Keputihan Normal vs Tidak Normal – Tanda, Penyebab, Perbedaan dan Cara Mencegah

10828

keputihanSemua wanita tentu pernah mengalami keputihan. Keputihan merupakan sebuah reaksi yang sangat alami karena rongga vagina membersihkan diri. Berbagai jenis infeksi bisa terjadi pada bagian dalam vagina atau leher rahim. Kemudian keputihan menjadi reaksi ketika bagian tersebut membersihkan dari sumber infeksi. Vagina berfungsi untuk menghubungkan bagian luar tubuh dengan berbagai organ reproduksi bagian dalam. pH vagina memiliki kondisi yang asam untuk mencegah semua jenis infeksi yang bisa muncul. Ketika vagina dalam kondisi yang sehat maka bisa menghasilkan lendir putih untuk membersihkan semua kotoran atau zat asing yang masuk ke dalam leher rahim. Jadi keputihan bisa menjadi tanda vagina yang sangat normal.

Tanda Keputihan Normal

  1. Keputihan berbentuk seperti lendir berwarna putih dan sangat jelas.
  2. Jika keputihan dipegang maka akan teksturnya seperti lendir berwarna putih yang lengket dan mudah hilang jika terkena air.
  3. Keputihan disertai dengan gumpalan berwarna putih dan terlihat batas yang sangat jelas dengan bagian lendir yang lain.
  4. Keputihan disertai dengan serabut berwarna putih yang sangat tipis dan terkadang hampir tidak terlihat.
  5. Keputihan sering meninggalkan flek berwarna kuning pada pakaian dalam jika sudah kering setelah dicuci.

Penyebab Keputihan Normal

  1. Perubahan Siklus Menstruasi

Wanita biasanya akan mengalami perubahan siklus menstruasi setiap bulan yang menyebabkan kondisi bagian dalam vagina berubah. Ketika mendekati siklus maka keputihan akan lebih banyak dan menyebabkan bagian panggul menjadi tidak nyaman. Ketika darah menstruasi hampir keluar maka biasanya diawal dengan flek keputihan yang berubah menjadi coklat kemerahan. Hal ini juga terjadi setelah menstruasi selesai dan hingga akhirnya berubah menjadi keputihan yang normal.

  1. Tingkat Stres yang Tinggi

Wanita yang memiliki tekanan yang sangat kuat akibat stres juga bisa terkena keputihan. Kondisi psikologis bisa mempengaruhi kondisi bagian dalam lingkungan vagina. Bagian dalam vagina mungkin tidak terlalu asam dan mengeluarkan cairan yang berlebihan. Perubahan tingkat stres yang tinggi juga bisa menyebabkan perubahan hormon reproduksi yang memicu keputihan. Baca juga : penyebab stres berkepanjangan –  cara mengatasi stres super ampuh –  cara menghindari stres dan penyebanya.

  1. Perubahan Hormon Akibat Gizi.

Wanita yang mengalami perubahan kondisi gizi juga bisa terkena keputihan. Hal ini bisa terjadi karena nutrisi dalam tubuh mempengaruhi produksi hormon reproduksi. Ketika hormon berubah maka kondisi bagian dalam vagina juga mengalami perubahan. Perubahan lingkungan menjadi basa bisa menyebabkan keputihan yang normal.

(Baca juga : kebutuhan nutrisi manusia)

  1. Kehamilan

Setelah terjadi konsepsi kehamilan maka biasanya wanita akan mengalami perubahan hormon. Hal ini kemudian menyebabkan keputihan menjelang waktu prediksi menstruasi. Keputihan akan terlihat seperti darah mentruasi yang sangat tipis. Warnanya tidak jelas antara putih, kemerahan dan kecoklatan. Hal ini bisa menjadi pertanda kehamilan.

  1. Penggunaan Pil KB

Penekanan hormon yang dipaksa dengan menggunakan pil KB juga sering menyebabkan keputihan. Pil KB merubah produksi hormon estrogen yang kemudian merangsang lingkungan vagina menjadi lebih basa. Perubahan ini yang sering menyebabkan keluarnya flek putih atau kecoklatan. Namun jika berlangsung terus menerus maka harus segera bertemu dengan dokter untuk diperiksa.

  1. Nafsu Seksual

Wanita yang sedang memiliki tingkat atau gairah seksual tinggi juga cenderung mengalami keputihan. Cairan lendir berwarna putih ini memang bisa membantu ketika terjadi hubungan seksual. Namun perubahan lingkungan vagina bagian dalam dan hormon ketika nafsu tinggi menjadi pemicu keputihan yang paling besar. Dan biasanya kondisi ini akan berubah sendiri dan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Tanda Keputihan Tidak Normal

  1. Keputihan disertai dengan rasa tidak nyaman pada panggul seperti rasa nyeri yang berlebihan.
  2. Keputihan menyebabkan rasa gatal di sekitar vagina dan lingkungan luar sekitarnya.
  3. Terjadi ruam di sekitar kulit bekas keputihan yang bisa terjadi karena infeksi.
  4. Jumlah lendir yang dihasilkan dari keputihan terus menerus bertambah dan tidak bisa diobati dengan cara biasa atau alami.
  5. Perasaan sakit, nyeri atau panas saat buang air kecil.
  6. Lendir yang dihasilkan disertai dengan gumpalan-gumpalan putih yang keras atau tebal.
  7. Lendir berwarna kuning, kecoklatan atau hijau dengan bau yang sangat menyengat.

Penyebab Keputihan Tidak Normal

  1. Terjadi infeksi yang disebabkan oleh jamur yang bisa mempengaruhi lingkungan kondisi bagian dalam vagina sehingga menyebabkan keputihan.
  2. Infeksi bakteri vaginosis, yaitu jenis bakteri yang menyerang bagian dalam rongga vagina. Cairan keputihan bisa menjadi pertanda infeksi yang sangat serius.
  3. Infeksi dari parasit yang didapatkan dari hubungan seksual. Parasit bisa berasal dari pasangan ketika berhubungan seksual.
  4. Infeksi gonore yang terjadi akibat clamidia. Kondisi ini sering menyebabkan keputihan dalam jangka waktu yang lama.
  5. Infeksi dari virus yang menyebabkan terjadinya herpes genital, yaitu herpes yang terjadi pada bagian alat kelamin. Ini infeksi yang sangat mudah menular antar pasangan.

Perbedaaan Keputihan Normal dan Tidak Normal Keputihan Normal

  • Terjadi menjelang menstruasi, kehamilan, masa subur, ketika stres.
  • Tekstur lendir encer, lengket, berawan, mudah hilang terkena air.
  • Jumlah debit normal dan tidak terlalu banyak.
  • Warna putih meninggalkan bekas kuning di celana dalam.
  • Aroma normal dan hampir tidak berbau.
  • Tidak terasa sakit.

Keputihan Tidak Normal

  • Terjadi kapan saja.
  • Tekstur gumpalan putih dan sangat kuat.
  • Jumlah debit sedikit atau banyak dan terus menerus.
  • Warna kuning kecoklatan atau kehijauan.
  • Aroma busuk atau tidak sedap.
  • Terasa sakit , gatal dan tidak nyaman.

Bahaya Keputihan Tidak Normal

  1. Keputihan normal vs tidak normal yang sering disertai dengan darah bisa menandakan waktu menstruasi akan segera datang. Namun jika disertai dengan darah kental dan terus menerus maka bisa menjadi infeksi yang cukup serius. Beberapa kondisi yang sering menyebabkan tanda ini seperti polip pada bagian leher rahim, kanker leher rahim dan infeksi yang menyebar ke bagian dalam organ reproduksi.
  2. Jika keputihan berwarna putih kental yang menyebabkan gatal maka hal ini bisa menjadi petunjuk terkena infeksi jamur. Infeksi jamur bisa diobati dengan menggunakan obat jenis antibiotik. Namun pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengatasi infeksi yang semakin serius.
  3. Jika keputihan berwarna kuning atau kehijauan maka bisa menjadi pertanda infeksi gonore yang membutuhkan perawatan dokter segera. Keputihan ini sering menyebabkan infeksi yang menyebar ke bagian dalam rongga vagina sehingga bisa menyebabkan infeksi menyebar.
  4. Jika keputihan berwarna putih keabuan dan disertai dengan busa maka bisa menjadi pertanda terkena infeksi bakteri vaginosis. Ini kondisi yang lebih berbahaya dan harus segera mendapatkan perawatan dokter. Obat antibiotik biasanya diberikan oleh dokter untuk mengatasi infeksi dan membuat kondisi bagian dalam vagina kembali normal.
  5. Jika keputihan disertai dengan cairan yang licin dan berwarna biru maka bisa menjadi pertanda infeksi virus herpes. Kondisi ini juga harus mendapatkan perawatan dokter segera. virus herpes bisa berkembang dan sangat menyakitkan. Bahkan jika herpes tidak segera diobati maka bisa terjadi dalam waktu yang lama dan menyebabkan rasa sakit berlebihan.

Cara Mengatasi Keputihan

Berikut ini pengobatan keputihan berdasarkan penyebabnya:

  1. Infeksi keputihan yang disebabkan oleh jamur bisa diobati dengan pemberian antibiotik (oral maupun krim). Obat yang sering digunakan yaitu golongan metronidazole. Efek obat ini bisa menyebabkan urin berwarna lebih gelap, mual, muntah dan rasa tidak nyaman jika menggunakan krim vagina. (baca juga : efek samping antibiotik, obat berbahaya jangka panjang)
  2. Jika keputihan disebabkan oleh infeksi trikomoniasis maka bisa menggunakan obat antibiotik golongan metronidazole. Selama perawatan ini maka tidak boleh berhubungan seksual.
  3. Jika keputihan disebabkan oleh infeksi monilia maka dirawat dengan menggunakan krim vagina namun tidak boleh dipergunakan selama hamil.
  4. Anda juga bisa mencoba mengobati keputihan dengan cara alami yaitu dengan membasuh vagina dengan air rebusan daun sirih yang sudah didinginkan.
  5. Selalu berusaha untuk menjaga kebersihan vagina dengan sering berganti pakaian dalam dan menggunakan pakaian dalam dari bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun.
  6. Usahakan untuk selalu menjaga nutrisi yang penting untuk menyembuhkan keputihan seperti jus buah delima, makan pisang setiap hari dan menambahkan bawang putih sebagai bumbu masakan.
  7. Anda juga bisa mengkonsumsi yogurt tanpa lemak sebagai bahan sumber probiotik alami yang bisa mencegah infeksi jamur dan bakteri dari dalam tubuh.

Cara Mencegah Keputihan

  1. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan vagina dengan sering berganti pakaian dalam dan menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat pada bagian vagina.
  2. Usahakan untuk selalu setia dengan pasangan sehingga tidak sering berganti pasangan.
  3. Usahakan untuk minum cairan dalam jumlah yang cukup, menjaga keseimbangan makanan dan minuman yang penuh dengan nutrisi.
  4. Bersihkan bagian vagina setelah buah air besar atau kecil dengan arah dari depan ke belakang.
  5. Jangan menggunakan pembalut selama lebih dari tiga jam, dan harus lebih sering berganti pembalut saat datang bulan.
  6. Hindari menggunakan cairan pembersih vagina yang bisa merusak kondisi pH asam pada bagian dalam vagina.

Semua wanita tentu harus waspada dengan keputihan. Jika mengalami keputihan yang sudah lama  dan termasuk sebagai keputihan tidak normal maka segera periksa ke dokter. Beberapa penyakit yang menyerang bagian dalam vagina terkadang tidak menunjukkan gejala dan keputihan bisa menjadi indikasi yang sangat penting untuk kesehatan vagina. Jika terkena keputihan maka bisa melakukan beberapa cara mengatasi keputihan gatal berbau secara alami.