Pentingkah Vaksin Flu untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasannya

64

Vaksin flu untuk ibu hamil cukup diperdebatkan di masyarakat, sebagian sepakat kalau vaksin ini memang memberikan manfaat namun sebagian lagi berpendapat kalau vaksin flu dapat menyebabkan anak yang lahir mengalami autisme. Sebenarnya, itu hanyalah mitos dan tidak benar karena ibu hamil sangat memerlukan vaksin flu. Tidak hanya untuk melindungi dirinya namun yang lebih penting untuk melindungi janin yang dikandungnya. Hal ini dikarenakan ibu hamil memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, karena itu lebih mudah terserang virus flu.

Seberapa Penting Vaksin Flu untuk Ibu Hamil?

Penyakit flu atau influenza terjadi karena infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan dengan gejala seperti demam, sakit kepala, tubuh terasa lemas, sakit tenggorokan hingga diare. Gejala kesehatan tersebut biasanya terjadi selama seminggu, atau mungkin lebih saat daya tahan tubuh sedang menurun. Namun adakalanya bisa menjadi parah dan yang paling fatal dapat menyebabkan kematian. Orang-orang yang lebih membutuhkan vaksin flu adalah lansia, ibu hamil, anak-anak termasuk bayi dengan usia di bawah 6 bulan.

Sayangnya, bayi di bawah 6 bulan belum diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin tersebut. Karena itu ibu hamil yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin flu, dengan harapan janin yang dikandungnya akan terlindungi dari virus flu hingga ia dilahirkan. Bahkan bayi tersebut tetap terlindungi hingga usianya mencapai 6 bulan.

Tidak hanya itu, ibu hamil pun sangat membutuhkan vaksin flu agar lebih terproteksi dari penyakit flu. Jika ibu hamil sering mengalami flu, maka akan ada resiko bayi lahir prematur, bayi lahir cacat atau bahkan bayi meninggal di dalam kandungan. Resiko ini tentu tidak boleh diabaikan, karena itu vaksin flu semestinya menjadi prioritas untuk diberikan kepada ibu hamil.

Efek Samping dan Hal yang Harus Diperhatikan

Vaksin flu untuk ibu hamil memang dibutuhkan, namun ada yang harus dipahami sebelum ibu mendapatkan vaksin tersebut. Jika ibu sedang demam, sebaiknya tunda vaksinasi influenza hingga tubuh kembali fit. Selain itu, jika ibu hamil memiliki alergi terhadap telur, beritahukan pada dokter sebelum mendapatkan vaksin, karena telur digunakan dalam mengkultur virus flu tersebut. Terlebih lagi jika sebelumnya ibu mengalami reaksi khusus setelah pemberian vaksin flu, atau pernah mengalami penyakit Guillain- Barre Syndrome sebelumnya.

Meski memberikan keuntungan, tetap saja vaksin flu dapat memberikan efek samping walaupun reaksinya berbeda pada setiap orang. Biasanya efek samping yang muncul yaitu:

  • muncul tanda kemerahan dan bengkak pada bekas suntikan
  • terkadang muncul rasa mual
  • sakit kepala dan demam
  • nyeri otot yang berlangsung selama 1 hingga 2 hari.

Efek samping tersebut tidak selalu muncul dan sangat jarang menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan. Karena itu, jangan ragu untuk meminta vaksin ini di pusat pelayanan terdekat sebagai cara meningkatkan antibodi saat hamil agar Anda dan janin lebih terlindungi.