Home Featured Tukang Bubur Bunuh Bocah Karena Terganggu saat Istirahat, Kenapa Gampang Marah Ketika Lelah?

Tukang Bubur Bunuh Bocah Karena Terganggu saat Istirahat, Kenapa Gampang Marah Ketika Lelah?

by Erlita

Seorang bocah usia 7 tahun awalnya dikabarkan hilang dari Sabtu (29/6), namun akhirnya jenazahnya ditemukan dan membuat heboh. Bocah perempuan tersebut ditemukan sudah meninggal di bak mandi sebuah rumah kontrakan dalam kondisi terbungkus kain sarung.

Diduga pelaku yang membunuh gadis kecil tersebut adalah H berusia 23 tahun yang diketahui merupakan seorang penjual bubur di mana dirinya setelah membunuh langsung kabur tanpa jejak. Usai melakukan pencarian, Kepolisian Pemalang akhirnya berhasil menemukan dan menangkapnya saat berada di rumah tersangka sendiri.

Saat penangkapan pun prosesnya berjalan dengan baik tanpa adanya perlawanan dari pihak pelaku pembunuhan. Pelaku rupanya pengontrak di rumah kakek dari bocah yang ia bunuh di Bogor. Pelaku juga mengaku bahwa ketika ingin istirahat, ia merasa terganggu oleh korban sehingga mengambil tindakan keji tersebut; namun karena setelah membunuh dihinggapi rasa takut, pelaku melarikan diri.

Karena tubuh yang sedang kecapekan, terkadang emosi dapat memuncak ketika ada faktor-faktor kecil sekalipun yang menjadi alasannya. Penting untuk kita ketahui bahwa sebenarnya ada kaitan antara kondisi fisik yang sedang lelah-lelahnya dengan tingkat emosi yang tak stabil di mana bahkan hal ini mampu berujung pada tindakan merugikan orang lain.

  • Lelah fisik menjadikan keseimbangan otak kita terganggu dan hilang kendali menurut lansiran dari Science Focus. Untuk menjaga keseimbangannya dan agar fungsi otak terkontrol baik adalah dengan cukup tidur setiap harinya.
  • Lelah fisik artinya energi tubuh kita berkurang cukup banyak dan hal ini menjadikan diri kita sulit menahan amarah dan ingin segera diluapkan. Ditambah dengan segala informasi yang kita dapat mampu menyulut lebih lagi emosi yang sedang dirasakan saat lelah.
  • Otak semakin bertambah usia akan semakin tua juga, sehingga hal ini memudahkan neokorteks untuk mengendalikan otak kita. Neokorteks sendiri merupakan bagian luar otak besar pada tiap manusia di mana saat kita susah tidur dan kurang tidur hingga kelelahan, respon kemarahan dapat meningkat sampai 60 persen.
  • Kurang tidur seperti mengalami insomnia hampir setiap hari hanya akan mengganggu proses belajar, proses konsentrasi, proses mengingat, dan proses berpikir. Inilah yang kemudian membuat diri kita yang tengah stres fisik tertuntut dengan terbatasnya sumber daya menurut W. Christopher Winter, M.D. dari Martha Jefferson Hospital.

Memahami diri sendiri sangat penting dalam hal ini, karena kita perlu tahu kapan kita menjadi lelah dan kurang dapat menahan emosi. Ketika dapat memahami diri sendiri, akan lebih mudah dalam mencari cara mengatasi kelelahan fisik kita, serta cara mengatasi stres agar tidak kita luapkan yang berdampak pada orang lain.

You may also like