Ini Alasan Kenapa Konsumsi Soda Diet Bisa Perpendek Umur

246

Ini Alasan Kenapa Konsumsi Soda Diet Bisa Perpendek UmurBanyak orang merasa perlu untuk minum soda diet ketika sedang diet atau menurunkan berat badan. Alasannya simpel, karena soda diet diyakini sebagai minuman bersoda yang bisa membuat diet jauh lebih efektif. Menurut kebanyakan orang, soda diet hanya mengandung sedikit zat aditif, lemak, kalori, serta gula ketimbang soda pada umumnya.

Padahal sebenarnya, soda diet pun menawarkan efek bahaya yang sama dan juga tetap bisa merusak kesehatan tubuh. Jadi kalau meminumnya beberapa hari berturut-turut saja bisa berisiko memperpendek usia dan memperbesar potensi mati muda, apalagi jika mengonsumsi dalam jangka panjang bukan?

Jangan termakan isu bahwa soda diet bergula, berkalori dan berlemak rendah, karena 2 kaleng sehari saja bisa tingkatkan risiko jenis-jenis penyakit jantung dan juga penyakit stroke 3 kali lipat lho. Menurut suatu studi oleh American Heart Association serta American Stroke Association, persentasenya sebesar 16 persen untuk risiko mati muda pada orang-orang pengonsumsi soda diet daripada orang-orang yang tak konsumsi.

Bukankah soda diet adalah minuman bebas gula dan justru lebih sehat untuk berdiet? Australian Healthy Food telah menunjukkan melalui penelitiannya bahwa para pengonsumsi soda diet malah justru berpotensi lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis alias konsumsi gula lebih tinggi sebab tak ada sinyal rasa lapar yang diterima otak sesudahnya.

Perlu diketahui beberapa fakta tentang soda diet bagi tubuh ketika sedang berdiet dan berniat menurunkan berat badan:

  • Soda diet bisa sebabkan sindrom metabolik karena tubuh berpotensi anggap pemanis buatan sebagai normalnya gula pada umumnya, tapi saat pankreas tangkap sinyal tersebut, insulin tak bisa bekerja dan tak ada yang bisa diproduksi. Sindrom metabolik sendiri meliputi beberapa macam penyakit serius, seperti halnya stroke, penyakit jantung dan penyakit gula alias diabetes.
  • Soda diet menawarkan rasa manis yang justru melebihi gula biasa karena penggunaan pemanis buatan. Justru itulah setelah mengonsumsi soda diet, otak langsung antisipasi asupan kalori, tapi pengonsumsinya akan tetap merasakan lapar.
  • Soda diet menurut penelitian yang lain juga disimpulkan bahwa mampu meningkatkan risiko demensia pada pengonsumsinya. Penelitian mengenai hal ini ada pada tahun 1979-1988 yang juga menjadi hal yang bisa diperhatikan.
  • Soda diet bukannya membantu mengurangi rasa lapar, tapi malah bisa meningkatkan nafsu makan. Hal ini telah para peneliti buktikan baik itu terhadap lalat dan tikus, maupun terhadap manusia, apalagi kalau mengonsumsi soda diet terlalu banyak.

Minuman seperti soda diet serta minuman lain yang gulanya berkadar rendah biasanya malah akan mendorong nafsu makan makin tinggi. Jadi, salah besar kalau soda diet bisa menjadi cara menguruskan berat badan. Bisa-bisa mengonsumsinya rutin menjadi cara menambah berat badan lho; oleh sebab itu, penting untuk selalu menerapkan tips diet sehat yang benar daripada mengandalkan soda diet.