Decain Spinal 0,5% Heavy – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Decain Spinal 0,5% Heavy termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Decain Spinal merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang tersedia dalam kemasan ampul 4 mL.
  • Decain Spinal mengandung bupivacaine sebagai senyawa aktifnya, tersedia dalam dosis 5 mg/mL

Indikasi

  • Decain Spinal digunakan sebagai anestesi (obat bius) lokal pada berbagai tindakan bedah, seperti bedah mulut, bedah caesar, bedah urologi dll

Mekanisme Kerja Obat

  1. Setiap bagian tubuh kita memiliki saraf sensorik, yaitu bagian saraf yang bertugas mendeteksi adanya berbagai rangsangan (sentuhan, rasa sakit, panas, dingin, dll) dari lingkungan dan meneruskannya ke otak. Setelah sinyal tersebut sampai di otak barulah kita akan merasakan berbagai rangsangan tersebut. Proses ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat sehingga kita bisa langsung merasakan rangsangan tersebut sesaat setelah saraf sensorik mendeteksinya dan tidak menyadari bahwa ada proses transmisi rangsangan dari saraf sensorik ke otak.
  2. Tindakan operasi / pembedahan diperlukan dalam tindakan medis untuk membantu menyembuhkan berbagai penyakit atau membantu suatu proses (misalnya proses melahirkan).
  3. Pada tindakan operasi, dokter akan melakukan berbagai tindakan yang pastinya akan menimbulkan rasa sakit pada tubuh, oleh karena itu dibutuhkan obat bius, baik yang bersifat lokal maupun sistemik yang dpaat menghilangkan rasa sakit tersebut.
  4. Obat bius yang bersifat lokal hanya bekerja menghilangkan rasa sakit pada bagian yang dibius, sedangkan obat bius yang bersifat sistemik dapat menghilangkan rasa sakit dan menurunkan / menghilangkan kesadaran sehingga pasien akan tertidur / tidak sadar selama operasi berlangsung.
  5. Bupivacaine merupakan obat bius lokal yang dapat menghalangi proses pengiriman sinyal rasa sakit dari saraf sensorik ke otak sehingga pasien tidak akan merasakan sakit. Karena bekerja sebagai bius lokal, pemberian bupivacaine tidak akan menghilangkan kesadaran, jadi pasien akan tetap sadar selama proses operasi namun tidak merasakan sakit di area sekitar pemberian obat ini.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Decain Spinal yang biasa digunakan untuk tindakan operasi caesar adalah 75-100 mg dengan dosis maksimal 150 mg
  • Dosis Decain Spinal yang biasa digunakan pada tindakan bedah lainnya adalah 50-150 mg
  • Pemberian Decain Spinal biasanya dilakukan dengan cara disuntikkan secara epidural (ke dalam tulang belakang), oleh karena itu pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, seperti dokter atau perawat untuk menghindari terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan akibat pemberian yang tidak tepat

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi Decain Spinal:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap bupivacaine
  • Hipotensi / darah rendah

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Decain Spinal biasa digunakan sebagai obat bius lokal pada operasi caesar, namun penggunaan Decain Spinal sebaiknya dihindari pada ibu hamil trimester pertama
  • Belum diketahui apakah bupivacaine diekskresikan / dikeluarkan melalui ASI, konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mendapatkan Decain Spinal atau obat lainnya yang mengandung bupivacaine selama masih dalam masa menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek sampingg yang mungkin timbul setelah penggunaan Decain Spinal:

  1. Merasa cemas
  2. Penglihatan kabur
  3. Bradikardia
  4. Aritmia (gangguan irama jantung)
  5. Takikardia
  6. Sakit kepala
  7. Hipotensi / darah rendah
  8. Tinnitus (telinga berdenging)
  9. Mual
  10. Muntah
  11. Tremor

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Decain Spinal. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Decain Spinal, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Decain Spinal:

  • Bupivacaine memiliki efek menurunkan tekanan darah sehingga penggunaannya secara bersamaan dengan obat-obat antihipertensi / obat darah tinggi berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotensi / darah rendah: benazepril, captopril, dofetilide, nadolol, pindolol, propranolol, dan timolol
  • Nevirapine dapat menurunkan efek bupivacaine jika digunakan secara bersamaan

Beritahukan kepada dokter yang akan menangani operasi Anda mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang Anda gunakan atau telah Anda gunakan dalam beberapa hari atau beberapa minggu terakhir untuk memastikan bahwa pemberian Decain Spinal tidak akan menimbulkan interaksi dengan obat-obat yang telah atau sedang Anda gunakan tersebut. Jika ternyata obat tersebut dapat menimbulkan interaksi dengan levobupivacaine, mungkin dokter akan menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat tersebut sebelum tindakan operasi dilakukan atau mengganti obat tersebut dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan menggunakan Decain Spinal tanpa rekomendasi dari dokter
  2. Decain Spinal biasanya diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara epidural (disuntikkan ke dalam tulang belakang), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi, oleh karena itu pemberian Decain Spinal hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Decain Spinal dikontraindikasikan untuk pemberian secara intravena (disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena)
  4. Pemberian Decain Spinal pada pasien dengan gangguan fungsi hati, pasien lanjut usia atau menderita penyakit stadium lanjut mungkin memerlukan pengurangan dosis
  5. Satu ampul Decain Spinal hanya diperuntukkan bagi sekali penggunaan
fbWhatsappTwitterLinkedIn