Usai Jalani Operasi Usus Buntu, Makanan Apa Saja yang Boleh Dikonsumsi?

Mungkin setelah operasi usus buntu selesai dengan sukses, makanan adalah hal terakhir yang bakal terpikir oleh kita. Meski masih merasakan efek-efek pasca operasi dan nafsu makan belum kembali seperti semula, tak ada salahnya untuk tahu makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan aman bagi usus dan pencernaan kita.

Makanan yang bisa dikonsumsi pasca operasi tak boleh sembarangan karena kondisi masih dalam masa pemulihan. Apa yang kita makan tentunya penting dalam mendukung pemulihan sekaligus mencegah infeksi, maka inilah beberapa anjuran makanan yang tepat sebagai asupan harian yang baik bagi kesehatan tubuh.

1. Makanan Lembut

Makanan dengan tekstur super lembut adalah yang paling dibutuhkan oleh para pasien pasca operasi usus buntu karena paling mudah dicerna. Menurut University of Wisconsin Hospital, makanan-makanan seperti sup krim, yogurt, susu dan bubur adalah makanan yang dianjurkan usai menjalani operasi usus buntu.

Tanyakan kepada dokter lebih lanjut mengenai berapa lama perlu mengonsumsi makanan bertekstur halus tersebut. Karena makanan cair lebih menawarkan nutrisi berupa kalsium dan protein, diet semacam ini tak boleh sampai jangka panjang karena tubuh otomatis akan mengalami kekurangan nutrisi.

2. Makanan Berprotein

Makanan berprotein tinggi lainnya seperti daging unggas, kacang-kacangan, tahu, makanan laut ditambah produk olahan susu rendah lemak boleh dikonsumsi. Hanya saja, dengan catatan bahwa tak lagi mengalami mual, nyeri pada bagian perut, diare maupun muntah setelah melewati diet asupan bentuk cair.

3. Buah, Sayur dan Gandum

Konsumsi gandum utuh, sayuran hingga buah-buahan juga sudah bisa dilakukan selepas mengonsumi makanan bertekstur lembut dalam beberapa waktu. Hal ini diperlukan supaya tubuh tak hanya menerima nutrisi terbatas dari makanan lembut. Tubuh membutuhkan nutrisi lengkap yang dilanjutkan dengan konsumsi makanan seperti biasa sehingga sel-sel baru terproduksi dalam tubuh dan pemulihan menjadi lebih cepat.

4. Makanan Berkarbohidrat dan Berlemak

Diet seimbang kemudian bisa dilanjutkan lagi dengan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi agar energi tubuh tetap stabil apalagi dalam prosesnya membentuk jaringan baru dan pembuluh darah. Kacang-kacangan jangan lupa untuk dimasukkan ke dalam menu, nasi merah, roti gandum utuh, serta sayur dan buah-buahan.

Tak hanya karbohidrat, lemak pun menjadi asupan nutrisi yang perlu dipenuhi usai menjalani prosedur operasi usus buntu. Lemak yang dimaksud tentunya bukanlah sembarang lemak seperti lemak jenuh dan lemak trans ya, namun lemak yang yang penting untuk mengurangi peradangan serta mendukung membran untuk sel-sel baru. Oleh sebab itu, biji-bijian, almond dan jenis kacang lainnya, buah alpukat serta minyak zaitun bisa dikonsumsi rutin lho.

5. Makanan Mengandung Zinc

Mineral zinc pun diperlukan tubuh agar segala bentuk infeksi dapat dilawan. Bahkan zinc adalah jenis mineral yang penting untuk pembentukan sel darah putih dalam menghasilkan antibodi. Jangan lupa mengonsumsi sumber makanan yang ber-zinc tinggi kacang-kacangan, daging tanpa lemak, ikan, coklat hitam, biji-bijian (biji labu dan biji wijen), hati sapi, gandum dan tiram.

6. Makanan Bervitamin Tinggi

Tubuh usai prosedur operasi pun memerlukan asupan vitamin C, vitamin A, dan juga vitamin E agar memperoleh antioksidan yang cukup sehingga tubuh tercegah dari serangan infeksi serta menjaga supaya imun tubuh tetap kuat. Paprika merah dan sayuran berdaun hijau adalah yang paling kaya vitamin C dan A, sementara untuk mendapatkan vitamin E bisa mengonsumsi bayam dan almond.

Jadi, di awal janganlah terlalu buru-buru ingin menyantap ini dan itu ya. Bertahap mulailah dengan makanan yang bertekstur lembut dan jangan lupa selanjutnya penuhi nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh dari sumber makanan yang terjamin sehat dengan gizi seimbang agar pemulihan berjalan sempurna.