Jarang Ambil Cuti Bisa Sebabkan Mati Muda? Masa Sih?

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Jarang Ambil Cuti Bisa Sebabkan Mati Muda? Masa Sih?Bagi beberapa orang, kalau tidak penting-penting amat, untuk apa ambil cuti. Justru dengan masuk kerja lebih rajin biasanya akan mendapat pujian dari atasan atau bahkan malah bisa mendukung agar target pekerjaan lebih cepat tercapai. Rajin bekerja memang biasanya identik dengan adanya reward yang diperoleh berkat dedikasi yang tinggi.

Masalahnya, kata ahli justru jarang-jarang atau tak ambil cuti sama sekali malah bisa menjadi salah satu faktor sebabkan mati muda. Ya, itu artinya jika sering ambil cuti malah menjadi faktor yang bisa memperpanjang umur kita. Menurut studi terbari dilansir dari Independent, ambil cuti menurut waktu yang kantor tentukan malah sangat baik dan membuat harapan hidup lebih panjang semakin besar.

Daripada orang-orang yang saking rajinnya dan mencoba untuk bekerja sekeras mungkin tanpa menikmati waktu libur, mereka yang memanfaatkan waktu cuti justru lebih sehat. Tentu saja dalam hal ini, stres adalah yang dimaksud. Olahraga teratur sudah, mengikuti tips diet sehat sudah, tapi masalahnya cara menghilangkan stres pikiran bukan itu saja.

Diet sesehat apapun dan olahraga serutin apapun tak akan bisa menjadi pengganti masa cuti secara efektif. Bahkan terkadang, olahraga dan diet menjadi rutinitas yang tak kalah bikin stres bukan? Mengambil cuti sesuai waktu yang ditentukan oleh tempat kerja, memanfaatkannya untuk berlibur dan menghilangkan stres dari pekerjaan akan menyehatkan mental kita.

Seorang profesor bernama Timo Strandberg dari University of Helsinki, Finlandia pun angkat bicara. Dilansir dari laman Detik Health, ia mengatakan bahwa gaya hidup sehat belum tentu bisa menjadi penjaga keseimbangan waktu kerja tanpa adanya liburan. Hal ini menurutnya jauh lebih berbahaya bagi para pria ketika mereka tak ambil jatah cuti.

Pria rata-rata memiliki jam kerja yang lebih panjang, belum lagi ketika waktu tidurnya tak senormal seharusnya alias jam tidur kurang ideal; hal ini bisa memperpendek umur karena saking stresnya. Menolak mengambil cuti sama dengan menjalani gaya hidup penuh dengan tekanan yang pada akhirnya makin memperburuk kondisi psikologis.

Efek psikologis dari terlalu rajin dan bekerja keras dalam jangka panjang justru bisa merugikan karena otomatis kita sedang menambahkan beban dan tekanan pada diri sendiri. Oleh sebab itu, manfaatkan masa cuti yang ada sebaik mungkin supaya fisik, pikiran dan mental bisa seimbang. Saat masuk kerja lagi, pikiran akan jauh lebih segar dan justru meningkatkan produktivitas kita.

fbWhatsappTwitterLinkedIn