17 Ciri Ciri Gangguan Hormon Pada Wanita yang Tidak Seimbang

1467

Ketidakseimbangan hormon baik pada pria maupun wanita bisa melemahkan tubuh dari waktu ke waktu. Gangguan hormon bisa terjadi pada saat kelenjar pada sistem endokrin mengalami gangguan sehingga bisa meningkatkan atau menurunkan produksi hormon.

Keadaan ini bisa berbahaya mengingat hormon memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia seperti perkembangan seksual, proses metabolisme, menjaga keseimbangan fungsi tubuh dan lain sebagainya. Ada beberapa ciri ciri gangguan hormon pada wanita yang bisa dikenali dan pada kesempatan kali ini akan kami jelaskan selengkapnya untuk anda.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Umumnya, wanita akan mengalami siklus menstruasi antara 21 sampai 35 hari. Namun sebagian wanita bisa mengalami periode yang lebih pendek atau lebih lama dan penyebab telat datang bulan yang terkadang juga disertai dengan kram perut, pendarahan menstruasi berlebihan atau bahkan tidak menstruasi selama 3 bulan dan menjadi salah satu pertanda dari gangguan hormon pada wanita.

  1. Tidak Dapat Tidur Nyenyak

Jika anda tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam hari, maka kemungkinan besar anda mengalami ketidakseimbangan hormon. Progesteron merupakan senyawa yang dikeluarkan indung telur untuk membantu anda tidur. Jika kadarnya terlalu rendah maka bisa menyebabkan anda kesulitan untuk tidur dan akan ada banyak penyakit akibat kurang tidur yang bisa terjadi.

  1. Kulit Berjerawat Kronis

Wajah berjerawat memang hal umum yang dialami wanita sebelum atau selama menstruasi. Akan tetapi jika jerawat yang terjadi kronis, maka ini disebabkan karena gangguan hormon yakni kadar androgen terlalu berlebihan yang membuat kelenjar minyak berproduksi terlalu aktif sehingga menyumbat pori dan mengakibatkan jerawat kronis yang bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan penurun androgen.

  1. Susah Berkonsentrasi

Banyak wanita dalam perimenopause dan juga sesudah menopause yang mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi dan juga masalah memori yang terjadi karena penurunan kadar hormon estrogen. Susah berkonsentrasi ini juga terkadang diikuti dengan meningkatnya depresi dan juga hot flash.

  1. Gangguan Fungsi Pencernaan

Sel yang melapisi saluran gastrointestinal yang memiliki respon untuk progesteron dan estrogen. Ketika terjadi perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan sehingga berdampak pada fungsi pencernaan seperti:

  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare atau penyebab mencret
  • Kembung
  • Mual sebelum dan sesudah menstruasi
  • Perubahan mood
  1. Kelelahan Ekstrim

Kelelahan ekstrim juga menjadi ciri dari gangguan hormon pada wanita yakni hormon progesteron yang membuat seorang wanita kesulitan tidur dan akhirnya membuat tubuh kelelahan. Gangguan hormon lainnya yang juga bisa menyebabkan kelelahan adalah menurunnya hormon tiroid sehingga harus mengkonsumsi obat dari dokter untuk mengembalikan kadar hormon agar bisa normal seperti obat untuk mengatasi penyebab hipertiroid.

  1. Gangguan Mood

Gejala atau ciri gangguan hormon pada wanita juga bisa terlihat dari perubahan mood yang terjadi. Seorang wanita yang sedang mengalami gangguan hormon bisa mengalami:

Hal-hal demikian biasanya lebih karena perubahan hormon estrogen sehingga bisa berpengaruh pada neurotransmitter seperti serotonin, dopamin dan juga norepinefrin.

  1. Berat Badan Bertambah

Gangguan hormon juga membuat wanita lebih ingin mengkonsumsi makanan berlemak, gula, kalori dan juga garam berlebih yang dilakukan untuk memberikan perasaan lebih nyaman yang berujung pada obesitas. Hal inilah yang nantinya menyebabkan berat badan bertambah karena lemak, gula dan kalori sekaligus meningkatkan retensi air serta kembung karena garam berlebihan.

  1. Sakit Kepala

Sering sakit kepala memang menjadi hal umum yang dialami seorang wanita. Akan tetapi jika sakit kepala ini terjadi secara rutin setiap bulan, maka menjadi ciri ciri dari gangguan hormon pada wanita yang disebabkan karena menurunnya hormon estrogen.

  1. Kondisi Area Kewanitaan Kering

Gangguan hormon juga bisa terlihat dari kondisi area kewanitaan yang mengering dan membuat dinding vagina semakin tipis. Hal ini nantinya akan menimbulkan rasa sakit ketika berhubungan seksual sehingga kemungkinan besar akan diresepkan hormon sintetis atau hormon bioidentik untuk mengatasi gejala dari gangguan hormon tersebut sekaligus sebagai cara menjaga kesehatan organ reproduksi.

Itulah tadi beberapa dari sekian banyak ciri ciri gangguan hormon pada wanita yang beberapa diantaranya juga sering ditimbulkan dari beberapa jenis penyakit atau gangguan tubuh lainnya. Ketika beberapa gejala diatas terjadi, maka sebaiknya periksakan diri anda ke dokter untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.