakit yang satu ini di Indonesia. Pencegahan mudah yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit kanker tenggorokan ini ialah menghindari merokok, makanan yang sangat panas dan pedas, dan minuman yang beralkohol. Satu lagi yang sesuai dengan bahasan pada artikel ini, yaitu menghindari paparan radiasi dan menghirup bensin. ( Baca : Bahaya merokok bagi alat pernafasanPenyebab anak merokokBahaya rokok bagi jantung manusia )

Demikian beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan apabila kita menghirup bensin secara terus-menerus dan dijadikan sebuah kebiasaan tanpa berusaha untuk menghindarinya. Salah satu saran yang mungkin bisa diterapkan ialah memakai penutup ketika sedang melakukan pengisian bensin, seperti masker dan helm maupun penutup hidung dan mulut lainnya. Maskr yang dipakai sama dengan masker pengendara kendaraan bermotor. Sedangkan bagi Anda yang menggunakan mobil, gunakanlah masker ketika hendak turun bertransaksi membeli bensin dan jangan lupa tutup pintu serta semua kaca mobil Anda.

fbWhatsappTwitterLinkedIn