Ratusan Ribu Orang Terkena ISPA Akibat Kabut Asap, Begini Cara Penanganannya!

78

Kabut asap yang terjadi beberapa bulan ini akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Riau telah menyebabkan berbagai masalah pada masyarakat di sekitarnya, terutama masalah kesehatan pernapasan. Lebih dari seratus ribu orang dinyatakan terkena penyakit ISPA akibat menghirup asap yang terus menyelimuti Kalimantan, Riau dan daerah di sekitarnya. ISPA sendiri merupakan infeksi pada saluran pernapasan akibat partikel asing masuk saat menghirup udara.

Beberapa gejala yang muncul saat seseorang terserang ISPA yaitu batuk dan bersin, pilek, hidung tersumbat, dada terasa nyeri, mengalami sesak napas, demam, nyeri otot hingga sakit kepala. Jika terjadi pada bayi dan anak-anak, gejala bahkan dapat terlihat lebih parah, seperti enggan untuk bermain atau beraktivitas, rewel, muntah-muntah, kesulitan bernapas dan mengalami bengek saat menarik napas. Kondisi ini tentu tidak dapat dibiarkan karena dapat menimbulkan komplikasi jika terlambat ditangani.

Cara Menangani Penyakit ISPA karena Kabut Asap

Sebenarnya penyakit ISPA dapat sembuh sendiri jika kita dapat menjaga daya tahan tubuh dengan baik. Namun, beberapa tindakan berikut ini bisa dilakukan agar gejala ISPA dapat segera hilang.

  1. Banyak minum air putih untuk mencegah tenggorokan kering, juga mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan.
  2. Istirahat dengan cukup dan tidur dengan teratur.
  3. Bila perlu, konsumsi madu dicampur lemon untuk membantu meredakan batuk.
  4. Tinggikan posisi kepala saat sedang tidur agar dapat bernapas lebih lancar.
  5. Untuk mengatasi iritasi pada tenggorokan, berkumur air garam hangat akan sangat membantu.
  6. Hidung yang tersumbat dapat diatasi dengan menghirup uap air panas dari baskom yang telah dicampur dengan minyak kayu putih.
  7. Bila perlu, pergilah ke dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat. Obat-obatan yang biasanya diberikan adalah paracetamol, obat batuk, diphenydramine dan pseudoephedrine untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat.

Akan lebih baik jika kita dapat menghindari dampak dari kabut asap tersebut sebelum penyakit ISPA menyerang. Cara mencegah sesak napas akibat kabut asap dapat dilakukan dengan tindakan seperti:

  • hindari keluar rumah atau aktivitas di luar ruangan selama asap masih dirasakan
  • bila terpaksa harus keluar karena urusan pekerjaan dan sebagainya, gunakan masker yang sesuai standar agar asap tidak terhirup
  • banyak mengkonsumsi air putih agar tubuh tidak dehidrasi dan stamina tetap terjaga
  • segera temui dokter jika terasa salah satu gejala penyakit ISPA muncul, terutama saat tenggorokan terasa mengganjal dan sesak napas.

Penanganan ISPA akibat kabut asap seperti yang telah dijelaskan di atas perlu dilakukan sesegera mungkin, sebelum gejala yang muncul bertambah parah. Jika sudah parah dan terlambat diobati, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pernapasan yang lebih serius, terutama pada paru-paru. Karena itu, menghindari kabut asap sekaligus selalu menjaga kesehatan akan membantu mencegah serangan ISPA.