11 Gejala Keracunan Makanan Kadaluarsa (No.11 Paling Tidak Disangka)

Keracunan makanan adalah suatu kondisi buruk yang terjadi setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh mikroorganisme jahat yang menular, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit lainnya. Gejala ini tampak setelah masa inkubasi berlangsung di dalam tubuh. Hal ini perlu mendapat perhatian khsusus terutama pada beberapa gejala yang muncul, di mana apabila tidak mendapatkan penanganan yang benar, akan berbuntut panjang bahkan sampai membawa kepada kematian.

Seperti contohnya yang baru saja terjadi di daerah Jatim, 44 orang diduga keracunan makanan tahlilan. Makanan tersebut merupakan makanan ringan yang dipesan dari sebuah catering. Dua belas orang segera dilarikan ke pukesmas terdekat. Mereka terkena diare, mual, muntah yang tak kunjung sembuh serta mengalami lemas sehingga perlu diinfus. Dan selebihnya berupaya untuk mengobati sendiri dengan obat warung. Makanan ringan yang diduga penyebabnya masih dalam masa penyelidikan.

Betapa berbahayanya dampak makanan yang telah terkontaminasi mikroorganisme jahat. Walaupun terkesan seperti gejala ringan, namun apabila telah berlangsung lebih dari tiga hari sebaiknya langsung dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan diagnosis dari dokter. Sehingga diketahui penyakit yang diderita dan memperoleh penanganan yang tepat.

Gejala Keracunan Makanan Kadaluarsa berbeda bergantung pada jenis mikroorganisme yang menyerang dan tingkat keparahannya pun bergantung pada beberapa faktor fisik manusianya itu sendiri. Macam-macam gejala yang mungkin akan timbul adalah sebagai berikut.

  1. Mual

Gejala ini biasa terjadi setelah mengkonsumsi makanan atau minuman berlebih. Atau pada orang-orang yang mengalami maag maupun ibu hamil. Namun gejala tersebut dapat dibedakan dari kejadian sebelum perasaan mual itu muncul. Apabila sebelumnya tidak pernah mual, lalu setelah mengkonsumsi makanan tiba-tiba merasa mual, maka mungkin itu merupakan gejala keracunan makanan.

  1. Muntah

Beberapa orang mungkin tidak sampai mengalami gejala lanjutan ini. Hal ini tergantung pada sistem kekebalan tubuh seseorang. Apabila saat itu sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, maka gejalanya akan langsung muncul. Rasa mual tadi akan disambung dengan muntah-muntah. Untuk kondisi yang parah, akan berlangsung dalam beberapa waktu.

  1. Sakit perut atau kram perut

Gejala lain yang mungkin dirasakan juga adalah sakit perut atau kram perut. Perut akan bereaksi ketika terdapat zat berbahaya yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Reaksi tersebut berasal dari perlawanan imun terhadap penyerangan mikroorganisme jahat. Dan tidak seperti sakit perut biasa karena gejala ini mungkin akan bertahan selama beberapa waktu.

  1. Diare

Diare adalah gejala yang paling umum terjadi. Ketika di dalam usus terdapat bakteri jahat, maka akan menghasilkan cairan dan gas secara terus menerus disertai sakit perut yang hebat. Kotoran yang keluar pun tidaklah normal atau seperti biasanya. Bentuknya berubah drastis menjadi air. Ada yang berbentuk cairan coklat, ada pula yang disertai warna merah dan juga lendir. Keinginan untuk buang air besar pun meningkat frekuensinya. Hal ini tentu tidak membuat nyaman karena harus beberapa kali bolak balik kamar kecil bahkan sampai menggunakan pampers karena cairan tersebut tak dapat ditahan untuk tidak keluar. Gejala ini untuk beberapa orang dapat diatasi dengan obat warung. Namun, apabila tidak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter.


  1. Pusing

Keracunan akibat mengkonsumsi makanan kadaluarsa juga akan menimbulkan gejala pusing. Tentunya bukan pusing yang sudah ada sebelum Anda makan, namun pusing yang tiba-tiba menyerang. Biasanya ini terjadi beberapa saat setelah Anda mengkonsumsi makanan kadaluarsa. Gejala ini merupakan sinyal yang dikirim oleh sistem pencernaan kepada otak. Pusing termasuk gejala awal keracunan, sama seperti mual dan sakit atau kram perut.

  1. Demam

Perlawanan tubuh terhadap serangan mikroorganisme jahat bisa juga muncul dalam bentuk demam. Namun, demam karena keracunan makanan kadaluarsa berbeda dari demam karena penyakit flu, demam dengue atau yang lainnya. Demam karena keracunan ini juga diiringi gejala yang telah disebutkan di atas, yaitu mual, muntah, kram perut, diare, dan pusing.

  1. Nafsu makan berkurang

Beberapa gejala yang muncul akibat keracunan makanan kadaluarsa akan secara otomatis membuat nafsu makan Anda berkurang. Kondisi perut, perasaan mual, rasa pada lidah yang berubah karena demam, dan trauma pasca keracunan sangat mempengaruhi nafsu makan Anda. Rasa lapar akan seketika dilupakan, dikalahkan dengan derita yang Anda alami. Semua terasa tidak nikmat dalam bayangan Anda.

  1. Dehidrasi

Gejala ini merupakan gejala lanjutan dari gejala sebelumnya. Bagaimana tidak, keracunan makanan membuat tubuh Anda mengeluarkan banyak cairan dari dalam tubuh melalui muntah dan diare. Dan diperparah dengan menurunnya hasrat untuk minum. Air yang keluar setiap waktunya tidak tergantikan oleh air yang masuk. Tanda-tanda dehidrasi adalah bibir memucat dan kering, kantung mata bagian dalam terlihat pucat, sulit untuk buang air kecil, dan kelelahan.

  1. Lemas

Naik level dari gejala sebelumnya, tubuh Anda akan terasa lemas. Gejala ini merupakan akibat dari keracunan makanan yang telah menimpa Anda. Kebanyakan karena kekurangan cairan tubuh, berkurangnya nafsu makan sehingga melemahkan kondisi tubuh Anda. Pada tahap ini biasanya pasien akan diberikan infus oleh pihak dokter untuk menghindari kondisi yang semakin parah dan untuk memenuhi asupan yang seharusnya diterima oleh tubuh.


  1. Pingsan hingga kejang-kejang

Gejala ini jarang terjadi kecuali keracunan makanan kadaluarsa sudah sangat parah. Kasus ini sangat mungkin terjadi apabila mikroorganisme jahat sudah pada tahap ganas dengan dukungan perubahan zat makanan karena kadaluarsa dan menyerang orang-orang yang sangat lemah kekebalan tubuhnya. Seperti penderita penyakit kronis dan juga anak-anak. Keracunan makanan yang kronis ini menyebabkan Anda kehilangan kesadaran dan kejang-kejang. Biasanya berujung pada kematian.

  1. Gangguan pada janin

Apabila keracunan makanan kadaluarsa ini terjadi pada ibu hamil, maka akan turut mengancam si calon bayi. Bakteri, virus, jamur, maupun parasit tentu saja dengan mudah menyerang janin yang berada dalam tubuh sang ibu karena janin belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna. Hal ini berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin dalam rahim ibu bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan keguguran.

Makanan kadaluarsa tidak selalu memberikan tanda-tanda yang nyata terlihat atau dirasakan. Oleh sebab itu, apabila sudah diketahui bahwa makanan tersebut sudah sangat mendekati masa kadaluarsanya, sebaiknya Anda tidak perlu ragu untuk membuangnya. Karena pada sebagian makanan, mikroorganisme jahat telah lebih dulu menguasai makanan dan merubah zat yang berada di dalam makanan menjadi zat yang berbahaya bagi tubuh. Tidak perlu mencium atau menyicip makanan tersebut terlebih dahulu sebelum membuangnya karena spora jahat dapat terbawa oleh hirupan Anda, melalui hidung masuk ke dalam tubuh, dan dapat mengganggu sistem pernapasan Anda.

Sangat dianjurkan untuk lebih teliti dan lebih berhati-hati lagi. Cermati kondisi makanan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya. Jangan mengambil risiko hanya karena Anda sayang membuangnya. Apabila gejala diatas menimpa Anda, ketahui Cara Mengatasi Keracunan Makanan yang tepat sebelum semuanya terlambat.

, , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup