Ikaderm – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

473

Ikaderm atau yang dikenal juga dengan Ikaderm Krim merupakan salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk meringankan lupus, gatal, psioriasis, dan juga eksim. Ikaderm Krim saat nanti digunakan dapat menimbulkan rasa seperti terbakar pada area kulit, pedih, kemerahan dan juga kulit akan cenderung kering. Ikaderm Krim di produksi dalam bentuk krim atau salep oleh Ikapharmindo. Ikaderm Krim bisa dibeli di apotik dengan menyertakan resep dari dokter.

Kandungan Ikaderm Krim

Ikaderm Krim memiliki kandungan zat bernama Clobetasol propionat

Fungsi Ikaderm Krim

Ikaderm Krim memiliki beberapa fungsi atau kegunaan untuk meringankan dan mengobati beberapa jenis penyakit dan gangguan seperti:

  1. Diguankans ebagai pengobatan jangka pendek atau waktu terbatas untuk dermatosis resisten seperti psoriasis dan eksim yang sulit disembuhkan
  2. Diberikan untuk pengguna yang mengalami liken planus
  3. Mampu membantu mengobati lupus eritematosis discoid
  4. Difungsikan sebagai obat untuk mengatasi keadaan infeksi kulit lainnya yang kiranya tidak memberi respon yang memuaskan terhadap steroid yang kurang aktif

Cara Penggunaan Ikaderm Krim

Agar dapat secara tepat mengobati dan memberikan efek yang baik dalam pengobatan penyakit diatas, Ikaderm Krim perlu diterapkan dalam beberapa jenis dosis dan aturan penggunaan yang tepat. Cara penggunaan Ikaderm Krim, adalah sebagai berikut:

  • Pengguna harus membersihkan dahulu area kulit yang terluka dan ingin diobati dengan Ikaderm Krim
  • Pengguna disarankan menggunakan Ikaderm Krim sebanyak sekali atau dua kali sehari di area yang luka
  • Oleskan Ikaderm Krim dengan hati-hati, tipis dan merata

Kontraindikasi Ikaderm Krim

Kontraindikasi dikenal sebagai sebuah kondisi yang harus dihindari dalam penggunaan Ikaderm Krim. Atau bisa dikatakan, dalam kondisi tertentu, pengguna tidak disarankan untuk menggunakan Ikaderm Krim. Untuk menambah kewaspadaan, berikut macam-macam kondisi yang harus dihindari dalam kontraindikasi penggunaan Ikaderm Krim:

  • Tidak boleh deiberikan kepada pengguna yang memilki infeksi kulit parah seperti impetigo
  • Tidak diresepkan kepada pengguna yang mengalami tinea corporis atau kurap pada badan
  • Tidak boleh diresepkan untuk pengguna yang mengalami herpes simpleks
  • Tidak ditujukan untuk penderita ber jerawat
  • Tidak boleh diresepkan untuk pengguna yang mengalami rosase

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam mengonsumsi Ikaderm Krim, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dan benar agar penggunaan obat tersebut lebih efektif dan sesuai dengan kegunaan serta fungsi yang dimiliki. Hal yang harus diperhatikan tersebut antara lain:

  1. Tidak disarankan membekukan Ikaderm Krim
  2. Jauhkan Ikaderm Krim dari jangkauan anak kecil
  3. Tidak boleh menyimpan Ikaderm Krim di kamar mandi
  4. Tidak boleh melakukan perubahan dosis konsumsi Ikaderm Krim seperti mengurangi atau menggandakan dosis Ikaderm Krim tanpa sepengetahuan dokter atau tenaga medis yang berwenang
  5. Simpan Ikaderm Krim di ruangan dengan suhu antara 5 hingga 20 derajat celisus
  6. Tidak boleh mengosumsi alkohol selama penggunaan Ikaderm Krim
  7. Simpan Ikaderm Krim di ruangan yang sejuk dan kering
  8. Simpan Ikaderm Krim jauh dari paparan sinar matahari terik
  9. Tidak boleh menyimpan Ikaderm Krim di freezer
  10. Jauhkan Ikaderm Krim dari hewan peliharaan
  11. Tidak boleh membuang Ikaderm Krim di saluran drainase karena dapat mencemari lingkungan sekitar

Ikaderm Krim Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini belum ditemukan adanya pernyataan yang dengan tegas menyatakan bahwa Ikaderm Krim tidak boleh diberikan kepada pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui. Selain itu, tidak ada juga penelitian yang membuktikan bahwa Ikaderm Krim berbahaya untuk janin dalam kandungan, bayi yang sedang menyusui dan pengguna.

Sejauh ini, penggunaan Ikaderm Krim untuk pengguna hamil atau menyusui tidak diketahui sehingga penggunaan Ikaderm Krim harus diberikan dengan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga ahli medis yang berwenang agar tidak muncul gangguan yang membahayakan.