9 Cara Mengatasi Kecanduan Opioid Paling Efektif

962

Opioid atau opium dalam dunia kedokteran adalah sejenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengontrol atau mengendalikan atau bahkan menghilangkan rasa sakit.  Umumnya hanya direkomendasikan kepada orang-orang yang mempunyai penyakit akut dengan rasa sakit luar biasa.  Hal tersebut disebabkan karena opium dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. Opioid termasuk pada 20 jenis-jenis narkoba gambar efek dampak dan pengertiannya.

Opioid atau opiad ini berasal dari sari Bunga opium atau Paver somniverum. Bunga ini mengandung sekitar 20 alkaloid opium. Selain itu, opioid juga digunakan sebagai nama untuk opiate, yaitu turunan dari opium yang termasuk narkoba. Termasuk dalam jenis kelompok ini  adalah morfin, heroin tau putaw, dan codein.

Jelas bahwa sebenarnya opioid ini berbahaya. Sama dengan 89 bahaya narkoba dalam berbagai bidang sesuai jenisnya. Meskipun digunakan oleh orang sakit dan dengan pengawasan dokter, penggunaan yang terus menerus akan mengakibatkan efek ketergantungan biologis, dan psikologis. Sementara orang yang sehat dan mengkonsumsi segala jenis opioid akan mempunyai ketergantungan yang lebih parah.  Namun, ketergantungan tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara dan melalui tim yang semuanya disiplin. Cara mengatasi kecanduan opioid tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Niat dari Diri Sendiri

Yang pertama dari semua cara mengatasi adalah niat yang kuat dari diri sendiri.  Karena ketergantungan terhadap segala jenis narkoba, termasuk opioid termasuk sulit dikendalikan.  Seseorang yang sudah mengalami kecanduan mendalam akan merasa kesakitan ketika berusaha menghilangkan kecanduannya.  Bahkan ada beberapa orang yang mengalami kematian. Dengan niat kuat akan mencegah kambuh jika kecanduan teratasi.

  1. Pengobatan Dokter

Pengobatan dokter umumnya diberikan dengan memberikan obat pengganti sedikit demi sedikit sampai ketergantungan dosis jenis opioid yang digunakan berkurang dan hilang.  Beberapa obat yang dapat diberikan dokter, yaitu :

  • Metadon

Obat jenis ini paling banyak digunakan sebagai pengganti pada kecanduan opioid, khususnya jenis morfin.  Efek dampak bahaya morfin bagi penggunanya akan dirasakan juga bagi orang sekitarnya. Metadon bekerja dengan mencegah gejala putus obat yang dapat menimbulkan kematian.  Metadon diberikan kepada orang yang kecanduan secara fisik dengan dosis yang disesuaikan derajat ketergantungan.

  • Buprenofin

Buprenofin hanya digunakan pada gejala ketergantungan fisik derajat menengah.  Tidak banyak direkomendasikan dokter karena bisa menimbulkan ketergantungan yang baru dan menimbulkan efek gejala putus obat.  Buprenofin diberikan setelah penderita kecanduan opioid menurunkan dosis harian opioidnya.

  • Naitrekson

Obat ini juga banyak digunakan pada penderita opioid untuk mencegah gejala putus obat dan menghambat pengaruh opioid lebih lanjut.  Biasanya digunakan pada pecandu yang sudah sembuh untuk mencegah gejala kambuh.

  • Lofeksidin

Lofeksidin digunakan untuk mengatasi kecanduan opioid dengan derajat rendah atau orang yang kecanduan masih bisa mengendalikan dirinya dengan baik.  Obat ini merupakan agonis alfa adrenergik untuk menurunkan efek opioid pada otak.

  1. Metode Hipnoterapi

Kegunaan hipnoterapi bisa digunakan untuk mengatasi ketergantungan pada narkotika. Metode ini termasuk metode baru sehingga membuat orang benar-benar tidak menginginkan opioid kembali. Cara melakukan hipnoterapi juga tergolong mudah.  Namun, metode ini harus diimbangi dengan pendampingan dokter atau ahli kesehatan lain, karena bisa menimbulkan gejala putus obat.  Selain itu, tanpa adanya pendampingan dari dokter, ahli psikologis, dan keluarga kecenderungan penderita untuk kambuh lagi lebih besar.

  1. Bantuan dan Dukungan Keluarga

Kecanduan opioid yang kedua dapat diatasi dengan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat.  Semua rintangan dan kesulitan, termasuk rasa sakit yang dialami selama mengatasi kecanduan akan lebih mudah jika ada yang mendukung.  dukungan dari keluarga dan orang terdekat adalah motivasi yang tak ternilai.

  1. Disiplin

Setelah niat dan dukungan keluarga, disiplin adalah cara selanjutnya dari mengatasi kecanduan.  Tanpa adanya disiplin, maka akan sulit mengatasi hal ini sampai tuntas.  Umumnya disiplin didapat jika seorang yang sudah mengalami kecanduan cukup dalam berada di pesantren dan atau pusat rehabilitasi narkoba.  Di sini mereka akan mendapatkan pengawasan yang ketat dari para ahli.  Bisa ahli kedokteran, psikologi, dan rohani atau agama.

  1. Tim Yang Solid

Umumnya kecanduan di beberapa pusat rehabilitasi diatasi dengan adanya tim yang solid dan kompak. Seperti telah disebutkan, tim bisa terdiri dari dokter, psikolog, kerohanian, dan keluarga tentunya. Dokter biasanya dapat memberi beberapa obat pengganti yang dapat mengurangi sedikit demi sedikit kecanduan seseorang terhadap opioid. Psikolog akan memberikan motivasi dari sisi kepribadian. Ahli agama apaun namanya, akan memberikan solusi secara keimanan. Dan keluarga memberi motivasi secara personal, bahwa mereka masih mempunyai orang dan teman-teman yang membutuhkan dan mencintainya.

Itulah beberapa cara mengatasi kecanduan opioid. Sebelum artikel kita akhiri, hendaknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan gejala putus obat.

Gejala putus obat sering disebut juga sakau atau sakaw yang merupakan gejala atau sakit yang dialami seseorang ketika berhenti sama sekali mengkonsumsi suatu jenis narkotika.  Gejala ini ditimbulkan oleh syaraf otak yang bereaksi dengan perubahan neuro fisiologis.  Gejala-gejalanya, antara lain ;

Bahaya narkoba dan bahaya zat psikotropika harus diketahui semua orang, khususnya opioid. Karena cara mengatasi kecanduan opioid juga bukan hal mudah dan harus didukung oleh semua pihak. Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi kita sekalian.