Operasi Bursitis – Metode, Bahaya dan Perawatan

836

Bursitis merupakan sebuah kondisi peradangan yang dialami seseorang di bagian bursanya di mana juga biasanya diikuti dengan pembengkakan. Bursa sendiri adalah kantong yang di dalamnya mengandung cairan pelumas yang letaknya ada pada sekeliling sendi. Fungsi dari bursa ini adalah sebagai bantalan yang mampu membuat gesekan antara tulang dengan tendon berkurang.

Bursitis ini pada umumnya lebih kerap dialami pada bagian sendi yang paling sering kita gunakan, dan kondisi bursitis dapat terjadi berulang meski sudah mendapatkan pengobatan. Salah satu contoh adalah lutut sakit setelah jongkok, atau bahkan bagian pinggul yang terasa sakit. Bagian tubuh yang paling umum terkena bursitis adalah pada bahu, lutut, siku serta pinggul dan operasi pengangkatan bursa dapat menjadi solusi paling baik ketika obat jenis antibiotik tak lagi bekerja.

Tujuan Operasi

Prosedur operasi atau pembedahan bukan suatu solusi yang dianjurkan dokter tanpa alasan atau tanpa melihat kondisi pasien. Justru dokter memberikan saran satu ini ketika bursa makin tebal dan obat antibiotik atau kortikosteroid tak lagi mampu menangani masalah bursitis ini. Karena makin tebalnya bursa, otomatis bursa perlu dihilangkan dengan cara diangkat.

Beberapa ahli bedah bisa saja hanya akan memperpanjang tendon sedikit sebagai solusinya, namun beberapa dokter lainnya kemungkinan bisa memutuskan untuk menghapus bagian dari tendon yang mengalami gesekan langsung pada tulang. Keduanya adalah prosedur yang mampu memberi hasil maksimal dan berpengaruh baik agar mengambil tekanan dari bursa.

Metode Operasi

Seperti pada tindakan medis operasi untuk mengatasi penyakit lainnya, operasi bursitis pun akan meliputi acara persiapan dan juga pada waktu pelaksanaan prosedur. Tentunya dalam menjalani operasi ini pun sudah ada persetujuan antara pasien dengan dokter bedah di mana seluruh prosedur pun telah dipahami oleh pasien yang hendak menjalani.

Persiapan

Selain mengambil keputusan bersama ahli bedah untuk benar-benar ingin menempuh jalur operasi, pasien juga perlu mengetahui sekaligus memahami setiap prosedur dari pembedahan dari awal hingga akhir. Bahkan sebelum hari-H pelaksanaan prosedur, bila ada pertanyaan atau masalah pasien bisa menanyakan terlebih dulu kepada dokter bedah hingga benar-benar mengerti.

Sesudah mengerti prosedur dari operasi bursitis dan kemudian memutuskan untuk menjalaninya, beberapa langkah di bawah ini pun perlu dilakukan oleh pasien.

  • Menjalani pemeriksaan fisik lengkap seperti yang disarankan oleh dokter bedah di mana pemeriksaan fisik ini nantinya akan dilakukan oleh dokter reguler.
  • Tujuan pemeriksaan fisik adalah mengetahui kondisi tubuh pasien apakah tubuh sedang dalam keadaan yang paling baik untuk menempuh jalur pembedahan.
  • Pada hari-H, pasien perlu datang ke rumah sakit di pagi hari dan mendapatkan perawatan dari rumah sakit.
  • Pasien dianjurkan untuk tak makan maupun minum apapun setelah tengah malam pada malam sebelumnya.
  • Pasien perlu tahu bahwa waktu perawatan di rumah sakit antara satu pasien dengan pasien lainnya pasca operasi bursitis bisa bervariasi.
  • Pasien perlu tetap tinggal di rumah sakit dan memperoleh perawatan medis hingga kondisi medis pasien dinyatakan stabil dan secara aman mampu memakai alat bantu jalan seperti kruk.

Proses Selama Operasi

Setelah melakukan puasa atau pantang dan memahami seluruh aturan dan keterangan operasi bursitis, pasien telah dianggap siap untuk menempuh pembedahan bursitis ini.

  • Sebelum memulai operasi, seperti biasa pasien akan diberi anestesi lebih dulu. Anestesi umum dan anestesi lokal menjadi pilihan dasar. Khusus bila operasi dilakukan pada bagian pinggul, maka anestesi lokal biasanya adalah yang diberikan sehingga hanya tubuh dari pinggang ke bawahlah yang akan dimatikan.
  • Kemungkinan pasien juga akan diberi obat supaya bisa tertidur ketika pasien merasakan kecemasan. Ini seharusnya sudah didiskusikan lebih dulu dengan ahli bedah yang menangani Anda.
  • Sewaktu sudah diberi anestesi, ahli bedah akan memulainya dengan menciptakan sayatan di area dekat peradangan dan melanjutkan membuat sayatan melewati jaringan yang letaknya ada di bagian atas bursa.
  • Untuk dapat melihat bursa dan tulang yang terkena peradangan, maka perlu bagi ahli bedah untuk memecah tendon.
  • Tendon dipisah secara memanjang dan dari situlah ahli bedah melepas kantong bursa dan bilapun ada tonjolan tulang, maka akan diangkat setelah tulang trokanter mayor dihaluskan.
  • Kemungkinan setelahnya tendon akan melonggar dan ahli bedah tidak memperbaikinya, namun bila benar ahli bedah tak memperbaikinya, pada akhirnya jaringan parutlah yang malah menyembuhkan bagian tendon yang longgar. Karena lebih longgar inilah, gesekan maupun tekanan antara tulang dan tendon tak lagi terjadi.
  • Untuk langkah akhir operasi, ahli bedah akan menutup dengan jahitan pada kulit.

Bahaya Komplikasi

Pada setiap prosedur operasi, selalu ada bahaya komplikasi yang juga perlu diwaspadai. Pasien pun sebaiknya telah mengonsultasikan hal ini dengan dokter untuk berjaga-jaga. Beberapa masalah yang berisiko terjadi pada pasien dan termasuk yang paling umum antara lain adalah:

  • Tromboflebitis atau Penggumpalan Darah – Istilah DVT/deep venous thrombosis merupakan sebutan lain untuk kondisi ini yang berkemungkinan terjadi pasca operasi apapun. Hanya saja komplikasi satu ini jauh lebih tinggi risikonya untuk terjadi sehabis operasi lutut, panggul, pinggul dan lutut. Dokter bedah kebanyakan akan mencegah hal ini dan mengurangi risikonya.
  • Komplikasi Anestesi – Pada beberapa kasus pasca operasi bursitis, bisa jadi disebabkan oleh penggunaan anestesi pada tubuh pasien. Sejumlah pasien tubuhnya dapat mengeluarkan reaksi terhadap anestesi.
  • Luka pada Saraf – Ada kemungkinan bagi saraf tubuh pasien terluka pada proses berlangsungnya pembedahan walau memang risiko tergolong sangat kecil untuk terjadi pada proses operasi bursitis.
  • Infeksi – Operasi apapun mampu menimbulkan risiko infeksi yang memang tergolong kecil. Pada umumnya, dokter akan memberikan antibiotik sebelum berlangsungnya proses pembedahan demi menurunkan potensi infeksi terjadi pada pasien.
  • Kegagalan pada Proses Operasi – Ada pula kemungkinan di mana operasi dinyatakan gagal, tak terkecuali pada operasi bursitis. Meski hal ini berpotensi terjadi, banyak kasus penderita bursitis yang menjalani pembedahan berlangsung sukses.

Perawatan Pasca Operasi

Pasca operasi, pasien perlu untuk menghindari beragam aktivitas, khususnya minggu pertama semenjak dilaksanakannya operasi. Ketika duduk, pastikan untuk senantiasa menyangga bagian pinggul atau bagian tubuh lain yang dioperasi, seperti misalnya memberikan bantal sebagai dukungan. Hal ini akan membantu meningkatkan kenyamanan Anda setelah operasi.

Tak hanya itu, selama masa pemulihan pun biasanya Anda diminta untuk menggunakan alat bantu jalan seperti kruk. Tujuan dari penggunaan kruk ini adalah supaya pinggul atau lutut tidaklah tertekan atau terbeban sewaktu dibuat berdiri maupun berjalan. Penggunaan kruk juga adalah demi mempercepat kesembuhan bagian tubuh yang telah melewati proses operasi.

Dokter pun akan memberikan penutup berupa bantalan yang dikenakan pada area pinggul dan alat ini bisa disimpan hingga saatnya kembali berkonsultasi dengan dokter bedah. Penting juga untuk diingat agar menghindari jahitan bekas operasi terkena air dan jahitan baru bisa dilepas setelah 10-14 hari pasca pembedahan. Selama perawatan di rumah pun perlu juga mengetahui apa saja makanan yang dilarang pasca operasi.

Istirahat adalah kunci dari pemulihan yang cepat pasca operasi dan menghindari berbagai kegiatan yang berat. Setelah inipun, perlu bagi Anda untuk menjauhi segala aktivitas yang dilakukan secara repetitif dan sebaiknya pun diimbangi dengan melakukan tips diet sehat. Kiranya keterangan operasi bursitis ini mampu memberikan Anda sedikit pencerahan bila hendak menempuhnya.