4 Fungsi Asam Klorida dan Bahayanya

9667

Asam Klorida atau Hydrochloric Acid merupakan sejenis asam yang kuat, di mana hal ini sangat penting sebagai komponen utama dari asam lambung. Asam klorida merupakan cairan tidak berwarna yang dihasilkan dalam proses pelarutan hidrogen klorida (HCI) ke dalam air. Hidrogen Klorida sendiri merupakan asam monoprotik. Artinya ia adalah senyawa yang dapat terionisasi melepaskan H+ (sebuah proton tunggal) Cuma satu kali saja.

artikel yang berhubungan dengan asam klorida

Selain sebagai komponen utama asam lambung, penggunaan asam klorida juga telah meluas hingga pada dunia perindustrian. Akan tetapi karena sifatnya yang korosif, mengharuskan senyawa ini mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak membahayakan. Asam klorida pertama kali ditemukan oleh seorang ahli kimia dari Persia yang bernama Abu Musa Jabir Bin Hayyan sekitar tahun 800-an. Dan sejak awal sejarah penemuannya tersebut, asam klorida menjadi suatu senyawa penting yang dipergunakan untuk berbagai macam tujuan seperti sebagai pereaksi dalam produksi massal senyawa kimia organik,  produksi gelatine, aditif dalam makanan, pembersih rumah, industri pengolahan kulit, dan lain sebagainya.

Pernyataan mengenai asam klorida

Asam klorida merupakan reagent pengasam yang sangat baik. Ada beberapa alasan yang mendukung pernyataan tersebut, seperti :

  • Asam Klorida merupakan jenis asam kuat yang memiliki tingkat bahaya yang paling rendah jika dibandingakan dengan jenis asam kuat lainnya.
  • Meskipun asam, akan tetapi di dalam senyawa tersebut terkandung ion klorida yang tidak beracun serta tidak reaktif.
  • Dalam konsentrasi menengah, asam klorida cukup stabil untuk disimpan, dan ia akan terus mempertahankan konsentrasinya tersebut.
  • Asam klorida merupakan salah satu dari enam asam kuat dalam kimia yang paling sukar mengalami reaksi redoks.
  • Asam klorida tersedia dalam bentuk pereaksi murni.

Adapun fungsi asam klorida di antaranya adalah :

1. Sebagai penentu jumlah basa

Dalam proses penentuan kadar dari suatu zat atau lebih (titrasi), asam klorida dipilih sebagai penentu jumlah basa, di mana Asam yang lebih kuat akan dapat memberikan hasil yang lebih baik karena memiliki titik akhir yang jelas.

2. Sebagai pencerna sample-sample analisis kimia

Asam klorida yang pekat mampu melarutkan berbagai jenis logam serta dapat menghasilkan logam klorida dan gas hidrogen. Selain itu, asam klorida juga dapat bereaksi terhadap senyawa dasar seperti kalsium karbonat dan tembaga oksida dan menghasilkan klorida terlarut yang dapat dianalisis.

3. Senyawa yang digunakan dalam berbagai macam proses industri

Salah satu pemanfaatan asam klorida adalah dalam bidang industri pengolahan logam, di mana asam klorida merupakan asam anorganik kuat yang mampu menentukan kualitas produk yang diinginkan. Adapun pengaplikasian asam klorida dalam berbagai proses industri di antaranya adalah :

  • Untuk mengawetkan baja – Salah satu wujud aplikasi asam klorida adalah dalam industri pengawetan baja, di mana senyawa ini berguna untuk menghilangkan karat (kerak oksida) dari besi atau baja sebelum mengalami proses selanjutnya seperti galvanisasi, rolling, ekstrusi, maupu teknik-teknik lainnya. Saat ini, industri pengawetan baja telah melakukan bermacam-macam inovasi untuk mengembangkan proses regenerasi dari asam klorida, seperti roaster semprot maupun regenerasi HCI fluida yang memungkinkan terpulihkannya HCI dari limbah bekas pengawetannya.
  • Produksi senyawa organik – Asam klorida juga dipergunakan dalam berbagai produksi senyawa organik, seperti Vinil Klorida dan dikloroetana untuk PVC, Bisphenol A untuk polikarbonat, asam karbonat, karbon aktif, serta berbagai produk farmasi, Besi(III) klorida dan PAC (Polialuminium Klorida) untuk pengolahan limbah, produksi kertas, serta produksi air minum, Kalsium klorida untuk aplikasi jalan, Nikel(II) klorida untuk elektroplating, Seng Klorida untuk industri galvanis dan produksi baterai.
  • Sebagai pengendali PH dan netralisasi – Dalam sebuah industri, seperti industri makanan, air minum, farmasi, dan lain sebagainya, bahan baku yang digunakan haruslah memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. Dan asam klorida merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mengatur Ph (keasaman) larutan, misalnya Untuk mengontrol Ph proses aliran air, asam klorida yang digunakan adalah asam klorida dengan kualitas yang tinggi, Untuk mengontrol atau menetralisir aliran limbah industri bisa digunakan asam klorida teknis. Asam klorida ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan Ph di kolam renang.
  • Untuk regenerasi penukar ion – Penggunaan lain dari asam klorida, terutama yang memiliki kualitas yang tinggi adalah diterapkan dalam proses regenerasi resin penukar ion. Selain itu, asam klorida  tersebut juga dapat digunakan untuk menghasilkan akua demineralisata yang bisa didapatkan melalui proses pertukaran kation guna memisahkan ion seperti Na+ serta Ca2+ dari larutan  akuatiknya. Penerapan ini biasanya dipergunakan dalam industri air minum, industri kimia, serta industri makanan.
  • Pengasaman sumur minyak – Hal ini telah dilakukan di dalam industri minyak di Laut Utara dengan tujuan untuk merangsang produksi minyak. Adapun metode yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan asam klorida ke dalam formasi batuan sumur minyak, melarutkan sebagian dari batu, dan menciptakan struktur berpori besar.
  • Penggunaan dalam bidang industri lainnya – Tidak hanya industri-industri berskala besar seperti di atas yang memanfaatkan asam klorida, akan tetapi jenis industri yang lainnya juga mempergunakan asam klorida sebagai bahan baku mereka, seperti industri pengolahan kulit, industri pemurnian garam dapur, industri pembersih rumah tangga, serta dalam konstruksi bangunan. Selain itu, asam klorida juga digunakan dalam industri pembuatan bata. Pengaplikasian senyawa ini adalah untuk melarutkan kalsium karbonat guna membersihkan timbulnya kerak pada ketel serta untuk membersihkan lumpang.

4. Sebagai salah satu senyawa yang penting dalam proses pencernaan dalam tubuh

Di atas telah disebutan bahwa asam klorida merupakan komponen utama dari asam lambung. Itu artinya senyawa tersebut sangat diperlukan tubuh untuk membantu proses pencernakan makanan. Adapun fungsi asam klorida dalam lambung adalah untuk memberikan Ph optimum agar nantinya enzim-enzim yang ada pada lambung dapat bekerja dengan normal. Salah satu contoh fungsi asam klorida dalam lambung adalah mengubah pepsinogen menjadi pepsin sehingga pemecahan protein dalam lambung bisa terjadi.

artikel yang berhubungan dengan pencernaan dalam tubuh

Bahaya Asam Klorida

Konsentrasi Ph asam klorida dalam lambung kita adalah serendah 1 hingga 2 saja. Ketika asam klorida dalam lambung mengalami penurunan sekresi, maka kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti : Hypochlorhydria yang merupakan suatu kondisi ketika terjadi penurunan produksi asam klorida dalam lambung dan Achlorhydria yang merupakan tidak adanya asam klorida lengkap dalam lambung.

Biasanya masalah-masalah tersebut terjadi karena tubuh kekurangan vitamin dan nutrisi lainnya. Adapun gejala yang bisa timbul akibat penurunan produksi asam klorida dalam lambung adalah :

  • Ketika buang air besar, tinja berbau ofensif. Hal ini terjadi karena adanya makanan yang tidak bisa dicerna oleh lambung
  • Pengosongan lambung menjadi tertunda
  • Perut kembung (baca : penyebab perut kembung)
  • Hadirnya rasa kantuk setelah makan
  • Terlalu sering merasakan lapar (baca : penyebab cepat lapar setelah makan)

Anda harus waspada ketika asam klorida dalam lambung Anda mengalami penurunan produksi, karena hal ini bisa menyebabkan infeksi pada saluran pencernakan. Lalu bagaimana jika ternyata kandungan asam klorida dalam tubuh kita terlalu tinggi?

Hal serupa juga akan menimpa Anda, ketika ternyata kandungan asam klorida dalam tubuh Anda sangat tinggi, banyak masalah yang akan Anda alami seperti sindrom Zollinger-Ellison dan hiperkalsemia. Terjadinya kelebihan jumlah asam lambung disebabkan karena adanya peningkatan pada kadar gastrin yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi sel agar lambung dapat mensekresi asam dalam jumlah lebih. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bisul pada lambung serta timbulnya rasa sakit pada lambung.

Hal-Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan asam klorida

Asam klorida dengan konsentrasi yang pekat (asam klorida berasap) bisa menimbulkan kabut asam. Keduanya memiliki sifat yang korosif terhadap jaringan tubuh dan berpotensi menimbulkan kerusakan di beberapa organ tubuh seperti mata, kulit, usus, serta organ pernafasan.

Ketika asam klorida bercampur dengan bahan kimia oksidator  lainnya seperti kalium permanganat (KMnO4) dan Natrium Hipoklorit (NaCIO) dapat menimbulkan gas klorin yang beracun. Untuk itu, bagi Anda yang beraktivitas dengan bahan-bahan kimia seperti asam klorida, perlu berhati-hati dalam penggunaannya, serta selalu mempergunakan alat pelingdung diri seperti sarung tangan karet atau PVC, pelindung mata, serta pakaina pelindung.

Berikut beberapa tips penanganan ketika Anda mengalami kontak dengan asam klorida dan cara menjaga kesehatan tubuh anda :

  1. Jika mata Anda mengalami kontak dengan senyawa tersebut, segeralah untuk membasuh mata Anda dengan air bersih sekurang-kurangnya selama 15 menit. Segeralah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis lainnya.
  2. Jika terjadi kontak pada kulit, maka segeralah membasuh dan membersihkan kulit Anda dengan air bersih setidaknya selama 15 menit. Lepas pakaian maupun sepatu yang telah terkontaminasi asam klorida dan cuci sebelum dipakai kembali. Jika kulit mengalami kondisi yang serius, maka sebaiknya Anda mencuci kulit Anda dengan menggunakan sabun desinfektan dan segera menutupinya dengan cream anti bakteri. Segeralah berkonsultasi dengan dokter.
  3. Jika asam klorida terhirup, segeralah pindah ke ruangan lain yang memiliki udara segar. Jika Anda menemui rekan Anda dalam kondisi susah atau bahkan tidak bisa bernafas setelah menghirup senyawa tersebut, segeralah membantunya dengan memberikan nafas buatan atau dengan bantuan oksigen. Segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis.
  4. Dan apabila senyawa asam klorida tertelan, maka jangan sekali-kali mencoba untuk memuntahkannya kecuali atas saran dari dokter atau tenaga medis lainnya. Dan jika korban masih dalam keadaan tersadar, jangan coba-coba untuk memberikan apapun melalui mulutnya. Yang perlu dilakukan adalah melonggarkan pakaian yang dikenakan, lalu segera menghubungi dokter.