Home FarmasiObat 5 Obat Kurap di Apotek Yang Paling Ampuh

5 Obat Kurap di Apotek Yang Paling Ampuh

by Septi Haryani

Kurap merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Kurap biasanya akan menyerang kulit area kuku, tubuh bagian atas dan kepala, selangkangan, dan kaki. Gejala kurap yang sering muncul adalah munculnya ruam kemerahan di kulit yang berbentuk cincin dengan garis luar yang tidak beraturan. Ruam tersebut sering menyebabkan rasa gatal dan bisa menyebar ke area kulit yang lain. Kurap merupakan penyakit kulit yang sangat mudah menular terutama jika ada kontak langsung dengan kulit penderita. Bahkan menggunakan barang pribadi milik penderita kurap seperti sikat gigi, handuk, dan pakaian bisa menyebabkan penularan. Karena itulah, penyakit kulit satu ini harus segera diobati dengan tepat agar tidak mengganggu dan juga tidak menyebabkan penularan kepada orang lain.

(Baca juga: macam-macam penyakit kulit)

Obat kurap biasanya berbentuk krim atau salep yang bisa kita dapatkan di apotek atau toko obat terdekat. Adapun beberapa jenis obat kurap di apotek meliputi:

1. Ketoconazole

Ketoconazole merupakan obat anti jamur yang memiliki spektrum antimikotik yang cukup efektif terhadap dermatofit dan ragi. Jenis obat ini biasanya digunakan dalam beberapa jenis obat seperti nizoral dan mycoral. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja enzim sitokrom p450 pada membran sel jamur. Kondisi tersebut akan menyebabkan gangguan sintesa ergosterol di mana zat tersebut merupakan komponen penting di dala membran sel jamur. Melalui mekanisme kerja ketoconazole tersebut, membran sel jamur akan mengalami kerusakan. Obat ini efektif untuk mengatasi berbagai jenis jamur seperti Trichopyton Sp, Epidermophyton floccosum, Pityrosporum Sp, serta jenis Candida Sp.

Namun obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh:

  • Seseorang yang memiliki riwayat penyakit hati kronis atau akut.
  • Seseorang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap ketoconazole atau komposisi yang ada di dalamnya.
  • Seseorang yang berusia kurang dari 2 tahun.
  • Seseorang yang sedang hamil.
  • Seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan dengan terfenadine, cisapride, astemizole, dan triazolam yang tidak diperbolehkan menggunakan ketoconazole oral.

Dosis yang disarankan untuk menggunakan obat ini adalah:

  • pengobatan kuratif infeksi jamur di kulit, saluran cerna, dan sistemik dosis dewasa yang disarankan adalah 200 mg, diberikan satu kali sehari saat makan, jika tidak ada efek samping maka dosis bisa ditingkatkan menjadi 400 mg per hari.
  • pengobatan kuratif infeksi kandida vagina untuk dosis dewasa yang dianjurkan adalah 400 mg, diberikan satu kali sehari saat makan.
  • infeksi jamur pada anak-anak dengan berat badan di bawah 15 kg, dosis yang dianjurkan 20 mg, diberikan 3 kali per hari saat makan.
  • infeksi jamur pada anak-anak dengan berat badan 15-30 kg, dosis yang dianjurkan 100 mg, diberikan 1 kali sehari saat makan.
  • infeksi jamur pada anak-anak dengan berat badan di atas 30 kg, dosis yang dianjurkan sama dengan dosis dewasa.
  • untuk pengobatan kuratif menggunakan obat ini biasanya dilakukan selama 1 minggu sampai semua gejala hilang
  • untuk pengobatan profilaksis, dosis yang dianjurkan adalah 200 mg

Ketoconazole memberikan efek samping yang sifatnya reversibel ketika pemberian oabt dihentikan. Efek samping yang muncul berupa:

2. Miconazole

Miconazole adalah obat anti jamur yang mempunyai spektrum luas yang efektif terhadap berbagai jenis jamur. Obat ini juga memiliki efek bakterisidal terhadap beberapa jenis bakteri gram posotif. Obat ini biasanya digunakan dalam beberapa jenis obat salep seperti daktarin dan kalpanax. Obat ini bekerja dengan cara menghambat biosintesis egosterol pada membran sel jamur. Hal tersebut menyebbakan kerusakan pada membran sel jamur sehingga terjadi peningkatan permeabilitas membran dan akhirnya jamur kehilangan nutrisi selulernya. Miconazole efektif untuk mengatasi beberapa jenis jamur seperti Candida albicans, Candida guilliermondii, Candida tropicalis, Epidermophyton floccosum, Microsporum canis, juga Trichophytn rubrum. Selain itu, obat ini juga efektif untuk mengatasi bakteri Staphylococcus aureus.

Miconazle biasanya tersedia di apotek dalam bentuk:

  • Miconazole cream, mengandung miconazole nitrat 2%.
  • Miconazole salep, mengandung miconazole nitrat 2%.
  • Miconazle oral gel, mengandung miconazole nitrat 2%.
  • Kapsul vagina, mengandung 200 mg miconazole nitrat.
  • Miconazole tablet oral mengandung 50 mg miconazole nitrat.

Obat ini tidak boleh diberikan kepada penderita hipersensitivitas atau alergi terhadap miconazole atau komponen yang ada di dalamnya. Adapun dosis miconazole yang disarankan adalah:

  • Untuk mengobati penyakit kulit seperti kurap, miconazole cream atau miconazole salep dioleskan di kulit yang terinfeksi sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.
  • Untuk mengobati kandidiasis oral, miconazole oral gel dioleskan pada bagian mulut yang terkena infeksi 4 kali sehari setelah makan. Atau juga bisa menggunakan satu tablet miconazole buccal 50 mg.
  • Untuk mengobati kandidiasis vulvovaginal bisa menggunakan 1 kapsul miconazole 200 mg yang dimasukkan ke dalam vagina, diberikan selama 7-14 hari.

Adapun beberapa efek samping yang mungkin akan muncul akibat penggunaan miconazole adalah:

3. Terbinafine

Terbinafine bekerja dengan membunuh jamur yang menyebabkan infeksi (misalnya kurap). Obat ini hanya boleh digunakan oleh orang-orang yang berusia 16 tahun ke atas. Obat ini bisa ditemukan dalam bentuk salep dan tablet. Dosis terbinafine yang dianjurkan adalah 250 mg diminum satu kali sehari. Baik dalam bentuk tablet atau salep, obat ini hanya boleh digunakan 1 kali sehari. Adapun durasinya adalah:

  • kurap di kuku: 1,5 sampai 3 bulan
  • kurap kaki: 2 minggu sampai 1,5 bulan
  • kurap di selangkangan: 2 minggu sampai 1 bulan
  • kurap di tubuh bagian atas: 1 bulan

Adapun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika menggunakan terbinafine adalah:

  • Wanita hamil sebaiknya menggunakan obat ini dengan anjuran dari dokter. Ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Penggunaan obat terbinafine sebaiknya sesuai dengan durasi yang dianjurkan agar jamur penyebab kurap benar-benar mati dan mencegahnya muncul kembali.
  • Obat oles terbinafine hanya bisa digunakan sebagai obat luar. Jika mengenai mata segera basuh menggunakan air.
  • Orang-orang yang berusia 65 tahun ke atas sebaiknya hati-hati menggunakan obat ini, juga bagi penderita gangguan hati, gangguan ginjal, penderita gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya lupus).
  • Beritahu dokter jika Anda menggunakan obat lain ketika menggunakan terbinafine.
  • Hindari mengemudi atau mengoperasikan alat-alat berat setelah mengkonsumsi obat ini.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi.

Penggunaan terbinafine berpotensi menyebabkan efek samping, seperti:

Sebaiknya pemakaian obat ini segera dihentikan jika Anda mengalami gejala penurunan nafsu makan, depresi, dan/atau sulit tidur. (baca juga: penyebab tidak bisa tidur)

4. Griseofulvin

Grisiefulvin adalah obat kurap yang digunakan dengan cara diminum. Badan kesehatan dunia (WHO) mengkategorikan obat ini sebagai salah satu obat paling penting yang dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar. Obat ini memiliki bentuk tablet dan cair yang bisa dikonsumsi. Obat ini tergolong sebagai obat yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa.

Dosis mengkonsumsi griseofulvin yang tepat adalah 500 sampai 1000 mg per harinya. Dosis asupan obat ini biasanya dalam sekali minum. Namun dokter biasanya akan menyarankan dosis tertentu yang disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Agar bisa diabsorbsi dengan sempurna, sebaiknya obat ini dikonsumsi setelah makan. Untuk memaksimalkan keefektifannya, obat ini sebaiknya juga dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya. Durasi penggunaan obat biasanya bergantung pada tingkat keparahan penyakit, bisa dikonsumsi selama beberapa minggu, atau bahkan selama beberapa bulan. Penggunaan obat ini juga harus tetap dilakukan, setidaknya hingga 2 minggu sesudah gejaa telah menghilang. Hal tersebut untuk memastikan jamur penyabab infeksi telah mati dan memastikan infeksi tidak akan kembali.

Pada beberapa kasus, penggunaan obat ini bisa menyebabkan kulit penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Untuk itu sebaiknya penderita juga mengunakan tabir surya ketika akan melakukan aktivitas di bawah sinar matahari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini adalah:

  • Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil dan menyusui.
  • Bagi wanita yang hendak hamil, kehamilan hanya boleh terjadi sebulan setelah masa pengobatan selesai. Sedangkan pada pria hanya boleh membuahi pasangannya setidaknya 6 bulan setelah masa pengobatan selesai.
  • Untuk pemberian griseofulvin kepada anak-anak sebaiknya Anda meminta petunjuk dokter terlebih dahulu.
  • Bagi Anda yang menderita penyakit lupus, gangguan hati, atau porfiria sebaiknya hati-hati menggunakan obat ini.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi setelah menggunakan obat ini.

Beberapa efek samping yang mungkin akan muncul setelah mengkonsumsi obat ini adalah:

  • sakit kepala
  • diare
  • mual
  • batuk
  • demam
  • nyeri otot
  • nyeri sendi

5. Itraconazole

Itraconazole adalah obat anti jamur yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah infeksi jamur yang menjangkiti area mulut, kulit, dan vagina. Obat ini diberikan dalam bentuk tablet, cair, dan juga melalui suntikan. Pemberian itraconazole biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Namun, biasnaya obat ini diberikan pada dosis antara 100 sampai 400 mg per harinya.

Untuk itraconazole yang berbentuk cair bisa Anda konsumsi 2 jam sebelum atau setelah makan. Untuk mengatasi masalah infeksi jamur yang ada di mulut, Anda bisa kumur-kumur menggunakan itraconazole cair kemudian menelannya. Untuk itraconazole yang berbentuk kapsul, sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Akan lebih baik jika kapsul tersebut diminum bersama minuman yang sedikit asam. Jangan mengunyak kapsul itraconazole, langsung telan obat tersebut dalam bentuk kapsul utuh.

Jika Anda lupa mengkonsumsi obat ini, maka asupan obat pada waktu selanjutnya tidak boleh digandakan. Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi bersama obat untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti antasida karena proses penyerapannya ke dalam tubuh akan terhambat. Jika Anda perlu mengkonsumsi antasida, maka konsumsilah 2 jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi itraconazole.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat mengkonsumsi itraconazole adalah:

  • Wanita yang akan hamil atau hendak memiliki anak sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini.
  • Ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi obat ini dengan petunjuk dari dokter.
  • Bagi penderita yang memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan hati, paru-paru, ginjal, dan kondisi kelainan darah seperti porfiria sebaiknya berhati-hati mengkonsumsi obat ini.
  • Orang-orang yang berusia lanjut sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi setelah mengkonsumsi obat ini.

Seperti obat kurap lainnya, itraconazole juga berpotensi mnimbulkan efek samping, seperti:

Meskipun tergolong jarang terjadi, obat ini juga bisa menyebabkan gangguan fungsi hati. Adapun beberapa gejala yang menunjukkan adanya gangguan fungsi hati di antaranya:

  • nafsu makan menurun
  • nyeri pada perut yang berkepanjangan
  • urin berwarna lebih gelap dibandingkan biasanya
  • tubuh merasa lelah tidak seperti biasanya

Itulah beberapa jenis obat kurap yang bisa Anda temukan di apotek. Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas apotek sebelum menggunakan obat-obatan tersebut. Jika muncul reaksi alergi atau penyakit tidak kunjung membaik maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.

You may also like