Categories: Demam Berdarah

3 Fase Demam Berdarah : Gejala dan Cara Perawatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan saat musim penghujan. Di Indonesia kasus demam berdarah selalu meningkat saat masuk musim pancaroba atau musim penghujan. Kondisi ini berhubungan dengan banyaknya genangan air yang timbul sebagai tempat perkembangan nyamuk Aedes aegepty. Ketika virus sudah masuk ke dalam tubuh maka akan menyerang sel darah secara langsung. Kemudian efeknya akan membuat jumlah sel darah putih menurun lalu berpengaruh pada kadar trombosit. Kondisi ini akan membuat penderita mengalami demam yang cukup tinggi karena terjadi peradangan. Kemudian juga akan membuat penderita mengalami dehidrasi, tekanan darah yang sangat rendah lalu bisa menyebabkan kerusakan untuk organ jantung, hati, ginjal dan yang paling parah adalah bagian otak.

Gejala demam berdarah pada anak dan orang dewasa harus mendapatkan perhatian. Terkadang banyak orang tidak menyadari ketika terkena demam berdarah. Akibatnya adalah kondisi yang parah dan bisa menyebabkan dampak yang fatal. Untuk mengenali gejala ini maka berikut ini adalah uraian mengenai fase-fase demam berdarah yang perlu Anda ketahui.

  1. Demam Berdarah Fase 1

Pada gejala demam berdarah dengue awal maka banyak orang yang tidak menyadarinya. Gejala ini memang mirip seperti gejala penyakit tifus. Beberapa tanda demam berdarah yang lebih jelas juga terkadang tidak muncul. Namun selalu ada pemeriksaan penunjang yang bisa membuktikan adanya infeksi dari demam berdarah.

Gejala

  • Penderita akan mengalami demam yang sangat tinggi. Demam bisa berlangsung antara 1 hingga 5 hari tergantung kondisi tubuh.
  • Demam bisa diukur antara 39 sampai 40 derajat Celcius.
  • Sakit pada semua bagian tubuh. (baca juga: nyeri sendi lutut – penyebab, gejala, komplikasi dan pengobatannya)
  • Perut terasa nyeri dan tidak nafsu makan karena lidah terasa pahit. (baca juga: penyebab lidah terasa pahit)
  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan terkadang disertai dengan diare.
  • Terkadang muncul bintik merah pada kulit dan jika diregangkan maka bintik merah tidak hilang.
  • Nyeri tenggorokan seperti faringitis (hanya sementara).

Perawatan dan Tips

  • Pemberian obat untuk mengatasi demam seperti parasetamol.
  • Memberikan banyak minum untuk penderita agar tidak mengalami dehidrasi. Penderita sangat rentan kehilangan cairan sehingga harus menerima cairan yang mengandung elektrolit. (baca juga: bahaya akibat kurang minum air putih)
  • Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kehilangan cairan yang parah dan tidak nafsu makan harus mendapatkan perawatan dokter.
  1. Demam Berdarah Fase 2

Pada fase kedua dari demam berdarah maka banyak orang tua atau penderita yang menganggap sudah sembuh. Namun sebenarnya fase ini sangat berpengaruh untuk kondisi tubuh. Ketika masuk ke fase ini sebenarnya penderita benar-benar memasuki fase kritis. Karena itu perhatian medis sangat diperlukan ketika penderita masuk ke dalam fase ini.

Gejala

  • Pada hari ke 5 hingga ke 7, maka demam akan turun dan terlihat seperti sudah sembuh.
  • Butuh waktu selama 24 jam bagi tubuh penderita untuk benar-benar mencapai suhu normal seperti orang sehat.
  • Tekanan darah sangat turun karena terjadi kebocoran plasma darah. (baca juga: penyebab darah rendah dan cara mengatasinya)
  • Penderita merasa sangat gelisah
  • Tubuh terasa sangat lemah.
  • Banyak mengeluarkan keringat dingin. (baca juga: keringat dingin – gejala – penyebab – penyakit)
  • Denyut nadi akan terasa sangat cepat.
  • Jumlah trombosit akan sangat rendah.
  • Dalam kondisi yang fatal bisa menyebabkan muntah darah dan pendarahan dari hidung. (baca juga: penyebab muntah darah pada orang tua dan anak)
  • Terjadi pendarahan dalam organ dalam yang menyebabkan gagal fungsi organ.
  • Sulit untuk bernafas. (baca juga: penyebab dada sesak nafas)

Perawatan

Pada tahap ini maka penderita harus mendapatkan perawatan yang cukup intensif di rumah sakit. Dokter biasanya akan memberikan cairan infus untuk membantu tubuh dalam mengatasi kehilangan cairan dan menghentikan pendarahan. Jika tidak diberikan cairan yang cukup maka tubuh bisa mengalami perfusi darah yang menyebabkan kegagalan fungsi organ. Pemeriksaan darah terus dilakukan untuk mengetahui jumlah trombosit. Penundaan perawatan bisa menyebabkan kondisi yang sangat kritis termasuk yang paling buruk yaitu kematian akibat gagal fungsi organ.

Baca juga : akibat kelebihan cairan infus pada pasien – jenis-jenis cairan infus dan fungsinya)

  1. Demam Berdarah Fase 3

Pada fase ketiga maka penderita sudah bisa kembali merasa normal dan benar-benar sembuh. Rasa pada fase ketiga ini berbeda dibandingkan dengan fase ke 2 yang hanya seperti sembuh namun sebenarnya belum sembuh. Penderita bisa merasa tubuh kembali bertenaga dan tubuh terasa nyaman untuk digerakkan.

Gejala / Ciri

  • Tubuh terasa lebih nyaman dan sakit pada persendian sudah banyak berkurang.
  • Nafsu makan mulai meningkat
  • Merasa ingin mengkonsumsi makanan kesukaan.
  • Denyut nadi sudah mulai lambat.
  • Ruam yang muncul di permukaan kulit sudah memudar.
  • Buang air kecil sudah lancar atau volumenya sudah meningkat.

Perawatan

Pada fase ini jumlah cairan tambahan seperti infus sudah mulai dikurangi sedikit demi sedikit. Penderita juga sudah boleh mencoba untuk mengkonsumsi makanan yang sedikit lebih berat. Penderita bisa mulai banyak melakukan gerakan termasuk turun dari tempat tidur. Pada fase ini penderita bisa kembali sedikit beraktifitas ringan dan mulai penyesuaian. Obat tetap bisa diminum untuk benar-benar menghilangkan gejala.

Tips Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah Fase 1 – 3

Penderita demam berdarah yang sudah masuk ke dalam fase 1 hingga 3 mungkin akan merasa tubuh tidak nyaman. Ada berbagai langkah yang bisa dilakukan saat menjalani perawatan. Perawatan di rumah sakit memang sangat diperlukan. Selain mendapatkan obat-obatan medis, maka berikut ini tips untuk mempercepat penyembuhan.

  1. Minum Banyak Air

Penderita demam berdarah yang sudah masuk ke dalam fase 1 – 3 harus banyak mendapatkan cairan. Cairan ini bisa didapatkan dengan banyak minum air mineral. Cairan bisa membantu mencegah terjadinya pendarahan akibat jumlah trombosit yang terus menurun. Air juga akan mendorong buang air kecil menjadi lebih lancar sehingga membantu mengeluarkan racun dan menurunkan infeksi dalam tubuh. Tubuh juga akan memiliki tingkat kekebalan yang lebih tinggi sehingga mudah cepat sembuh. Air minum yang matang sangat dianjurkan untuk menghindari bahaya minum air mentah terus menerus  bagi kesehatan.

  1. Konsumsi Sayuan Hijau

Meskipun biasanya penderita demam berdarah tidak memiliki nafsu makan yang baik, maka mengkonsumsi sayuran hijau sangat penting. Tubuh penderita demam berdarah membutuhkan banyak sayuran hijau sebagai sumber vitamin, mineral dan zat esensial alami. Penderita juga sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang digoreng dan makanan yang terlalu pedas. Makanan yang digoreng dan makanan pedas akan menghambat penyerapan nutrisi bagi tubuh. (baca juga: bahaya mengkonsumsi gorengan bagi kesehatan)

  1. Minum Jus Daun Pepaya

Salah satu obat terbaik untuk segera pulih dari gejala demam berdarah pada fase demam berdarah 1 hingga 2 adalah minum jus dari daun pepaya. Jus daun pepaya didapatkan dari daun pepaya yang masih segar. Rasanya memang sangat pahit dan tidak enak. Namun jus daun pepaya dipercaya bisa mengalahkan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Penderita demam berdarah cukup minum jus daun pepaya pada pagi hari dan sore hari. Perawatan alami ini akan cepat meningkatkan jumlah trombotis dan menurunkan resiko pendarahan. (baca juga: khasiat daun pepaya dan efek sampingnya)

  1. Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Protein Super Tinggi

Penderita demam berdarah juga sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi. Ketika tubuh terserang virus maka tubuh tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan infeksi. Protein akan membantu tubuh dalam mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup. Protein juga bisa membantu tubuh dalam melawan virus sehingga tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

  1. Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin C Paling Tinggi

Penderita demam berdarah juga sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C tinggi. Vitamin C sangat diperlukan tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Virus deman berdarah yang sudah masuk dalam tubuh bisa diperangi dengan vitamin C. Beberapa buah seperti jeruk, lemon, dan jeruk nipis sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun pemberian buah yang memiliki rasa asam juga harus diperhatikan untuk penderita maag dan asam lambung. (baca juga: buah yang mengandung vitamin C super tinggi dan manfaatnya)

  1. Makan Bubur

Mengkonsumsi bubur dan semua jenis makanan padat yang dihaluskan sangat baik untuk penderita demam berdarah. Makanan ini sangat baik untuk penderita anak maupun orang dewasa. Makanan yang lembut akan membantu pencernaan dalam menyerap sari makanan. Selain itu juga bisa meningkatkan nafsu makan. Kandungan cairan dalam bubur dan makanan yang lembut juga bisa membantu menyumbang cairan.

baca juga: makanan untuk anak diare dan muntahmakanan untuk penderita tipes

  1. Minum Air Jahe

Minum air jahe sangat disarankan untuk penderita demam berdarah. Jahe mengandung berbagai senyawa kimia alami yang sangat baik untuk mendukung sistem pencernaan. Jahe juga bisa membantu mengatasi mual, muntah dan sakit kepala sebagai efek demam berdarah pada fase 1.

  1. Minum Air Kelapa

Jika Anda bisa menemukan air kelapa, maka air kelapa sangat bagus untuk penderita demam berdarah. Air kelapa diketahui banyak mengandung elektrolit yang bisa mengatasi gangguan keseimbangan elektrolit pada penderita demam berdarah. Selain itu air kelapa yang manis juga bisa menggantikan ion tubuh yang hilang. Air kelapa bisa menjadi minuman sehari-hari untuk mengalahkan gejala demam berdarah pada fase 1 hingga 3.(baca juga: bahaya air kelapa bagi kesehatan)

  1. Jus Wortel dan Jambu Merah

Penderita demam berdarah yang sudah masuk ke dalam fase 1 hingga 3 juga bisa minum jus wortel dan jambu merah. Jus ini akan membantu tubuh agar lebih cepat pulih. Jus jambu merah menyumbangkan elektrolit dan bisa mendukung pembentukan trombosit. Nutrisi seperti vitamin dan mineral yang lengkap bisa didapatkan dari jus wortel dan jambu merah.

  1. Jus Kiwi

Minum jus kiwi atau makan buah kiwi sangat baik untuk penderita demam berdarah. Bahan ini sangat baik untuk mendukung tubuh untuk mendapatkan jumlah sel darah putih yang cukup. Jus buah kiwi juga bisa membantu menurunkan resiko pendarahan. Bahkan jus kiwi sangat baik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

  1. Makan Sup

Mengkonsumsi makanan yang hangat sangat baik untuk penderita demam berdarah. Sup sayuran sangat penting untuk meningkatkan nafsu makan. Sup sayuran dan kaldu ayam juga bisa mencukupi kebutuhan mineral dan vitamin. Namun Anda harus memastikan bahwa sup ini tidak banyak mengandung garam dan bumbu lainnya. Sup juga bisa diberikan ketika demam karena bisa menjadi makanan untuk orang demam tinggi dan panas.

  1. Minum Teh

Membantu penderita demam berdarah untuk kembali mendapatkan tubuh yang kuat juga bisa dilakukan dengan memberikan teh. Minuman teh bisa membantu menekan gerakan virus dalam tubuh. Selain itu juga sangat penting untuk membuat tubuh merasa lebih kuat. Teh mengandung bahan antioksidan yang bisa melawan radikal bebas.

(baca juga: bahaya minum teh bagi kesehatanbahaya es teh manis  bagi kesehatan)

  1. Minum Jus Delima

Delima juga bisa menjadi buah yang sangat baik untuk penderita demam berdarah. Jus buah delima bisa membantu meningkatkan jumlah trombosit. Delima juga bisa menyumbangkan mineral dan vitamin yang sangat baik untuk melawan gerakan virus. Kandungan vitamin yang lengkap dalam buah delima bisa membantu tubuh untuk kembali cepat pulih. Buah delima juga termasuk dalam daftar 25 buah yang mengandung vitamin E tinggi.

  1. Minum Susu

Anak-anak yang terkena demam berdarah sangat penting untuk tetap minum susu seperti biasanya. Susu mengandung tingkat kalsium yang sangat tinggi dan bisa meningkatkan jumlah trombosit. Selain itu susu juga mengandung vitamin K dan fibrinogen dari protein. Semua nutrisi ini sangat penting terutama untuk mendukung pembekuan darah dan mengurangi resiko pendarahan yang lebih berat. Jika Anda tidak terbiasa minum susu maka juga bisa menggantinya dengan yogurt atau keju. Khasiat susu sapi murni bagi kesehatan memang sangat banyak, termasuk untuk memulihkan kesehatan.

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Asam Folat Super Tinggi

Mengkonsumsi makanan yang mengandung folat tinggi juga sangat penting untuk penderita demam berdarah. Folat bisa membantu meningkatkan trombosit dan mencegah penurunan trombosit dalam waktu yang cepat. Bahkan kandungan folat sangat penting untuk membantu pembelahan sel darah yang lebih sehat. Konsumsi folat bisa mendukung tubuh agar lebih sehat.

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12 Super Tinggi

Berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin B12 tinggi sangat baik untuk mengatasi penurunan jumlah trombosit. Vitamin B12 sangat penting untuk menjaga proses aliran darah, meningkatkan sistem metabolisme dan menurunkan resiko pendarahan. Selain itu juga jangan lupa untuk menurunkan konsumsi lemak yang bisa membuat sistem pencernaan menjadi lebih berat.

Baca juga: Buah yang mengandung vitamin B tinggi dan fungsinya bagi tubuhmakanan yang mengandung vitamin B kompleks

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin A Super Tinggi

Vitamin A sangat dibutuhkan untuk penderita demam berdarah karena vitamin A bisa membantu tubuh dalam melakukan sintesa protein. Ketika tubuh mendapatkan protein yang cukup maka bisa membantu produksi trombosit dan sistem pembelahan sel. Vitamin A juga bisa membantu tubuh dalam melakukan berbagai fungsi termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.(baca juga: daftar buah yang mengandung vitamin A tertinggi)

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin K Tinggi

Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin K sangat penting untuk penderita demam berdarah. Vitamin K membantu tubuh dalam membentuk sel darah dan mencegah terjadinya pendarahan. Fungsi ini sangat penting karena penderita demam berdarah sering mengalami pendarahan. Selain itu konsumsi makanan yang mengandung vitamin K sangat penting untuk mencukupi nutrisi mineral dari berbagai makanan tersebut.

Memulihkan kondisi penderita pada fase demam berdarah 1 hingga 3 sangat penting untuk mencegah resiko yang lebih buruk. Upaya ini juga bisa membantu tubuh penderita demam berdarah agar tidak mengalami pendarahan. Mengenali gejala dan mendapatkan tingkat perawatan yang tepat sangat baik untuk mencegah akibat fatal seperti kematian. Selain itu sebaiknya Anda juga melakukan cara mencegah demam berdarah dengue agar terhindar dari demam berdarah.