20 Penyebab Tubuh Lemah Letih Lesu

10201

Tubuh yang terasa lemah, letih, atau lesu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keadaan tubuh tersebut bisa diakibatkan oleh berbagai hal. Berikut ini beberapa penyebab tubuh lemah letih lesu:

  1. Kurang makan

Penyebab tubuh lemah, letih, lesu salah satunya yaitu kurangnya asupan makanan. Setiap hari manusia membutuhkan asupan makanan untuk mencukupi kebutuhan energinya. Aktivitas yang dilakukan oleh manusia membuat mereka harus mengeluarkan energi dalam jumlah tertentu. Jika tidak dipenuhi maka seseorang akan menjadi lemas atau kekurangan tenaga. Ini bisa dibandingkan dengan kendaraan yang membutuhkan bensin, atau mainan yang membutuhkan baterai.

  1. Kurang minum

Selain kurang makan, kurang minum juga menjadi salah satu penyebab seseorang menjadi lemah, letih, dan lesu. Meskipun energi didapatkan dari makanan, namun tubuh juga membutuhkan air, khususnya air putih. Kebutuhan air putih seseorang setiap hari yaitu sekitar 8 gelas air putih. Memang tak sedikit orang yang kemudian tidak memenuhi kebutuhan air mereka. Tak hanya tubuh yang menjadi lemah, letih, dan lesu namun berbagai penyakit bisa mudah datang pada mereka yang kurang minum. Kurang minum juga bisa menyebabkan pusing kepala dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  1. Setelah berolahraga

Setelah berolahraga maka tubuh cenderung akan menjadi kelelahan. Olahraga memang menjadi salah satu cara agar tubuh menjadi lebih sehat. Namun saat setelah berolahraga dan tubuh kehilangan banyak energi maka tubuh akan cenderung menjadi lemah. Untuk mengatasinya maka bisa dengan menyiapkan minuman untuk diminum saat berolahraga. Minuman yang diminum setelah berolahraga juga perlu diperhatikan agar mendukung kesehatan tubuh. Makan setelah berolahraga bisa dilakukan dengan memperhatikan porsi makanan agar tidak berlebihan.

  1. Setelah bekerja keras

Setelah bekerja keras maka tubuh juga akan menjadi lemah, letih, dan lesu. Bekerja keras misalnya membersihkan seluruh rumah, mengangkat barang-barang berat, belajar sepanjang hari, dan lain-lain. Energi yang dikeluarkan jika tidak mendapatkan pengganti maka  akan membuat tubuh menjadi lemah, letih, dan lesu. Jadi setelah bekerja keras sebaiknya segera mengganti energi yang terbuang dengan minum air secukupnya dan makan secukupnya.

  1. Kurang tidur atau insomnia

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Manusia membutuhkan tidur untuk memulihkan tenaganya setelah seharian digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Sehari, setidaknya kita membutuhkan waktu tidur sebanyak 6-8 jam. Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh menjadi lemah, letih, dan lesu. Jadi usahakan untuk tidur cukup di malam hari.

Tubuh membutuhkan istirahat dan tidur merupakan cara istirahat yang paling bisa memulihkan tenaga. Saat tidur tidak hanya tubuh yang beristirahat tapi juga pikiran kita. Berbeda saat kita beristirahat biasa, maka pikiran kita bisa terus bekerja.

Baca : Penyebab Insomnia

  1. Anemia

Gejala lemah, letih, dan lesu merupakan salah satu gejala dari penyakit anemia. Anemia terjadi saat jumlah sel darah merah di dalam tubuh terlalu rendah. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Penyebab anemia sendiri bisa bermacam-macam, misalnya anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia yang terjadi saat kekurangan zat besi tersebut merupakan jenis anemia yang paling sering terjadi. Ada juga thalassemia yang merupakan kelainan darah yaitu tubuh membentuk hemoglobin yang tidak normal.

  1. Pilek dan Influenza

Flu dan pilek biasa merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada sistem pernapasan. Keduanya bisa menimbulkan gejala bersin-bersin dan batuk-batuk. Pilek menyerang sistem pernapasan atas yaitu tenggorokan dan hidung, namun flu dapat menyerang paru-paru. Selain bersin dan batuk, penderita flu dan pilek juga akan merasa tubuhnya tidak fit, yaitu lemah, letih, dan lesu. Saat penyakit semakin parah maka biasanya dapat mengganggu aktivitas sehingga harus beristirahat terlebih dahulu. Makan dan minum air putih yang cukup akan membantu untuk mengatasi penyakit ini selain minum obat dan istirahat. Daya tahan tubuh yang tinggi bisa membuat kita terhindar dari pilek dan influenza.

  1. CFS (Chronic Fatigue Syndrome)

Chronic fatigue syndrome merupakan sebuah gangguan kesehatan yang berupa kelelahan yang luar biasa dan tidak dapat dijelaskan dengan kondisi medis. Penyebab dari CFS sendiri belum diketahui, peneliti menspekulasikan penyebabnya sebagai virus, hipotensi, sistem imun yang lemah, dan gangguan hormonal. Penderita CFS umumnya juga menderita jenis penyakit lain namun tidak dapat dispesifikasikan jenis penyakit tertentu yang membuat seseorang menderita CFS. Orang dengan CFS kadang-kadang memiliki sistem imun tubuh yang lemah namun dokter belum menyimpulkan apakah itu menjadi penyebabnya. Penderita CFS biasanya berusia antara 40 sampai dengan 50 tahun, dengan jumlah pasien wanita lebih besar daripada laki-laki.

  1. Kadar gula rendah (Hypoglycemia)

Kadar gula darah yang rendah atau hypoglycemia dapat menjadi kondisi yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Penyakit ini dapat terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan obat untuk meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Terlalu banyak menggunakan obat tersebut, tidak makan tepat waktu, berolahraga terlalu keras, merupakan kebiasaan yang dapat memicu kadar gula darah yang rendah. Tanpa adanya kadar gula yang cukup, tubuh tidak dapat bekerja dengan normal. Kadar gula tergolong rendah jika berada di bawah 70 mg/dL. Gejala dari penyakit ini antara lain:

  • Pandangan kabur
  • Detak jantung kencang
  • Lelah dan lemah
  • Kulit pucat
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Gatal-gatal
  1. AIDS

Lemah, letih, lesu bisa menjadi salah satu gejala bagi orang yang menderita HIV-AIDS. Penderita AIDS akan mengalami penurunan daya tahan tubuh dan bisa berujung pada kematian. Penyebab AIDS sendiri bisa dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat seperti seks bebas dan penularan antara pengguna narkoba. Banyak orang yang seringkali malu jika mengetahui bahwa dirinya menderita AIDS. Sekitar seperempat orang yang terinfeksi tidak sadar bahwa mereka sedang menderita AIDS. Hal tersebut bisa menyebabkan kematian yang lebih awal daripada penderita yang melakukan pengobatan secara rutin.

Baca: Cara Mengetahui Terkena HIV/AIDS

  1. Kadar Potassium Kurang

Hypokalemia merupakan gangguan kesehatan yang berupa kurangnya kadar potassium dalam darah. Tingkatan potasium normal dalam darah yaitu 3.6-5.2 millimoles per liter. Potassium dibutuhkan oleh syaraf dan juga fungsi sel otot dalam jantung. Ginjal yang akan mengendalikan kadar potassium tersebut. Potassium akan dikeluarkan melalui urin atau keringat. Kurangnya kadar potassium dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Hypokalemi biasanya terjadi saat terlalu banyak potassium yang keluar melalui urin, keringat, atau pergerakan isi perut. Di sedikit kasus, hypokalemia disebabkan oleh sedikitnya asupan potassium. Gejala penderita hypokalemia yaitu kelelahan, letih, konstipasi, dan kram otot.

  1. Pendarahan/Berdarah

Darah yang terlalu banyak keluar dari tubuh dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan lesu. Pendarahan dapat berupa pendarahan di luar tubuh ataupun pendarahan di dalam tubuh. Pendarahan tersebut dapat disebabkan oleh terluka, terkena benda tajam, dan lain-lain. Terlalu banyak pendarahan bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mengatasi pendarahan yang terus-menerus maka perlu diberikan penanganan khusus dan transfusi darah pada penderita.

  1. Serangan Stroke

Stroke merupakan sebuah serangan pada bagian otak manusia. Otak kekurangan oksigen dan makanan dan menyebabkan aliran darah ke otak menjadi terhambat. Sel otak dan jaringannya mulai mati sehingga menyebabkan stroke. Gejala dari penderita stroke antara lain kelelahan yang tiba-tiba atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Cara untuk mengidentifiasi serangan stroke secara cepat yaitu dengan memintanya untuk tersenyum, mengangkat tangannya, berbcara, dan jika ternyata tidak dapat melakukan hal tersebut dengan baik maka perlu segera mendapatkan penanganan khusus.

  1. Kehamilan

Kehamilan kadang bisa membuat seorang wanita menjadi lebih mudah lelah. Ibu hamil memerlukan nutrisi tambahan agar kandungannya serta dirinya sendiri dapat menjaga kesehatannya. Meskipun cenderung mudah lelah namun ibu hamil sebaiknya tetap beraktivitas jika memungkinkan. Aktivitas yang dilakukan juga sebaiknya tidak terlalu keras sehingga kandungannya tidak terganggu. Mempersiapkan kehamilan menjadi penting agar seorang ibu benar-benar siap saat melahirkan dan akhirnya merawat bayi tersebut.

  1. Leukimia

Leukimia merupakan kanker darah putih yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu dari gejala leukimia adalah tubuh yang mudah lelah dan lesu. Penyebab dari leukimia sendiri tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko kanker darah putih antara lain:

  • Riwayat keluarga yang juga menderita leukimia
  • Merokok
  • Gangguan genetis seperti Down syndrome
  • Gangguan darah seperti myelodysplastic syndrome
  • Pengobatan kanker lain dengan kemoterapi atau radiasi
  • Terkena paparan radiasi tinggi
  • Terkena zat kimia seperti benzene
  1. Malaria

Malaria merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Penyakit ini biasanya ditemukan di daerah beriklim tropis dan subtropis, dimana parasit dapat hidup. Malaria juga dapat ditularkan melalui transmisi darah. Gejala dari penyakit malaria yaitu tubuh menjadi lemah, demam tinggi, muntah, diare, koma, anemia, sakit otot, dan lain-lain. Penyakit malaria bisa berakibat fatal bagi penderitanya sehingga harus mendapatkan penanganan segera.

  1. Kegemukan

Orang gemuk cenderung lebih mudah lelah dibandingkan dengan orang kurus. Kondisi kegemukan pada seseorang dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit seperti diabetes, sakit jantung, dan kanker. Penyebab dari kegemukan antara lain pola makan yang tidak sehat, tidak cukup tidur, kehamilan, tidak cukup berolahraga, dan lain-lain. Sebagian orang memiliki masalah genetis yang dapat meningkatkan risiko kegemukan. Kegemukan tersebut dapat diatasi dengan mengubah pola makan dan pola hidup yang lebih sehat

  1. Diabetes

Diabetes merupakan sekelompok penyakit  metabolisme kronis yang menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah. Hal tersebut terjadi karena terjadi gangguan pada produksi dan atau fungsi insulin. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas saat kita makan. Insulin dapat membuat gula masuk ke dalam darah melalui sel. Jika sel tubuh tidak memiliki insulin yang bekerja dengan baik maka kadar gula dalam darah akan meningkat.

  1. Infeksi saluran kencing

Infeksi pada saluran kencing dapat terjadi karena jamur, virus, ataupun bakteri. Infeksi ini menjadi jenis infeksi kedua paling banyak terjadi pada manusia. Gejala yang terjadi pada infeksi saluran kencing bawah misalnya urin yang berwarna gelap, meningkatnya frekuensi buang air kecil, bau urin yang lebih menyengat, dan lain-lain. Sedangkan gejala yang terjadi pada infeksi saluran kencing atas yait sakit pada bagian atas saluran kencing, demam, mual, muntah, dan lain-lain. Penderita juga bisa terlihat lelah karena rasa sakit yang ia derita.

  1. Gangguan kecemasan

Tak hanya masalah kesehatan fisik, penyebab tubuh lemah, letih, lesu juga bisa dikarenakan oleh masalah mental seperti gangguan kecemasan. Gangguan tersebut bisa berhubungan dengan kesehatan fisik sehingga perlu ditelusuri apa yang menjadi penyebabnya. Selain terapi mental, penderita gangguan kecemasan biasanya mendapatkan obat-obatan khusus untuk mengatasi masalah kecemasan misalnya Xanax, Klonopin, Ativan, dan Buspar.

Itulah 20 penyebab tubuh yang lemah, letih, dan lesu. Mengetahui penyebab dari tubuh yang lemah, letih, dan lesu akan memudahkan kita untuk segera dapat memulihkan diri. Kadang kita terlalu menganggap remeh saat tubuh tiba-tiba terasa lelah atau lemah padahal bisa saja itu disebabkan oleh penyakit lain. Seperti yang terlihat di atas ada beberapa penyakit yang cukup parah dengan gejala lemah, letih, dan lesu. Oleh karena itu kita perlu terus waspada, dan jika keadaan lemah, letih, dan lesu tersebut terus berkelanjutan maka perlu segera memeriksakan diri ke dokter agar segera diketahui apa penyebab pastinya. Pelajari juga gejala-gejala lain yang mengiringi keadaan tubuh yang lemah, letih, dan lesu tersebut.