Diaglime – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

122

Diaglime termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Diaglime mengandung glimepirid sebagai senyawa aktifnya, tersedia dalam 4 kekuatan dosis, yaitu 1, 2, 3, dan 4 mg.

Indikasi

  • Diaglime diindikasikan untuk pasien diabetes melitus tipe 2

Mekanisme Kerja Obat

Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia (kadar glukosa dalam darah yang tinggi) yang terjadi akibat pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah memadai atau terjadi penurunan sensitivitas terhadap hormon insulin pada jaringan tubuh, terutama otot dan lemak. Diabetes melitus tipe 2 juga dapat terjadi akibat dari kombinasi kedua penyebab tersebut.

Insulin merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi menormalkan kadar glukosa dalam darah yang meningkat setelah kita makan. Insulin akan memberi sinyal atau perintah kepada sel-sel untuk mengambil glukosa dari peredaran darah. Setelah dimasukkan ke dalam sel, glukosa akan digunakan untuk menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan makanan jika energi yang dihasilkan sudah mencukupi.

Namun, gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada sistem tersebut. Sel-sel dapat menjadi tidak sensitif terhadap insulin dan ‘mengabaikan’ sinyal yang diberikan insulin sehingga sel tidak mengambil glukosa dari darah, akibatnya kadar glukosa di dalam darah akan tetap tinggi setelah makan. Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menyebabkan pankreas mengalami penurunan fungsi sehingga terjadi hormon insulin yang diproduksinya akan berkurang.

Glimepirid merupakan salah satu obat antidiabetes golongan sulfonilurea yang bekerja dengan cara merangsang sel-sel pankreas ntuk memproduksi lebih banyak hormon insulin

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis awal Diaglime yang biasa diresepkan adalah 1-2 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan oleh dokter jika efek yang diinginkan belum tercapai dengan dosis maksimal 8 mg/hari
  • Konsumsilah Diaglime pada pagi hari bersamaan dengan sarapan
  • Telanlah tablet Diaglime dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan dikunyah, digerus atau dihancurkan)

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Diaglime:

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Glimepirid termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil jika manfaat yang diperoleh melebihi risiko efek samping negatif yang mungkin terjadi pada janin 
  • Belum diketahui apakah glimepirid diekskresikan / dikeluakan oleh tubuh melalui ASI, sebaiknya ibu menyusui menghindari penggunaan glimepirid

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Diaglime:

  1. Hipoglikemia
  2. Merasa pusing
  3. Sakit kepala
  4. Mual
  5. Pruritus
  6. Diare
  7. Urtikaria

Tidak semua pasien yang menggunakan Diaglime akan mengalami efek samping di atas. Namun jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah mengkonsumsi Diaglime, segeralah konsultasikan kepada dokter atau apoteker agar efek samping tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

Efek samping yang paling sering terjadi dari obat golongan sulfonilurea seperti Diaglime adalah hipoglikemia (kadar glukosa dalam darah terlalu rendah). Waspadai gejala terjadinya hipoglikemia jika Anda menggunakan Diaglime, gejalanya antara lain merasa pusing, terkadang sampai merasa mata berkunang-kunang, merasa lapar, berkeringat digin, tubuh gemetar dan sulit berkonsentrasi, segeralah mengkonsumsi makanan manis jika Anda merasakan gejala-gejalan tersebut, misalnya teh manis atau permen.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat dan makanan yang dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Diaglime:

  • Penggunaan asam aminolevulanat bersamaan dengan Diaglime akan saling meningkatkan toksisitas keduanya
  • Obat-obat berikut dapat meningkatkan efek Diaglime jika digunakan secara bersamaan: aceclofenac, acemetacin, aspirin, captopril, celecoxib, fenelzin, klaritromisin, klotrimazole, enalapril, etorikoksib, fenofibrat, fluoksetin, gemfibrozil, ibuprofen, indometasin, isokarboksazid, itrakonazole, ketokonazole, ketoprofen, meloksikam, piroksikam, probenesid, selegiline, sulfametoksazol
  • Obat-obat berikut dapat menurunkan efek Diaglime jika digunakan secara bersamaan: atazanavir, colesevelam

Ingatlah untuk selalu mengkonsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Diaglime tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. Jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Diaglime, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi Diaglime dengan konsumsi obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan menggunakan Diaglime tanpa resep dari dokter
  2. Jangan mengubah dosis Diaglime yang telah diresepkan untuk Anda
  3. Jangan menghentikan pengobatan menggunakan Diaglime tanpa anjuran dari dokter 
  4. Lakukan kontrol secara rutin ke dokter agar dokter bisa melakukan penyesuaian terapi jika diperlukan (misalnya menyesuaikan dosis Diaglime atau menggantinya dengan obat lain)
  5. Sebelum mengkonsumsi Diaglime atau obat apapun, selalu perhatikan kondisi obatnya, jika Anda melihat ada perubahan warna (misalnya terdapat bercak-bercak warna pada tablet) atau perubahan bentuk obat, jangan gunakan obat tersebut dan segera tanyakan kepada apoteker mengenai apa yang harus Anda lakukan
  6. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Diaglime atau obat apapun yang akan Anda gunakan, pastikan obat tersebut belum melewati masa kadaluwarsanya
  7. Simpanlah Diaglime pada suhu kamar di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak