Amineptine – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

Apa itu Amineptine?

Amineptine juga dikenal dengan merk obat Survector, Maneon atau Directin. Obat ini termasuk ke dalam kategori anti depresan. Amineptine berisi substansi imipramine, seperti tricyclic ring. Di dalamnya terdapat substansi-substansi terapi anti depresan dan juga psychostimulant. Mekanisme kerja Amineptine adalah dengan mengeluarkan dopamin pada saat sinapsis dan juga berfungsi untuk pencegahan kelebihan dopamin.

Selain itu Amineptine juga memiliki anticholinergic, namun pemakaian utamanya adalah untuk penanganan depresi. Amineptine memiliki efek phsychostimulant yang lembut namun sangat menyenangkan dan efeknya sangat cepat terasa sebagai mood-brightener (pembuat kondisi hati bahagia). Selain penanganan depresi, Amineptine juga digunakan untuk penanganan asma dan irritable bowel syndrome atau gangguan pencernaan pada lambung.

Kelebihan dari Amineptine adalah obat ini membantu pasien meningkatkan kualitas tidur malamnya, tidak seperti stimulan atau anti depresan lainnya. Amineptine khususnya dapat sangat bermanfaat bagi pasien dengan karakter melankolis, anhedonic dan pesimis yang kondisi hatinya cenderung memburuk dengan SSRI. Amineptine juga menangani kondisi depresi ringan namun kronis yang bernama dysthumia.  Pembuktian efektivitas Amineptine pada anxiety masih sangat sedikit ditemukan.

Fakta Mengenai Obat Amineptine

Amineptine dikembangkan oleh French Society of Medical Research sekitar tahun 1960 dan diperkenalkan pada warga Prancis pada tahun 1978 oleh perusahaan farmasi bernama Servier. Amineptine kemudian lebih dikenal karena resiko tinggi penyalahgunaan karena efeknya yang cenderung singkat namun sangat menyenangkan dan juga adanya efek stimulan yang dirasakan oleh beberapa pasien.

Setelah pemasaran Amineptine disebarkan untuk pasar Eropa, mulai banyak berdatangan laporan akan hepatotoksik. Hepatotoksik adalah salah satu efek samping akibat rusaknya sel-sel jaringan hati akibat terapi konsumsi suatu obat tertentu. Dengan demikian, dikarenakan banyaknya laporan mengenai penyalah gunaan pemakaian Amineptine secara berlebihan dan laporan efek samping hepatotoksik membuat Amineptine diberhentikan pemasarannya pada oleh French Marketing Authorization pada tahun 1999.

Amineptine tidak pernah diperbolehkan dipasarkan di wilayah Amerika Serikat oleh FDA atau Food and Drug Administration. Hal ini berarti, pemakaian, pemasaran dan penjualan Amineptine untuk tindakan medis apapun adalah melanggar hukum di Amerika Serikat.

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Amineptine

Untuk meminimalisir kontraindikasi, sebelum minum Amineptine, informasikan pada dokter mengenai hal-hal berikut ini :

  • Apabila anda memiliki riwayat alergi terhadap Amineptine atau substansi yang serupa.
  • Apabila anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan apapun lainnya.
  • Apabila anda memiliki riwayat alergi terhadap makanan atau substansi lain selain obat-obatan. Selalu beritahukan pada dokter mengenai respon alergi yang biasa anda rasakan seperti, gatal-gatal, ruam, bintik-bintik merah, batuk, mengi, kesulitan bernafas dan kesulitan bicara.
  • Pemakaian Amineptine pada wanita hamil (khususnya pada trisemester awal), wanita yang sedang dalam program kehamilan dan wanita yang sedang menyusui memerlukan pemeriksaan dan monitor yang khusus.
  • Pemakaian Amineptine pada lansia memerlukan pemeriksaan dan monitor yang khusus.
  • Pemakaian Amineptine pada anak-anak di bawah umur 15 tahun akan memerlukan pemeriksaan dan monitor yang khusus.
  • Pemakaian Amineptine pada atlit yang akan mengikuti kejuaraan atau olimpiade akan memerlukan pemeriksaan dan monitor yang khusus.
  • Pemakaian Amineptine harus dihentikan setidaknya selama 24 – 48 jam sebelum pasien mendapatkan general anastesi.

  • Selain alergi, beritahukan dokter mengenai riwayat medis anda, seperti :
    • Hipersensivitas
    • Chorea
    • Penyakit ginjal
    • Penyakit liver
    • Hyperthyroidism
    • Pheochromocytoma
    • Psikosis
    • Riwayat maniak
    • Glaukoma
    • Penyakit retensi urin
    • Diabetes melitus

Interaksi Amineptine dengan Obat-Obatan Lain

Interaksi antara satu obat dengan obat yang lain di dalam tubuh dalam waktu yang bersamaan dapat mengganggu mekanisme kerja obat itu sendiri dan di sisi lain dapat meningkat resiko efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa obat-obatan yang berpotensi interaksi dengan Amineptine adalah :

ImetidineImetidineDiltiazemDisulfiram
MethylphenidateRitonavirVerapamilAdrenaline
AmiodaroneAnastesi generalJenis obat-obatan SSRIAnti histamin
AntimuscarinicsAntipsychoticsAnxiolyticsHypnotics
ClozapineDisopyramideDiuretikFlecainide
Jenis obat-obatan MAOIsMaclobemideMoxifloxacinNefopam
NicorandilNoradrenalinePimozideProcainamide
PropafenoneQuinidineSelegilineSibutramine

Interaksi Amineptine bersama dengan obatan ini dapat berdampak fatal. Obat-obatan tersebut adalah :

  • Brimonidine
  • Entacapone
  • Artemether
  • Lumefantrine
  • Sibutramine

Selain obat-obatan, berbagai jenis makanan juga dapat berpotensi terjadi interaksi di dalam tubuh kita. Kebiasaangaya hidup seperti konsumsi minuman beralkohol dan kebiasaan merokok juga termasuk salah satu faktor yang dapat berpotensi adanya aktifitas interaksi. Khususnya untuk penggunaan alkohol, dokter akan menyarankan untuk berhenti konsumsi alkohol karena tingginya efek samping yang dapat terjadi. Selalu konsultasikan pada dokter mengenai hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Prosedur Minum Amineptine

  1. Amineptine hanya bisa anda dapatkan melalui resep dokter. Minum Amineptine sesuai dengan petunjuk dokter.
  2. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dari dokter yang bersangkutan.
  3. Amineptine dapat diminum dengan atau tanpa minuman.
  4. Jangan memulai dan memberhentikan pemakaian Amineptine tanpa konsultasi pada dokter.
  5. Pemakaian Amineptine dosis tinggi sangat berpotensi menimbulkan insomnia.
  6. Apabila anda mengalami kesulitan tidur di malam hari akibat terapi konsumsi Amineptine, maka sebaiknya minum Amineptine di pagi hari.

Ukuran Dosis Obat Amineptine

Apabila anda lupa meminum Amineptine pada saat waktu yang telah ditentukan, segera minum setelah anda ingat. Apabila anda baru ingat pada saat dekat dengan jadwal dosis selanjutnya, maka tidak perlu menambahkan dosis yang terlewat. Jangan meminum dua dosis dalam waktu yang bersamaan. Untuk lebih memudahkan, sebaiknya anda minum Amineptine di jam yang sama setiap harinya.

Dosis yang diberikan oleh dokter akan berbeda-beda pada setiap orang meskipun dengan gejala yang sama. Faktor yang menyebabkan perbedaan dosis yang diberikan oleh dokter adalah usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan dan kondisi kesehatan yang sedang dialami pada saat ini. Dosis yang tersedia adalah 100 mg – 200 mg. Dosis dalam sehari yang biasa diresepkan dokter adalah 150 – 300 mg per harinya. Amineptine dimasukkan ke dalam tubuh secara oral.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Amineptine?

Apabila anda merasa overdosis Amineptine segera datangi dokter terdekat. Apabila pasien yang bersangkutan pingsan dan tidak bernafas, maka segera larikan ke unit gawat darurat terdekat. Bawalah segala obat-obatan yang sedang anda konsumsi baik yang anda dapatkan dengan atau tanpa resep dokter, obat herbal, suplemen dan juga vitamin untuk memudahkan penanganan darurat dokter.

Bagaimana cara penyimpanan obat Amineptine?

  1. Simpanlah Amineptine di tempat obat dengan rapat dan tidak dapat dijangkau oleh anak-anak dan juga hewan peliharaan.
  2. Selalu simpan Amineptine di suhu ruangan, jangan biarkan terkena paparan matahari dan jangan simpan di dalam kamar mandi dikarenakan suhu kamar mandi yang cenderung lembab.
  3. Berikan obat-obatan yang sudah tidak terpakai atau kadaluarsa pada apoteker atau tenaga medis untuk dibantu pembuangannya.
  4. Jangan pernah membuang obat sembarangan atau membuang ke dalam toilet.

Efek Samping Obat Amineptine

Pada dasarnya, seluruh obat-obatan memiliki resiko efek samping yang bervariasi mulai dari gejala hingga tingkat efek samping itu sendiri. Pemakaian Amineptine tanpa pertimbangan secara mendetail dan menyeluruh oleh tenaga medis berpotensi menimbulkan ketergantungan, terutama pada individu yang memiliki riwayat ketergantungan pada obat-obatan jenis narkotika dan juga alkohol.

Tidak semua orang akan merasakan efek samping pada pemakaian Amineptine. Gejala yang dirasakan setiap orang juga akan berbeda-beda. Segera hubungi dokter apabila efek samping yang anda rasakan tidak segera hilang dan mengganggu aktifitas anda sehari-hari. Beberapa efek samping yang dapat ditumbulkan oleh pemakaian Amineptine adalah :

  • Tachycardia (denyut jantung lebih cepat daripada normalnya)
  • Kebingungan
  • Delirium atau halusinasi
  • Postural hypotension atau darah rendah
  • Conduction disturbances (sulit mengambil keputusan)
  • Arrhytmias, khususnya pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung (kelainan fungsi jantung)
  • Mulut kering
  • Tidak sadarkan diri
  • Pandangan menjadi buram
  • Konstipasi atau sembelit
  • Micturition (kehilangan kesadaran setelah atau pada saat buang air kecil)
  • Mual-mual dan muntah
  • Berkeringat berlebihan
  • Tremor esensial
  • Reaksi hipersensivitas
  • Perubahan dalam perilaku sehari-hari
  • Disfungsi seksual
  • Turunnya gairah seksual
  • Perubahan pada level gula darah
  • Kenaikan berat badan
  • Nafsu makan meningkat
  • Testis membesar
  • Gynecomastia (pertumbuhan atau pembesaran payudara secara tidak normal, khususnya pada pria)
  • Glactorrhoea (keluarnya cairan dari puting susu padahal tidak sedang dalam masa menyusui)
  • Konvulsi (kejang atau pergerakan tidak normal dan tidak terkendala yang biasanya terjadi karena demam dan lain-lain)
  • Movement disorder (penyakit atau kelainan yang terjadi yang berhubungan dengan sistem saraf pusat atau neurologis yang tidak terkendali)
  • Dryskinesias (gerakan yang tidak bisa dikontrol, akibat adanya gangguan di dalam saraf dan pada seluruh bagian tubuh, bisa pada wajah, lidah, bibir, lengan kaki, jari tangan dan jari kaki)
  • Demam
  • Blood disorder (kelainan pada darah akibat kurangnya faktor pada proses pembekuan darah manusia)
  • Jerawat yang sangat parah
  • Insomnia
  • Mudah marah
  • Mudah cemas, anxiety
  • Palpitasi (kondisi medis dimana detak jantung berdetak dengan sangat cepat atau melewatkan satu detak dengan ritme tidak normal)
  • Vasomotor episode
  • Gangguan jiwa mental dengan adanya rasa ingin bunuh diri
  • Hepatitis
  • Sitolisis (pecahnya membran sel)
  • Cholestasis (kondisi medis terhambatnya aliran cairan empedu)
  • Pancreatitis Akut (sangat jarang terjadi)
  • Anaphylactic shock (salah satu responsi alergi yang sangat berat karena gejala yang berat dan dapat menyebabkan kematian)

Amineptine juga memiliki efek samping yang sedikit unik yaitu membuat pasien orgasme secara spontan. Selain itu, obat ini memiliki potensial untuk penyalah gunaan dan juga ketergantungan. Sangat tidak disarankan untuk mengendarai kendaraan bermotor dan bekerja menggunakan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi apabila sedang terapi pengobatan Amineptine.

, , , , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Obat A
Popular Topic

# Difteri | # Rubella | # Sakit Gigi

Info Grafik Difteri

Info Grafik Difteri