Torakoskopi – Pengertian – Tindakan – Perawatan – Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Organ dalam  tubuh manusia pada dasarnya adalah sebuah organ yang sangat rentan akan adanya penyakit. Meskipun tubuh kita sendiri memiliki sistem kekebalan yang dapat mencegah serangan berbagai jenis penyakit, namun tetap saja organ yang terlindung dalam  tubuh kita bisa setiap saat terserang oleh beragam jenis penyakit. ketika suatu organ terserang penyakit tertentu maka akan sangat berpengaruh terhadap pola kerja dari organ tersebut. Pada beberapa kasus organ yang mengalami gangguan tertentu akan menunjukan gejala-gejala gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ tersebut. salah satu hal yang cukup berbahaya adalah ketika kerusakan suatu organ dapat mempengaruhi kinerja dari organ lain yang masih sehat dan masih dapat berfungsi secara normal.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa tubuh manusia ini terdiri dan tersusun dari beragam jenis organ. Setiap organ selalu bekerja dan berhubungan antar organ lain, maka dari itu kerusakan suatu organ akan dapat dengan cepat menyebar dan mempengaruhi organ serta jaringan yang berada di sekitarnya. Gangguan pada organ yang ada dalam tubuh sendiri memiliki jenis yang sangat beragam. Setiap penyakit yang masuk kedalam tubuh akan menunjukan gejala tertentu yang kadang membingungkan. Hal ini dikarenakan terkadang gejala yang muncul merupakan sebuah gejala tunggal yang berdiri sendiri. Jika tidak diperiksa secara lebih menyeluruh dan teliti maka bisa menyebabkan kesalahan diagnosa yang dapat mengakibatkan kesalahan penanganan.

Salah satu organ yang sering mengalami gangguan adalah paru-paru. Organ yang satu merupakan organ yang sangat rawan terserang beragam jenis penyakit. Meskipun paru-paru tidak secara langsung bersinggungan dengan dunia luar, namun organ yang satu ini secara tak langsung berhubungan dengan dunia luar. Hal ini terkadang dapat menimbulkan beragam jenis infeksi kuman dan penyakit. Meskipun terkadang penyakit yang muncul dan menyebabkan gangguan pada organ paru-paru bisa juga berasal dari dalam tubuh sendiri. Salah satu cara untuk dapat mengatasi penyakit atau gangguan yang terjadi dalam paru-paru adalah melalui tindakan operasi. Salah satu tindakan operasi yang bisa dilakukan adalah Torakoskopi. Mungkin, tak banyak yang telah mendengar tindakan medis yang satu ini. Kali ini kita akan membahas mengenai beberapa hal yang berhubungan tindakan torakoskopi. Ada banyak hal yang harus kalian ketahui dan pahami mengenai tindakan medis yang satu ini. Beberapa hal yang harus kalian pahami adalah

Torakoskopi

Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya bahwa organ paru-paru merupakan salah satu organ yang sangat rawan untuk serangan penyakit. Banyak sekali jenis penyakit yang muncul dan kemudian menyerang organ yang satu ini. Semua penyakit tersebut akan menimbulkan beragam gangguan. Meskipun jenis dari gangguan yang muncul akan sangat berbeda-beda satu sama lain. Operasi merupakan salah satu tindakan yang paling efektif untuk dapat mengatasi gejala penyakit yang timbul pada paru-paru. Kita sendiri mengenal beberapa jenis tindakan operasi yang bertujuan untuk mengatasi masalah pada organ paru. Pneumonektomi adalah satu dari sekian banyak tindakan operasi yang bisa dilakukan untuk proses pengobatan.

Operasi yang dilakukan pada organ paru-paru kebanyakan adalah tindakan operasi besar. Operasi ini sendiri memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk menimbulkan resiko yang juga berbahaya untuk pasien itu sendiri. Maka dari itu terkadang tindakan operasi pada organ paru-paru sendiri selalu menjadi pilihan terakhir. Jika masih dimungkinkan untuk mendapatkan metode pengobatan yang aman selain paru-paru maka pengobatan tersebut akan lebih di utamakan. Hal ini dikarenakan tindakan operasi akan dapat membuat perubahan yang cukup signifikan pada organ paru.

Torakoskopi sendiri merupakan salah satu tindakan operasi yang sangat minim resiko. Tindakan operasi ini biasanya digunakan untuk mengobati pleuritis. Banyak dokter yang kini menyarankan untuk melakukan tindakan operasi ini, untuk menangani beberapa jenis penyakit yang terjadi pada paru-paru. Tindakan operasi torakoskopi ini sendiri memiliki banyak sekali fungsi dan tujuan. Tindakan medis ini bisa menjadi salah satu cara untuk mendiagnosa penyakit pada paru. Namun, tindakan medis yang satu ini juga bisa menjadi sebuah tindakan terapi untuk menyembuhkan penyakit paru. Sehingga bisa dikatakan bahwa tindakan torakoskopi sendiri sangat fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.

Kapan Tindakan Torakoskopi Dilakukan?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa tindakan operasi torakoskopi ini sendiri merupakan sebuah tidnakan operasi yang sangat fleksibel. Hal ini dikarenakan tindakan operasi ini sendiri dapat  digunakan untuk berbagai macam tujuan pengobatan sesuai dengan kebutuhan dan keperluan dokter dan pasien. Namun, secara umum terdapat beberapa alasan yang bisa digunakan untuk melandasi pelaksanaan operasi torakoskopi, seperti

  • Pemeriksaan internal dan analisis paru-paru, rongga pleura, dinding dada, perikardium, dan mediastinum
  • Biopsi paru-paru, pleura, atau mediastinum
  • Reseksi massa pada paru-paru
  • Pengeluaran cairan yang menumpuk pada rongga pleura
  • Melakukan tindakan operasi tertentu
  • Menyelidiki efusi pleura
  • Penentuan stadium kanker paru-paru yang terdeteksi sebelumnya

Fungsi biopsi merupakan salah satu alasan yang bisa digunakan untuk melaksanakan tindakan operasi ini. Melalui fungsi biopsi ini maka dokter akan dapat mengumpulkan berbagai macam sample yang berhubungan dengan gangguan yang terjadi pada bagian dalam paru-paru. Salah satunya adalah pengambilan sample jaringan yang dapat menunjukan jenis penyakit tertentu yang sedang menyerang organ paru-paru. 

Telah kita sebutkan sebelumnya bahwa tindakan torakoskopi ini sendiri selain berfungsi untuk tindakan diagnostik juga berfungsi untuk tindakan pengobatan. Ketika tindakan torakoskopi ini digunakan sebagai metode pengobatan maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan dengan metode torakoskopi, seperti

  • Operasi laser
  • Pengeluaran nanah atau penumpukan cairan
  • Pleurodesis, atau menyuntikkan obat langsung ke daerah yang terserang
  • Pengangkatan tumor
  • Pengangkatan bula atau kantung yang berisi udara pada paru-paru untuk pengobatan emfisema.

Tindakan operasi serta tujuan penggunaan operasi torakoskopi ini sendiri akan sangat dipengaruhi oleh kondisi dari pasien itu sendiri. Melalui tindakan torakoskopi ini sendiri, pasien akan dapat mengetahui beragam jenis penyakit yang mungkin saat sebelumnya tak diketahui. Diagnosa dini terhadap suatu penyakit akan sangat bermanfaat bagi penanganan penyakit tersebut untuk kedepannya. Selain itu dengan hasil laboratorium yang lebih akurat maka dokter akan dapat menentukan tindakan yang tepat dan cepat untuk menangani penyakit pasien.

Prosedur Sebelum Torakoskopi

Meskipun torakoskopi merupakan salah satu tindakan medis yang dibilang minim dengan resiko. Tapi tetap saja tindakan medis yang satu akan menimbulkan resiko pada tubuh pasien itu sendiri. Maka dari itu sebelum tindakan operasi pasien akan melakukan beberapa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Selama konsultasi berlangsung dokter akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan riwayat kesehatan pasien. beberapa pertanyaaan yang umum seperti

  • Ada tidaknya gejala alergi pada obat
  • Ada tidaknya obat yang sedang dikonsumsi
  • Pernah tidaknya pasien melalukan operasi pada bagian paru-paru

Setelah melakukan beberapa konsultasi maka dokter akan melanjutkannya dengan beberapa tes yang lebih mendetail dan terperinci. Beberapa tes yang biasa dilakukan seperti tes darah, CT Scan, dan beberapa tes yang lain.

Setelah pasien menjalani tes tersebut biasanya dokter akan memberikan beberapa instruksi yang harus dilakukan oleh pasien sebelum menjalani operasi, seperti

  • Puasa beberapa jam sebelum operasi
  • Mengurangi obat-obatan anti koagulan
  • Istirahat yang cukup

Tindakan  Operasi Torakoskopi

Tindakan operasi ini diawali dengan pemberian bius total kepada pasien. Setelah pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri, maka dokter akan membuat sayatan kecil pada bagian rusuk pasien. Melalui sayatan tersebut dokter akan memasukan tabung endoskoppi. Setelah tabung tersebut dimasukan maka dokter akan dapat melakukan tindakan pengobatan, biopsi maupun tindakan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan operasi. Pada operasi metode ini dokter akan lebih leluasa untuk dapat memperoleh beragam sample dan mengobati berbagai bagian pada paru-paru. Hal ini tentunya lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan penggunaan metode operasi terbuka yang lebih beresiko tinggi.

Pada dasarnya operasi Torkoskopi ini sendiri tak jauh berbeda dengan tindakan operasi laparoskopi. Keduanya sangat aman untuk digunakan selain itu juga masa penyembuhan dari kedua metode tersebut juga lebuh cepat. Selain itu pasien juga tidak perlu terlalu lama melakukan perawatan dirumah sakit, karena pasien dapat melakukan rawat jalan untuk operasi torakoskopi ini sendiri.

Perawatan Pasca Operasi

Pada pasien yang menjalani tindakan operasi torakoskopi ini sendiri biasanya akan  diminta untuk tinggal sementara di rumah sakit. Hal ini ditujukan agar dokter dapat memantau kinerja dari paru-paru pasien. Pemantauan setelah operasi ini menjadi sangat penting untuk menentukan apakah masih terdapat kelainan pada paru-paru pasien atau tidak. Jika tidak diketemukan adanya kelainan pada paru-paru pasien maka dokter akan memperbolehkan pasien untuk pulang.

Pada pasien yang menjalani rawat jalan, maka dokter akan memberikan beberapa instruksi yang wajib dilakukan oleh pasien. beberapa instruksi yang biasa diberikan adalah,

  • Latihan ringan untuk meningkatkan sirkulasi dan memperkuat otot-otot
  • Hindari aktivitas berat
  • Kembali bekerja jika merasa siap
  • Minum obat nyeri yang diresepkan
  • Mencari perawatan lanjutan
  • Konsultasi secara rutin 

Efek Samping

Sama halnya dengan tindakan medis yang lain, yang tak bisa lepas dari kemungkinan munculnya efek samping atau resiko. Meskipun tindakan torakoskopi ini sendiri dikatakan minim resiko, tapi masih ada beberapa resiko yang bisa saja muncul, seperti

  • Reaksi alergi terhadap obat bius yang digunakan
  • Infeksi, yang mungkin terjadi dalam semua tindakan yang memerlukan sayatan kulit
  • Kerusakan organ atau cedera, misalnya perforasi lapisan organ
  • Paru-paru kolaps, atau ketika udara bocor dari paru-paru dan masuk ke dalam rongga pleura
  • Gangguan pernapasan
  • Pendarahan berlebihan
  • Kebocoran udara dari paru-paru
  • Nyeri
  • Mati rasa pada lokasi sayatan
  • Pneumonia
  • Sakit tenggorokan atau ketidaknyamanan saat menelan
  • Aritmia jantung
  • Paru-paru tertusuk
  • Pneumotoraks
  • Emfisema subkutan
  • Nyeri dada parah
  • Demam tinggi
  • Muntah atau batuk darah

Resiko atau efek samping yang muncul pada operasi torakoskopi ini sendiri akan menjadi lebih berbahaya jika pasien yang menjalani operasi tersebut tergolong pada golongan ini

  • Menderita gangguan pendarahan
  • Telah menjalani operasi paru-paru sebelumnya
  • Untuk alasan apapun, tidak dapat bernapas menggunakan satu paru, seperti deflasi sebagian atau total paru yang satunya.

itu tadi informasi mengenai tindakan operasi Torakoskopi. Tindakan operasi ini merupakan salah satu tindakan yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan. Karena fleksibilitasnya maka tak mengherankan jika tindakan yang satu ini sering menjadi salah satu pilihan utama untuk mengatasi masalah yang timbul pada bagian paru-paru. Semoga informasi tadi bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn