Awalnya Dikira Kista Hati, Bayi Ini Ternyata ‘Mengandung’ Kembarannya

194

Kondisi langka dikabarkan terjadi pada seorang ibu di Kolombia pasca melahirkan seorang bayi. Rupanya, bayi yang baru saja ia lahirkan diketahui tengah ‘mengandung’ kembarannya sendiri dilansir dari laman Detik Health. Fenomena ini jarang sekali terjadi dan istilah untuk kondisi ini adalah fetus in fetu atau kelainan kembar.

Mengejutkannya, bayi yang ‘mengandung’ kembarannya sendiri ini telah terdeteksi sejak kandungan sang ibu menginjak 35 minggu. Dugaan dokter mengacu pada kista hati, tapi setelah diperiksa mendetil melalui USG 3D/4D, dapat terlihat bahwa ada ruang yang di dalamnya berisi cairan berikut tali pusar.

Menurut dr Boy Abidin SpOG dikutip dari laman Kompas Sains, ada dua jenis fetus in fetu, yakni janin yang masuk atau berada di dalam kembarannya serta kondisi di mana janin menempel seperti kangguru. Jika kasus seperti anak wanita di Kolombia ini, bisa dikatakan istilahnya adalah internal fetus in fetu.

Fetus in fetu sendiri dijelaskan sebagai sebuah keadaan perkembangan awal pada masa kehamilan, yaitu ada janin kembar pada satu embrio. Kehamilan trimester pertama sangat berisiko mengalami kejadian seperti ini dan karena hal tersebut, ketidaklengkapan banyak organ pun dapat terjadi. Ini juga masih menjadi bagian dari proses mekanisme pertumbuhan janin sekaligus pembelahan janin yang ada di dalam rahim.

Akhirnya, pada minggu ke-37 lah bayi tersebut dilahirkan dan dinamakan Itzamara. Proses persalinan adalah dengan operasi atau bedah caesar karena dokter ingin mencegah potensi pertumbuhan kembarannya malah bisa menjadi penyebab kerusakan organ Itzamara. Sementara itu, untuk mengeluarkan kembarannya, laparoskopi akhirnya perlu dilakukan.

Kembarannya diketahui tidak memiliki otak dan jantung meski diketahui memiliki kaki dan kepala; ukurannya pun saat berhasil dikeluarkan adalah sekitar 5 cm. Fetus in fetu ini juga kerap disalahartikan oleh ahli medis sebagai kondisi teratoma, yaitu sejenis tumor tapi memiliki jaringan otot, tulang, hingga memiliki rambut; tapi ada pula yang diagnosanya terbalik, sebenarnya adalah teratoma tapi dideteksi sebagai fetus in fetu. Keduanya sama-sama langka, namun tetap saja berbeda.