Home Penyakit dan KelainanKulit dan Kelamin Rosacea – Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Rosacea – Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

by Erlita

Rosacea adalah salah satu dari jenis-jenis penyakit kulit dan gambarnya yang menyerang wajah. Umumnya penderita adalah orang yang berusia di atas 30 tahun. Dan tentu saja orang yang mengalami masalah atau gangguaan rosacea akan merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri. Sepintas, rosacea ini mirip dengan jerawat yang meradang, sehingga beberapa orang terkadang salah menduganya. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas lebih dalam dan lengkap tentang rosacea.

Penyebab

Sampai saat ini rosacea termasuk penyakit menahaun yang belum diketahui penyebab pastinya. Tapi yang jelas, orang yang berwajah putih lebih banyak terserang penyakit ini. Atau mungkin, wajah yang lebih terang akan terlihat jika menderita penyakit ini, sedangkan wajah gelap tidak. Beberapa penyebab yang memungkinkan terjadinya rosacea di wajah adalah :

  1. Genetik

Genetik artinya penyakit ini termasuk diturunkan. Artinya,orang yang mempunyai orangtua penderita rosacea maka dirinya mempunya resiko besar.

  1. Kelainan Pembuluh Darah

Kelainan pembuluh darah dianggap penyebab rosacea dengan mengacu kepada gejalanya. Karena di atas disebutkan sebagai genetika, maka kemungkinan adalah kelainan genetika. Salah satu gejala rosacea adalah pembuluh darah di wajah tampak melebar. Pembuluh darah yang melebar ini tampak merah dan garis.

  1. Reaksi Kulit Terhadap Tungau

Tungau adalah sejenis binatang kecil yang menghisap darah dan menyebabkan gatal pada kulit tertentu. Tungau ini umum terdapat pada sela meja dan kursi kayu atau bisa juga terdapat di kasur. Namun, jika rosaca disebabkan oleh reaksi terhadap tungau, ini bisa menjadi semacam alergi.

  1. Infeksi

Infeksi kulit karena bakteri menjadi kemungkinan penyebab selanjutnya, dengan bakteri H plori. Bakteri ini menyerang pembuluh darah pada wajah.

  1. Aktifnya Molekul Kulit

Kulit memiliki molekul yang disebut peptide. Jika molekul ini aktif maka akan menampakkan gejala rosacea. Peptida dapat aktif karena adanya factor pemicu, seperti :

  • stres
  • paparan sinar matahari atau angin
  • udara panas atau dingin
  • olahraga berat
  • makanan pedas
  • makanan panas
  • konsumsi kafein
  • konsumsi alkohol
  • konsumsi produk susu dan olahannya
  • kelembaban udara
  • kebiasaan berendam air hangat (memicu terjadinya pelebaran pembuluh darah)
  • gejala nmenopause
  • konsumsi obat-obatan tertentu secara berlebihan, seperti kortikostreroid, amiodarone, vitamin B6, dan vitamin B12 yang juga memperlebar pembuluh darah

Gejala Rosacea

Berdasarkan gejalanya rosacea dibagi menjadi empat. Di mana seseorang dapat menderita satu atau lebih jenis rosacea tersebut. Jenis rosacea berdasarkan gejalanya yaitu :

  1. Rosacea eritematotelangiektasis

Jenis rosacea yang memiliki wajah kemerahan permanen, diesertai sisik dan kering. Pembuluh darah kemungkinan besar dapat terlihat pada wajah dan sekitar leher.

  1. Rosacea Papulopustular

Sama dengan jenis rosacea pertama, kemerahan pada penderita jenis ini juga menetap atau terus menerus. Kemerahan disertai dengan benjolan seperti jerawat. Terkadang benjolan tersebut nampak bernanah.

  1. Rosacea Fimatosa

Rosacea jenis ini menyebabkan kulit wAjah kemerahan. Namun agak berbeda sedikit dengan jenis lain, di mana kemerahan juga menampakkan penebalan kulit wajah.

  1. Rosacea Okular

Rosacea ocular adalah gabungan semua gejala rosacea lain ditambah dengan kemerahan yang ikut terjadi pada mata. Kelompok atau jenis paling parah dibandingkan yang lain, di mana pembuluh darah pada mata ikut mata sehingga tampak kemerahan.

Karena semua gejala rosacea berbagai jenis di atas dapat menjadi satu pada satu orang, maka gejala rosacea dapat dikatakan sebagai berikut:

  • Kulit wajah memerah

Kulit wajah yang memerah biasanya menjadi tanda atau gejala awal rosacea. Dan umumnya muncul pertama di bagian tengah wajah, seperti pipi dan hidung. Ini disebabkan karena pembuluh darah di bagian tersebut membengkak atau melebar. Kemerahan tanda rosacea tidak hilang meskipun sementara. Pada orang yang terkena paparan sinar matahari sebagai pemicu, kemerahan akan tampak seperti terbakar. Kemerahan yang terjadi tidak merata. Hanya di area tertentu sementara di bagian lainnya akan nampak normal. Ini menyebabkan perbedaannya sangat mencolok dan penderita tidak percaya diri.

  • Benjolan merah dan bengkak

Pada beberapa orang, gejala kulit wajah memerah diikuti dengan benjolan seperti jerawat. Terkadang bahkan orang menganggapnya jerawat yang meradang karena benjolan bernanah. Perbedaannya terletak pada rasa pada benjolan tersebut. Benjolan rosacea terasa panas dan seperti ditusuk-tusuk..

  • Mata memerah

Rosacea juga menjadi penyebab mata merah pada penderitanya, meskipun tidak semua mengalaminya. Hal ini terjadi karena pembuluh darah di sekitar mata ikut membengkak atau melebar. Akibatnya, mata menjadi kering, iritasi, dan bengkak. Jika tidak segera ditangani, gejala ini dapat menyebabkan kerusakan kornea dan gangguan penglhatan.

  • Hidung membesar

Hidung tampak lebih besar dari semula dan kemerahan. Ini terjadi karena adanya penebalan kulit pada wilayah hidung. Hidung yang membesar lebih sering terjadi pria dibandingkan wanita. Sedangkan wanita umumnya lebih mengalami wajah yang memerah dan terdapat benjolan saja. Hidung yang membesar ini terkadang disebut sebagai hidung singa (rhynophima).

  • Pembuluh darah terlihat

Tahap selanjutnya, pembuluh darah akan terlihat di antara kemerahan wajah dan hidung. Pembuluh darah akan nampak seperti garis-garis halus.

  • Terbakar dan Gatal

Seperti telah disebutkan sepintas, benjolan pada wajah akan terasa panas terbakar. Selain itu, akan ada rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

  • Kulit Kering

Jika jerawat menandakan kulit yang berminyak atau menghasilkan banyak kelenjar minyak. rosacea sebaliknya. Kulit wajahnya akan kering. Bahkan pada bagian tengahnya akan kasar dan kering jika dipegang.

Jika seseorang memilki salah satu dari gejala yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter kulit. Jangan terlalu menyepelekan dengan menganggarpnya jerawat atau dermatitis kulit biasa. Risacea harus ditangani segera dan emndapatkan pengobatan utnuk mengurangi gejalanya.

Pengobatan

Ketika seorang datang ke dokter kulit dan mempunyai gejala penyakit rosacea, umumnya diagnosa dilakukan hanya dengan pemeriksaan secara fisik. Kemudian, pemeriksaan tersebut ditambahkan dengan wawancara seputar riwayat kesehatan keluarga dan beberapa faktor pemicu. Jika dokter menganjurkan pemeriksaan lanjutan atau tes, seperti tes darah dan biopsi, ini untuk memastikan penyakit lain seperti kanker kulit, psiorisis, gejala lupus, dan gejala dermatitis kulit.

Rasacea adalah penyakit yang tidak dapat diobati. Penderita ini akan mengalaminya seumur hidup. Namun, pengobatan tetap dapat dilakukan untuk mengurangi tanda-tanda atau gejalanya sementara dan mengurangi faktor pemicunya. Karena sifatnya seumur hidup, sebagian besar obat yang diberikan, harus diberikan secara terus menerus. Pengobatan yang dapat diterapkan pada penderita rasacea adalah :

  1. Obat yang Mengurangi Kemerahan

Obat ini biasanya berupa gel atau salep yang dioleskan pada permukaan kulit. Karena tujuannya mengurangi kemerahan, maka obat bekerja menyempitkan pembuluh darah. Efeknya hanya bersifat sementara. Sehingga obat ini harus dioleskan secara teratur. Contoh obat jenis ini, yaitu :

  • brimonidin
  • azelaic
  • metronidazol
  1. Obat Antibiotik

Terkadang antibiotik juga diberikan kepada penderita jika dokter menganggap terjadi peradangan atau faktor pemicunya adalah bakteri. Khususnya pada gejala dengan benjolan di hidung dan pustula yang menyerupai jerawat.
Contoh antibiotik yang biasa digunakan dokter, yaitu :

  • Dexocyline
  • Tetrasiklin
  • Minoccilyn
  1. Isotetrinoin

Isotrinoin adalah obat rosacacea dengan gejala yang sangat parah. Jika obat sebelumnya atau terapi lain tidak berhasil, maka obat ini dapat diberikan untuk menghilangkan tanda jerawat. Obat ini termasuk obat keras, sehingga tidak bisa diberikan kepada wanita yang sedang hamil. Bayi yang dilahirkannya mungkin dapat mengalami cacat lahir serius.

  1. Mengatasi Mata Kering

Untuk mengatasi mata kering dan iritasi, maka penderita diberi obat tetes mata dan air mata buatan, seperti cycosporine.

  1. Pelembab dan Tabir Surya

Pelembab dan tbdir surya juga dapat diberikan kepada penderita rosacea ringan. Pelembab dan tabir surya ini dapat dioleskan ke wajah secara tipis dan tuntuk menghindari sinar matahari dan mengatasi benjolan.

  1. Terapi Laser

Pada beberapa kasus rosacea akut, maka terapi laser dianjurkan dokter. Terapi ini disebut Intense pulse Light (atau IPL). Terapi laser ini bertujuan untuk mengurangi kemerahan pada kulit dengan cara merusak pembuluh darah yang menyebabkannya. Dharapkan dengan terapi laser maka penyembuhan akan terjadi dengan sendirinya.

Laser karbondioksida atau radiofrequency ablation seringkali dilakukan juga. Terapi ini untuk mengatasi rhinopyma atau penebalan pada daerah tertentu wajah, khususnya hidung. Dengan laser, maka jaringan yang mengalami penebalan dihilangkan.

  1. Operasi

Terkadang operasi dilakukan pada penderita rosacea yang mengalami komplikasi atau rosacea akut. Pengobatan operasi adalah langkah terakhir, karena ini juga tidak menghilangkan penyakit. Operasi dilakukan biasanya untuk menghilangkan bagian kulit yang mengalami penebalan. Operasi yang dilakukan dapat dikategorikan sebagai operasi kosmetik atau operasi plastik. Beberapa operasi dilakukan untuk mengubah bentuk wajah sekaligus, misalnya mengubah bentuk hidung yang mengalami penebalan.

  1. Dermabrasi

Dermabrasi juga merupakan suatu tehnik operasi pada rosacea. Tehnik khusus dilakukan untuk mengangakat jaringan di bawah kulit yang menyebabkan tejadinya kemerahan dan pelebaran pembuluh darah

  1. Pijatan

Pijatan lembut di wajah mulai dari arah tengah ke arah telinga adalah terapi atau pengobatan alternatif ringan yang dapat dilakukan di rumah. Umumnya, pijatan ini akan membantu memperkecil pembengkakkan pembuluh darah.

  1. Pengobatan Alami

Beberapa orang mengambil cara pengobatan alternatif alami. Tetap konsultasikan dengan dokter jika ingin cara ini. Koloid perak, minyak emu, minyak laurelwood, dan oregano diyakini dapat membantu.

  1. Terapi dengan Psikolog

Untuk mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang karena kemerahan dan penebalan di wajah, baik bila mengunjungi psikolog atau seseorang yang ahli dalam menangani masalah ini.

Semua jenis pengobatan tersebut di atas adalah sementara. Rosacea dapat timbul kembali dengan beberapa pemicu. Namun, apabila terapi atau obat sudah diberikan dan belum berhasil mengatasi gejala atau tanda yang dialami, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kembali. Konsultasi dengan dokter ini diperlukan agar gejala yang belum teratasi dapat segera hilang dan tidak menimbulkan komplikasi, seperti :

  • Penebalan wajah tidak tekendali
  • Hidung membengkak semakin besar
  • Gangguan penglihatan awal sampai kebutaan

Pencegahan

Telah disebutkan bahwa rosacea yang sudah hilang bisa timbul kembali karena pada dasrnya pengobatan yang dilakukan belum dapat menghilangkan total dan permanen. Oleh karena itu pencegahan perlu dilakukan. Pencegahan perlu bagi pasien yang sudah mendapat pengobatan agar tidak kambuh lagi.

Selain itu juga perlu bagi orang yang tidak sakit, namun riwayat keluarga menunjukkan genetik yang bisa menimbulkannya. Beberapa langkah pencegahan, kesulitannya adalah mengubah gaya hidup, dan langkah tersebut antara lain :

  • Mencatat semua makanan dan faktor yang memicu iritasi pada kulit. Setelah dicatat, semua itu harus dihindari. Catat pula apa saja langkah unutk menghindari rosacea. Letakkan catatan di tempat yang terlihat, sehingga orang lain dapat melihat juga dan dapat membantu mengingatkan.
  • Untuk perawatan wajah, cuci muka dua kali sehari dan hindari penggunaan kosmetik yang terlalu berat. Selanjutnya gunakanlah tabir surya agar terhindar dari paparan angin dan sinar matahari.
  • Senantiasa melindungi bagian wajah, misalnya dengan selalu menggunakan payung atau topi jika bepergian atau akan keluar rumah.
  • Untuk mata, hindari penggunaan kosmetik di sekitarnya ditambah memebersihkan mata secara teratur menggunakan air hangat

Demikianlah uraian tentang rosacea, penyebab, gejala, diagnosa, pengobatan, dan pencegahannya. Kiranya uraian singkat tersebut mampu membantu Anda untuk lebih mewaspadai rosacea dan menanganinya secara lebih tepat.

You may also like