5 Bahaya Flu Kucing Pada Manusia Yang Wajib Diketahui

3225

Bahaya flu kucing pada manusia menurut dunia kedokteran dinyatakan belum ada, Alasannya karena kucing dan manusia memiliki jaringan tubuh berbeda.

Biasanya flu menyerang kucing yang tidak atau belum mendapatkan vaksin yaitu pada usia yang masih dibawah 5 bulan, Namun keberadaan virus atau bakteri penyebab flu tersebut dapat hilang dengan sendirinya setelah virus atau bakteri bertukar tempat pada tubuh kucing lain.

Tanda tanda kucing terkena flu

Pada dasarnya tanda tanda flu pada hewan kucing sama dengan flu yang dialami oleh manusia pada umumnya, Diantaranya:

  • Bersin bersin yang berkesinambungan
  • Mata berair dan kemerahan
  • Batuk batuk dan pilek
  • Sering tidur atau mengantuk
  • Menderita sariawan
  • Tidak nafsu makan dan lesu
  • Tubuh menderita demam
  • Tidak ada respon atau kucing tidak aktif

Bahaya

Bahaya flu kucing pada manusia  hingga saat ini belum ada kasus yang tercatat pada laporan medis kedokteran manapun, Tetapi bahaya yang ditimbulkan terhadap kucing lain yang belum divaksin akan sangat mudah menular.  Sekitar 80% virus dan bakteri penyebab flu kucing terbukti bisa menulari kucing sehat dan anak anak anjing yang belum mendapatkan suntikan perlindungan vaksinasi,  Dimana penularan yang paling cepat menyebar adalah melalui percikan bersin.

Inilah Fakta Tentang pengaruh dan bahaya flu kucing terhadap manusia yang belum banyak diketahui manusia.

  • Jaringan tubuh berbeda – Virus atau bakteri yang ada pada kucing hanya dapat menginfeksi jaringan tubuh kucing tetapi tidak mampu menembus pertahanan atau jaringan tubuh manusia karena tubuh manusia memiliki  gen, Jenis hormon, Sel sel dan jaringan yang berbeda dengan kucing.
  • Jenis Virus dan bakteri  – Virus atau bakteri yang menyerang kucing hanya bisa tumbuh, Bertahan dan berkembang biak pada jaringan tubuh kucing dengan cepat dan akan hilang dengan sendiri setelah 2 atau 3 minggu berada pada tubuh kucing, Tetapi tidak akan pernah berpindah pada manusia karena virus yang menyerang kucing adalah jenis virus feline herpesvirus dan jenis cacilivirus atau FCV sedangkan bakterinya bernama bakteri Chlamydophilafelis dan bakteri jenis Bordetella Bronchi septica.
  • Toxoplasma gondii – Bahaya sesungguhnya dari kucing terhadap kesehatan manusia bukan dari virus atau bakteri yang ada pada tubuh kucing melainkan dari virus toxoplasma. Penyebab toxoplasma gondii awalnya berasal dari makanan atau kotoran hewan lain  yang terinjak kucing atau tersentuh atau melekat pada bulu bulu kucing sehingga dapat berpindah ke tubuh manusia melalui kontak langsung.
  • Tungau Scabies (kudisan) – Virus atau bakteri yang ada didalam tubuh kucing tidak berbahaya bagi manusia tetapi ada tungau atau kutu scabies yang menjadi penyebab kudis dimana kulit tubuh kucing terserang korengan dan gatal gatal. Penyakit kutu scabies ini dapat berpindah lalu menulari manusia melalui kontak fisik langsung.
  • Cakaran kucing –  Bukti menyatakan bahwa flu kucing tidak berbahaya pada manusia karena tidak menular pada manusia namun ada bahaya lain yang mudah mengancam kesehatan manusia yaitu akibat cakaran kucing khususnya ketika kuku kucing dalam keadaan tidak bersih. Bahaya cakaran kucing di tubuh manusia yang paling sering muncul adalah munculnya luka yang jika tidak segera diobati dapat dimasuki oleh virus yang ada diudara yang nantinya beresiko menimbulkan kerusakan jaringan kulit bagian dalam.

Penanganan

Tips cara mengatasi bahaya flu kucing agar tidak menulari hewan lain dan agar  kucing bisa kembali sehat dengan cepat tanpa harus terinfeksi virus atau bakteri kembali dimasa masa berikutnya.

1.Perawatan tubuh

Kucing yang sehat adalah kucing yang memiliki berat tubuh yang ideal (tidak terlalu kurus atau gemuk), Tidak menderita gatal gatal akibat penyakit kudis, Tidak memiliki kutu, Kondisi telinga luar dan dalam yang bersih, Kondisi mata yang jernih dan tidak belekan serta Bergerak aktif dan yang terpenting adalah kebersihan bulu bulunya.

Kucing yang terinfeksi virus flu dapat pula berawal dari kesehatan bulu bulunya yang tidak terjaga dengan baik sehingga bahaya bulu kucing bagi kesehatan dapat muncul sewaktu waktu terutama pada seseorang sering kontak langsung dengan kucing. Perawatan tubuh kucing dapat dilakukan dengan acara:

  • Memandikan kucing secara teratur yaitu seminggu 3 kali atau 2 kali sehari
  • Penggunaan sampo dan sabun khusus
  • Penggunaan bedak tabur pembasmi kutu
  • rajin membersihkan telinga bagian dalam dengan cotton bud yang sebelumnya telah dibasahi dengan baby oil atau minyak zaitun.

2. Perawatan peralatan

Merawat segala benda benda yang berhubungan dengan aktivitas kucing dapat neningkatkan kesehatan tubuh kucing termasuk daya tahan tubuhnya. Misalnya:

  • Menjaga kebersihan semua peralatan yang digunakan kucing dengan sabun setiap hari misalnya mencuci tempat makan, Tempat minum, Kandang dan Tempat tidur kucing secara teratur.
  • Menjaga kebersihan lantai agar tetap kering dan terhindar dari adanya tanah, Pasir, Sampah atau makanan yang berceceran dilingkungan tempatnya bermain. Tempat yang bersih mampu mencegah virus toxoplasma melekat pada bulu bulunya atau masuk  kerongga mulutnya yang memicu munculnya bahaya flu kucing pada manusia, Dimana kondisi ini menjadi  penyebab gangguan janin dan kehamilan pada wanita. Munculnya asumsi masyarakat tentang bahaya memelihara kucing bagi kesehatan yaitu lebih kepada ketidak pahaman seseorang pada cara merawat dan memperlakukan kucing yang harusnya diimbangi dengan penataan lingkungan yang bersih.
  • Membersihkan dan semua mainan atau benda benda yang disukai kucing saat sedang aktif bergerak/Bermain. Setelah kucing tidak lagi aktif bergerak misaknya sedang tidur, Hendaknya rapihkan dan tatalah kembali mainannya agar terhindar dari kelompok nyamuk yang memanfaatkan benda benda berserakan menjadi tempatnya bersembunyi.

3.Vaksinasi

Pemberian vaksin kucing dapat di lakukan setiap 6 bulan  sekali atau disesuaikan dengan anjuran dokter yang terkait. Vaksinasi ditujukan agar:

  • Kucing tidak mudah terserang virus atau bakteri yang berasal dari lokasi atau tempat yang kotor
  • Terhindar dari virus dan bakteri yang berasal dari makanan dan minuman yang terkontiminasi bibit penyakit
  • Terhindar dari virus atau bakteri yang berasal dari kotoran hewan lain yang tidak sengaja terinjak oleh kucing
  • Supaya kucing tidak mudah tertular oleh hewan lain yang mungkin saja telah terinfeksi bakteri atau virus dan untuk menjaga agar imunitas hewan selalu dalam kondisi terbaiknya.

4. Suplemen dan vitamin

Pemberian suplemen dan vitamin bisa diberikan pada kucing sesuai dengan anjuran dokter yang terkait agar bahaya flu kucing pada manusia yang muncul akibat toxoplasma atau kutu scabies dapat segera dihentikan.

5. Karantina

Mengkandangkan untuk sementara kucing yang telah terkena flu adalah solusi terbaik agar proses penyembuhannya mudah terbentuk, Karena pada saat kucing sedang menderita flu maka kondisi daya tahan tubuhnya melemah dan akan semakin parah jika berinteraksi dengan udara dingin, Musim hujan atau kondisi lingkungan yang penuh dengan debu yang muncul hasil dari polusi udara. Jika anda memiliki kucing yang sehat maka memisahkannya untuk sementara dari kucing kucing lain yang sedang terserang flu adalah langkah yang baik untuk menghindari penyebaran virus.

6. Antibiotik

Pemberian antibiotik bisa dijadikan acuan alternatif penyembuhan terhadap kucing yang sedang menderita flu agar bahaya flu kucing pada manusia tidak mudah menyebar khususnya virus toxoplasma dan tungau scabies penyebab kudisan. Antibiotik dapat diberikan pada kucing tetapi disesuaikan dengan kondisi hewan setelah pemeriksaan fisik pada kucing dilakukan.

7. Sinar matahari pagi

Membiasakan kucing untuk berjemur pada sinar matahari pagi adalah jalan terbaik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kucing terhadap infeksi bakteri dan radikal bebas penyebab flu. Manfaat sinar matahari pagi terhadap kesehatan kucing secara umum adalah mampu mempercepat penyembuhan luka, Mengurangi pergerakan virus dan bakteri penyebab flu, Memperkuat sel sel jaringan dan aliran darah serta dapat meningkatkan kelancaran sistem pernafasan kucing.

8. Hindari tempat kotor

Sedapat mungkin jangan biarkan hewan peliharaan anda (kucing) berinteraksi dengan tempat atau lokasi yang memiliki resiko menyebabkan kucing terserang flu dan sakit, Misalnya tempat pembuangan sampah, Lokasi pembakaran sampah, Ruangan berdebu, Lokasi parit atau Selokan dan lain lain. Bahaya flu kucing pada manusia lebih sering muncul akibat kucing bermain pada lokasi kotor yang telah terkontiminasi oleh virus toxoplasma dan tungau scabies penyebab kudisan.

9. Hindari makanan mentah

Hindari memberikan kucing makanan mentah termasuk daging setengah matang. Bahaya daging setengah matang atau mentah beresiko menjadi awal pertumbuhan virus atau bakteri didalam tubuh manusia atau kucing sekalipun, Karena makanan yang tidak mendapat proses perebusan atau pengolahan masak melalui temperatur yang tinggi dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Makanan yang mentah atau setengah matang memiliki banyak bakteri didalamnya dan terbukti mudah dihinggapi berbagai macam virus penyebab kucing sakit.

10.Pemberian madu

Ketika kucing sedang menderita bersin bersin, Segeralah berikan air putih yang telah ditambahkan madu asli. Cita rasa dari madu sangat disukai  kucing sehingga penyebaran virus dan bakteri dapat mudah diblokir lebih awal. Madu tidak berbahaya bagi jaringan tubuh kucing karena salah satu manfaat madu yang paling nyata adalah mampu menjadi antioksidan kuat yang dapat memperbaiki  jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi termasuk infeksi lambung.

Kendati bahaya flu kucing pada manusia belum pernah ditemukan dalam dunia kedokteran, Namun hendaknya manusia tetap menjaga kesehatan tubuh sendiri dan kucing itu sendiri. Hendaknya membatasi diri atau tidak terlalu dekat dengan kucing yang kondisinya tidak terawat atau kucing liar yang selalu berinteraksi dengan lokasi yang kotor. Kondisi tubuh kucing yang sehat terawat secara konsisten, Pemberian makanan kaya nutirisi dan melakukan vaksin yang teratur dapat memberi perlindungan maksimal pada kucing sehingga kucing tidak akan mempengaruhi kesehatan manusia secara umum.