Apakah Paracetamol Bikin Ngantuk? Ini Penjelasannya !

1634

Paracetamol pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita, sebab jenis obat satu ini dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Obat golongan analgesik atau pereda rasa sakit ini juga efektif dalam menurunkan panas demam yang biasanya aman diberikan pula bagi anak-anak. Namun, apakah paracetamol bikin ngantuk sungguhan?

Apakah paracetamol benar bisa membuat ngantuk?

Ada beberapa jenis obat yang memang diketahui mampu memberikan efek samping rasa kantuk yang cukup besar setelah mengonsumsinya, apakah itu termasuk dengan paracetamol? Penggunaan paracetamol sendiri tanpa ada kombinasi dengan obat lain biasanya tidaklah menyebabkan rasa kantuk, justru yang bisa memicu ngantuk adalah acetaminophen dan bukannya paracetamol.

Mungkin Anda pernah tahu bahwa penggunaan paracetamol bisa dikombinasi dengan codeine sebagai pereda rasa nyeri yang biasanya dapat digunakan hanya jika ada resep dokter. Efek kombinasi obat ini bisa menyebabkan kantuk, tapi justru hal itu lebih berasal dari codeine sebab paracetamol menyebabkan efek samping lain selain rasa kantuk.

Paracetamol cukup jarang menyebabkan efek samping bagi penggunanya, Beberapa efek samping umum yang terjadi pada pengonsumsi paracetamol antara lain adalah berikut ini:

  • Tekanan darah rendah atau hipotensi (biasanya terjadi apabila paracetamol diberikan melalui infus di rumah sakit).
  • Bengkak pada kulit.
  • Ruam pada kulit.
  • Kerusakan ginjal dan juga organ liver (risiko ini lebih tinggi apabila terjadi overdosis dalam penggunaan paracetamol).
  • Sakit perut
  • Sesak nafas.
  • Mual
  • Nafsu makan menurun
  • Feses berubah warna, dapat serupa dengan warna tanah liat.
  • Urine terlalu berwarna gelap.
  • Jaundice atau kondisi di mana mata serta kulit menguning.

Untuk kasus di mana Anda sudah mulai mual, perut terasa sakit feses dan urine tidak pada warna normalnya, bagian kulit dan putih mata menguning serta adanya penurunan selera makan, segera ke dokter untuk memeriksakan diri. Sementara itu, beberapa efek lainnya yang bisa terjadi sebagai akibat dari terlalu banyak konsumsi paracetamol alias overdosis adalah:

  • Perut kram.
  • Perut membengkak.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan hilang.
  • Sering berkeringat berlebih.
  • Diare

Ya, efek ngantuk tidak terjadi ketika Anda mengonsumsi paracetamol. Segera menghubungi atau menemui dokter untuk kasus efek samping di atas yang sudah disebutkan agar tidak telanjur menjadi lebih serius. Efek baiknya bisa mulai muncul kurang lebih sejam setelah penggunaan paracetamol, dan obat ini sebenarnya adalah obat yang aman jika penggunaannya berdasar dosis yang tepat.

Tips Penggunaan Paracetamol untuk Menghindari Efek Sampingnya

Tentu saja, saat memutuskan mengonsumsi paracetamol Anda ingin efeknya positif dan benar-benar efektif meredakan rasa sakit maupun menurunkan panas demam. Hanya saja, banyak yang melewatkan untuk membaca bagian label dan mengabaikan petunjuk pemakaian yang tertera di kemasannya sehingga efek samping pun berpotensi terjadi.

Supaya bisa menghindari berbagai efek samping tersebut, maka inilah beberapa penjelasan singkat mengenai cara yang benar dalam menggunakan atau mengonsumsi obat paracetamol.

  • Paracetamol dapat dikonsumsi dengan dosis maksimum 4000 mg/hari.
  • Hindari konsumsi alkohol ketika melakukan penggunaan paracetamol.
  • Konsumsi paracetamol sebaiknya sesudah makan supaya mampu menurunkan risiko terkena gangguan pencernaan.
  • Dalam konsumsi paracetamol dalam bentuk sirup jangan lupa dikocok lebih dulu.
  • Dalam konsumsi paracetamol dalam bentuk tablet atau kaplet, konsumsi maksimum per harinya adalah 8 tablet.
  • Ibu hamil tak masalah mengonsumsi obat ini, hanya saja lebih dulu harus melakukan konsultasi dengan dokter supaya tak berbahaya bagi kesehatan sang ibu dan janinnya.
  • Jika takut kelebihan dosis, sendok obat bisa Anda pakai.

Tanpa resep dokter, memang paracetamol bisa digunakan, namun tanpa memerhatikan cara minumnya bisa-bisa justru meningkatkan risiko terkena efek-efek samping paracetamol yang tak diinginkan. Apakah paracetamol bikin ngantuk sudah terjawab, di mana rasa kantuk tidak terjadi tapi ada efek-efek berbahaya lain yang berpotensi timbul apabila memiliki alergi atau kesalahan dosis. Jadi sebelum memakainya, perhatikan betul-betul dosis pada kemasan paracetamol.