Home Obat A-ZObat C Clonazepam – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

Clonazepam – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

by sari

Penyalahgunaan obat ini dapat berakibat kepada kecanduan, overdosis, atau kematian. Menjual atau memberikan obat ini secara cuma-cuma kepada orang yang tidak memiliki anjuran dokter resmi untuk mengkonsumsi obat tersebut dapat melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, berdasarkan pada pasal 62 yang mana “Barangsiapa dengan secara tanpa hak, memiliki, menyimpan dan/atau membawa psikotropika dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah)”.

Obat Apa?

Minum Clonazepam dalam dosis yang di anjurkan oleh dokter sesuai dengan resep yang telah ia berikan. Dokter anda mungkin menambahkan atau mengurangi dosis guna memberi anda hasil yang terbaik. Jangan konsumsi obat ini jika sudah tidak direkomendasikan oleh dokter. Mengkonsumsi Clonazepam dapat menyebabkan kecanduan. Konsumsi secara pribadi, jangan pernah memberikan obat ini kepada seseorang yang mempunyai sejarah penyalahgunaan atau kecanduan narkoba. Simpan pada temperatur ruangan jauhkan dari cairan, cahaya, dan panas, tempat tersebut juga harus merupakan tempat dimana tidak ada seorang pun tau dimana anda menaruh obat ini.

Clonazepam seharusnya hanya untuk di konsumsi dalam jangka waktu yang pendek. Jangan mengkonsumsi obat ini dalam kurun waktu lebih dari 9 minggu tanpa rekomendasi dari dokter. Jangan berhenti mengkonsumsi Clonazepam secara tiba-tiba atau anda akan merasakan withdrawal symptoms yang tidak menyenangkan, termasuk kejang-kejang, tanyakan kepada dokter anda mengenai kapan dan bagaimana anda dapat berhenti mengkonsumsi obat ini secara aman.

Fungsi Obat Clonazepam

Clonazepam bekerja dengan cara menenangkan otak dan syaraf yang tidak stabil. Clonazepam digunakan untuk menangani beberapa jenis epilepsi  (seperti Absence Seizure atau Lennox-Gastaut syndrome). Clonazepam juga dapat digunakan untuk mengobati serangan panik (termasuk agrophobia) pada dewasa. Mengenai dosis, efek samping dan pantangan ketika mengunakan Clonazepam akan dijelaskan dibawah.

Penyakit kejang maupun panic attack sering kali diobati dengan kombinasi beberapa jenis obat, gunakan semua obat sesuai dengan panduan pengobatan atau petunjuk pengobatan pasien. Jangan mengubah dosis atau jadwal pengobatan tanpa sepersetujuan dokter. Catat jumlah setiap obat yang telah digunakan pada setiap botol/clip/atau kemasan dan beritahu kepada dokter berapa jumlah tersebut. jika obat ini tidak memberi efek apapun terhadap pengobatan kejang dan panic disorder anda segerakanlah konsultasi kepada dokter anda.

Hal-hal yang perlu diketahui ketika meminum Clonazepam

Anda tidak diperbolehkan meminum Clonazepam jika memiliki:

  • Glaukoma Sudut Tertutup Akut
  • Penyakit hati yang sudah parah
  • Sejarah alergi terhadap jenis obat benzodiazepines, seperti diazepam (Valium), alprazolam (Xanax), lorazepam (Ativan), chlordiazepoxid, flurazepam, dan obat lain yang tergabung dalam kelas benzodiazepines

Untuk memastikan Clonazepam aman untuk anda, beri tahu kepada dokter anda jika anda pernah memiliki:

  • Penyakit hati atau ginjal
  • Glaukoma
  • Porphyria ( penyakit enzim turunan yang menyebabkan gejala yang memengaruhi kulit atau sistem syaraf)
  • Asma, Bronkitis, Emfisema, Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau gangguan pada sistem pernapasan lainnya
  • Penyakit kejiwaan seperti depresi dan psikosis
  • Ketergantungan minuman beralkohol
  • Jika anda sedang atau telah mengunakan narkoba medis (opioid)

Dosis Obat Clonazepam

Beberapa orang dapat mendapatkan pikiran untuk bunuh diri ketika mengkonsumsi obat anti depresi. Dokter anda harus mengecek perkembangan anda dengan cara kunjungan rutin. Anda juga harus memberitahu keluarga dan kerabat terdekat mengenai perubahan mood anda. Kabari segera dokter anda jika gejala depresi anda makin parah, mengalami perubahan perilaku yang tidak biasa, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan pikiran untuk bunuh diri setalah mengkonsumsi obat ini.

Ikuti instruksi dokter anda ketika anda mengkonsumsi anti depresi jika anda sedang dalam keadaan hamil. Jangan memulai atau berhenti mengkonsumsi obat ini tanpa anjuran dari dokter anda, dan beri tahu dokter anda jika anda hamil ketika anda hamil. Clonazepam dapat membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan, dan dapat menyebabkan masalah pernafasan dan nafsu makan pada bayi yang baru lahir. Tapi mengalami kejang ketika dalam kondisi hamil dapat membahayakan bayi dan anak yang dikandungnya. Jangan memberikan obat ini kepada anak dibawah 18 tahun tanpa anjuran dokter, Clonazepam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi anak dibawah umur 18 tahun guna mengobati panic disorder/attack pada mereka.

Dosis untuk kejang demam pada dewasa:

  • 1,5 mg per hari per hari dibagi menjadi 3 dosis, ini dapat ditingkatkan dengan penambahan 0,5 mg sampai 1 mg setiap 3 hari sampai kejang cukup terkontrol atau sampai efek samping menghalangi kenaikan dosis lebih lanjut.
  • Dosis maksimal: 20 mg per hari.
  • Komentar: Penggunaan beberapa jenis anti depresan dapat menyebabkan peningkatan efek samping yaitu ketergantungan.
  • Pengunaan: Obat itu sendiri atau sebagai tambahan dalam pengobatan sindrom Lennox-Gastaut (varian petit mal), kejang akinetik dan mioklonik.

Dosis untuk Panic Disorder pada dewasa:

  • Dosis awal: 0,25 mg 2 kali per hari
  • Dosis untuk jaga-jaga: 1 mg per hari
  • Dosis maksimum: 4 mg per hari

Hal yang harus diperhatikan saat memberikan obat:

  • Peningkatan dosis target untuk rata-rata pasien adalah 1 mg / hari dapat dilakukan setelah 3 hari setelah mengkonsumsi dosis awal.
  • Dosis dapat ditingkatkan dengan penambahan 0,125 mg sampai 0,25 mg 2 kali per hari setiap 3 hari sampai panic attack terkendali atau sampai efek samping membuat peningkatan lebih lanjut tidak diinginkan.
  • Pemberian satu dosis pada waktu tidur mungkin di anjurkan jika mengalami susah tidur, untuk menghilangkan kegelisahan yang dirasakan ketika ingin tidur.
  • Pengobatan harus dihentikan secara bertahap, dengan penurunan 0,125 mg 2 kali per hari setiap 3 hari, sampai obat benar-benar dapat ditarik.
  • Kegunaan: Pengobatan gangguan panik, dengan atau tanpa agoraphobia.

Dosis anak dibawah umur Klonazepam untuk Kejang Demam:

  • Sampai anak berusia 10 tahun atau 30 kg berat badan:
  • 0,01 mg / kg / hari sampai 0,05 mg / kg / hari secara oral, diberikan dalam 2 atau 3 dosis yang telah dibagi
  • Anak berusia 10 tahun atau lebih atau 30 kg dan lebih:

Peringatan:

  • Dosis tidak boleh ditingkatkan lebih dari 0,25 mg sampai 0,5 mg setiap hari ketiga setelah dosis awal sampai dosis untuk jaga-jaga harian tercapai, kecuali jika kejang telah dapat dikatakan aman terkendali atau efek samping obat menghalangi peningkatan lebih lanjut.
  • Bila mungkin, dosis harian harus dibagi menjadi tiga dosis yang sama

Efek samping Clonazepam

Segera hubungi bantuan jika anda mengalami reaksi alergi terhadap Clonazepam. Reaksi tersebut dapat berupa: gatal-gatal, susah nafas, adanya bengkak di wajah, mulut, tenggorokan, atau lidah.

Laporkan jika merasakan gejala depresi yang memburuk atau bahkan menimbulkan gejala baru seperti: perubahan terhadap mood atau perilaku, kegelisahan, panic atttack, susah tidur, merasa impulsif, mudah tersingung, gelisah, agresif, resah, maupun merasa hiperaktif baik secara mental maupun fisik, dan memiliki pikiran untuk melukai diri sendiri bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Segera hubungi dokter anda jika anda mengalami:

  • Gejala kejang yang memburuk atau gejala bahkan kejala kejang yang baru
  • Gejala pusing yang parah
  • Perubahan mood yang tidak biasa
  • Merasa sensitif bahkan agresif
  • Gejala bipolar ringan
  • Halusinasi
  • Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri
  • Kesulitan bernafas
  • Detak jantung yang menjadi cepat
  • Pergerakan mata yang tidak biasa

Efek sedatif pada Clonazepam mungkin akan bertahan lebih lama pada dosis dewasa. Jatuh secara tiba-tiba adalah hal yang lumrah pada pasien lanjur usia. Gunakan secara hati-hati untuk menghindari cidera yang tidak sengaja yang di akibatkan jatuh karena efek dari obat ini.

Efek yang biasanya akan dirasakan setelah meminum Clonazepam adalah:

  • Merasa lelah atau depresi sesaat
  • Merasa pusing
  • Masalah yang berhubungan ingatan
  • Masalah dengan kordinasi tubuh atau merasa oleng

List yang ditulis diatas bukan semua efek samping yang dapat terjadi ketika mengkonsumi Clonazepam, efek lain juga dapat terjadi, segera hubungi dokter anda jika merasakan ada hal yang tidak biasa setelah mengkonsumsi obat ini.

Demikian itulah beberapa pembahasan dari obat cleozapam yang bisa anda ketahui bagaiamana fungsi obat tersebut, dan juga bagaimana kadar dosisnya serta beberapa efek sampingnya yang bisa anda ketahui.

You may also like