Sponsors Link

12 Ciri Ciri Flu Singapura pada Anak dan Orang Dewasa

ads

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit flu singapura? Penyakit flu singapura bukan berarti penyakit flu yang berasal dari negara Singapura. Flu singapura adalah penyakit yang menyerang tangan, kaki dan mulut. Umumnya penyakit ini terjadi pada anak-anak usia 1 – 10 tahun. Ini termasuk jenis penyakit infeksi yang mudah menular. Penyebab virus yang menularkan flu singapura adalah coxsackievirus a.

Flu singapura sering ditandai dengan munculnya luka pada mulut. Namun penyakit ini selalu ditandai dengan beberapa gejala awal. Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit flu singapura yang muncul selama 3 hari setelah terinfeksi:

1. Demam

Demam terjadi ketika virus sudah menyebabkan infeksi di dalam tubuh. Anak yang sehat biasanya akan merasa demam tiba-tiba yang terjadi pada malam dan siang hari. Jika suhu tubuh sudah mencapai lebih dari 38 – 39 derajat Celcius maka anak sudah mulai rewel. Namun pada tahap ini biasanya belum disertai dengan luka pada bagian dalam mulut, kaki atau tangan. Demam biasanya dikenali sebagai gejala influenza (flu) atau kelelahan.

2. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan sering terjadi bersamaan dengan demam pada anak-anak. Rasa sakit menyebabkan anak-anak merasa sulit untuk minum atau makan. Biasanya kondisi ini disebabkan ketika virus memang sudah mulai berkembang di bagian mulut. Gejala bisa berkembang dengan lebih cepat jika bagian tenggorokan sudah banyak bercak merah keputihan seperti sariawan di dalam tenggorokan.

3. Badan Tidak Nyaman

Infeksi dari virus coxsackievirus a akan membuat badan menjadi tidak nyaman. Kondisi ini sering membuat anak-anak merasa tidak ingin bergerak banyak. Jika diperhatikan maka anak kecil lebih sering meminta digendong dan tidak ingin ditinggal sendirian. Kondisi bisa menjadi lebih parah jika anak-anak tetap memaksa untuk pergi ke sekolah.

4. Sariawan

Sariawan sering menjadi pertanda awal dari munculnya infeksi flu singapura. Sariawan biasanya muncul biasa tanpa disertai dengan demam atau rasa badan yang tidak nyaman. Sariawan bisa terjadi pada bagian bibir, gusi atau mulut bagian dalam. Baru setelah 24 jam maka infeksi berkembang dan menyebabkan semakin banyak sariawan yang terjadi. Terkadang sarian yang banyak jumlahnya juga tidak disertai dengan luka pada bagian kaki dan tangan.

5. Luka pada Gusi

Sponsors Link

Luka pada gusi biasanya terjadi selama dua hari setelah virus menginfeksi tubuh. Luka seperti bisul kecil berwarna putih kemerahan akan rasa di semua bagian gusi. Hal ini menyebabkan anak-anak sulit untuk makan dan minum. Luka tidak hanya perih tapi juga akan terasa sakit jika sedang berbicara. Anak- anak akan menjadi lebih rewel.

6. Luka pada Lidah

Luka pada bagian lidah termasuk jarang terjadi karena biasanya hanya menyebabkan luka pada bagian gusi dan bibir. Beberapa hari setelah tubuh terinfeksi maka bisa menyebabkan munculnya bercak putih merata pada lidah. Setelah itu, baru muncul lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah seperti sariawan pada lidah. Bahkan kondisi ini menyebabkan lidah tidak bisa merasakan atau indra pengecap tidak berfungsi dengan baik. (baca juga : bintik merah pada lidah)

7. Luka Pipi

Luka pada bagian pipi baik sisi kiri maupun sisi kanan biasanya terjadi bersamaan dengan luka yang muncul pada bagian langit-langit. Luka ini bisa terjadi pada bagian pipi dalam maupun luar. Luka akan berbentuk seperti sariawan atau jerawat yang sangat banyak. Bercak kemerahan biasanya pertanda luka akan segera berkembang. Luka yang seperti bisul kecil dan rata ini sebaiknya tidak terlalu sering disentuh dengan tangan karena bisa berkembang dengan cepat.

8. Telapak Kaki Ruam

Bagian telapak kaki yang ruam kemerahan paling sering terjadi. Anak-anak akan memiliki bekas ruam yang terlihat sangat jelas pada bagian telapak setelah itu akan berkembang ke semua bagian kaki. Pada bagian kaki yang sudah terluka maka akan cepat melepuh kemudian berkembang menjadi luka yang lebih luas.

9. Telapak Tangan Ruam

Sama seperti ruam merah yang terjadi pada bagian telapak kaki, maka telapak tangan juga bisa mengalami hal yang sama. Luka kemerahan awalnya muncul seperti luka yang sangat tipis. Namun setelah itu bisa berkembang sangat banyak dibagian punggung tangan dan sekitarnya. Luka pada bagian ini bisa menyebar hingga ke bagian lengan atas. Jika ada luka melepuh yang pecah maka bisa menyebabkan luka berkembang lebih cepat.

10. Luka pada Pantat

Luka pada bagian pantat paling sering terjadi pada bayi yang terkena flu singapura. Luka akan terlihat seperti bekas ruam merah yang terdiri dari bulatan-bulatan kecil. Kemudian luka akan berkembang dengan ukuran yang lebih besar dan melepuh. Hal ini akan membuat bayi menjadi sangat rewel terutama jika terkena air.

11. Tidak Nafsu Makan

sponsored links

Karena badan yang demam, luka pada bagian gusi dan sekitar mulut maka akan membuat anak-anak atau bayi menjadi tidak nafsu makan. Mereka akan menjadi lebih rewel karena merasa sangat tidak nyaman pada bagian mulut. Rasa sakit dan perih sering menyebabkan anak-anak menjadi demam dan membutuhkan perawatan.

12. Muntah

Muntah dan sakit perut sering terjadi pada anak-anak yang terkena flu singapura. Anak-anak sebenarnya merasa lapar namun karena bagian mulut yang tidak bisa makan dan minum dengan baik maka tubuh tidak mendapatkan asupan kebutuhan nutrisi yang cukup. Hal ini membuat anak-anak terus muntah, demam dan sakit perut. Perhatikan jika anak-anak juga sudah pernah mengalami gangguan penyakit maag.

Pengobatan untuk Flu Singapura

Pada umumnya flu singapura tidak memerlukan pengobatan khusus. Penyakit infeksi ini akan berkurang dan sembuh setelah beberapa hari. Perawatan yang biasanya digunakan untuk meringankan gejala adalah seperti:

  1. Memberikan parasetamol untuk mengatasi demam dan jika sudah sembuh maka jangan diberikan lagi. (baca juga : efek samping parasetamol)
  2. Memberikan banyak cairan mineral dan bukan cairan jus buah.
  3. Mengkonsumsi makanan yang lembut dan bisa dimakan dengan sedotan bukan sendok yang bisa membuat luka pecah.
  4. Jika luka pada bagian kaki dan tangan menyebabkan kehilangan kuku maka rawat dengan cairan pembersih luka. Kuku biasanya akan tumbuh kembali setelah infeksi sembuh. (baca juga : cara menjaga kesehatan kuku)
  5. Gunakan obat kumur untuk membantu mengurangi infeksi pada bagian mulut.

Tips Merawat Flu Singapura

  1. Menghisap es batu untuk mengurangi infeksi agar tidak bertambah parah
  2. Makan es krim agar luka pada mulut tidak menyebar ke bagian yang lain
  3. Hindari minum air hangat dan gantikan dengan air es atau air dingin.
  4. Hindari mengkonsumsi bahaya minuman bersoda dan perasa buah seperti jeruk atau lemon
  5. Hindari mengkonsumsi makanan yang berat dan butuh banyak waktu untuk mengunyah
  6. Konsumsi berbagai jenis makanan yang lembut dan tidak butuh banyak waktu untuk mengunyah seperti bubur, sup sayuran lembut dan makanan lain yang mudah dicerna
  7. Jangan lupa untuk berkumur setelah makan dan minum.
  8. Berkumur dengan air yang dicampur dengan sedikit garam

Cara Mencegah Flu Singapura

Pada dasarnya flu singapura adalah jenis penyakit menular yang sangat mudah. Untuk mengatasi penularan yang sangat cepat sebaiknya penderita yang terkena flu singapura tidak berada di tempat umum. Langkah ini diperlukan untuk mencegah agar infeksi tidak semakin meluas :

  1. Cucilah tangan dan kaki sesering mungkin setelah berada di tempat umum.
  2. Anak-anak harus diajarkan untuk segera mencuci tangan dan kaki setelah memegang berbagai jenis benda yang umum digunakan di dalam sekolah.
  3. Jangan terlalu sering memegang bagian hidung dan mulut dengan tangan terutama jika tangan kotor atau setelah memegang berbagai jenis fasilitas umum.
  4. Usahakan untuk selalu menggunakan perlengkapan makan pribadi. Anak-anak yang membawa bekal ke sekolah, harus diajarkan untuk selalu menggunakan perlengkapan pribadi.
  5. Anak yang terkena infeksi flu singapura sebaiknya tidak berangkat ke sekolah atau tempat bermain umum hingga infeksi benar-benar sudah sembuh.
Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Saturday 21st, November 2015 / 05:34 Oleh :
Kategori : Flu Singapura