Home Merk Obat A-ZMerk Obat C Chloramex – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Chloramex – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Chloramex termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Chloramex tersedia dalam 3 bentuk sediaan, yaitu kapsul, suspensi dan injeksi yang mengandung antibiotik kloramfenikol sebagai senyawa aktifnya.

  • Setiap kapsul Chloramex mengandung 250 mg atau 500 mg kloramfenikol
  • Setiap 5 mL suspensi Chloramex mengandung 125 mg kloramfenikol
  • Setiap vial Chloramex injeksi mengandung 1 g kloramfenikol

Indikasi

Chloramex diindikasikan untuk pengobatan berbagai infeksi bakteri, antara lain :

  1. bruselosis,
  2. pneumonia bakter,
  3. pertusis / batuk rejan,
  4. meningitis non TBC,
  5. demam tifoid,
  6. sifilis
  7. gonore

Mekanisme Kerja Obat

Bakteri, seperti halnya manusia sangat membutuhkan protein untuk digunakan dalam berbagai proses metabolismenya. Tanpa adanya protein, bakteri tidak akan mampu bertahan hidup dan lama kelamaan akan mati. Protein dibuat di dalam suatu organel sel yang disebut ribosom. Di dalam ribosom, akan dilakukan penyusunan asam amno menjadi rantai asam amino yang kemudian akan dibentuk menjadi asam amino.

Proses pembuatan protein inilah yang seringkali dijadikan sebagai target kerja obat untuk membunuh bakteri penginfeksi manusia. Salah satu obat yang yang dapat menghambat sintesis / produksi protein adalah kloramfenikol. Kloramfenikol akan berikatan dengan ribosom bakteri dan mencegah terjadinya penyambungan asam amino yang satu dengan asam amino lainnya sehingga protein tidak akan bisa terbentuk.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Dosis Chloramex untuk dewasa dan anak-anak adalah: sehari 50 mg/kg berat badan dalam 3-4 dosis
  2. Dosis Chloramex untuk bayi usia <2 minggu adalah: sehari 25 mg/kg berat badan dalam 4-6 dosis
  3. Dosis Chloramex untuk bayi prematur adalah: sehari 25 mg/kg berat badan dalam 2 dosis
  4. Jika Anda akan menggunakan Chloramex kapsul, telanlah kapsul dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan dikunyah, digerus, dihancurkan atau dibuka cangkang kapsulnya)
  5. Jika Anda akan menggunakan Chloramex suspensi, kocoklah botol Chloramex terlebih dahulu, selalu gunakanlah sendok takar yang disertakan di dalam kemasan agar dosis obat dapat ditakar dengan tepat
  6. Chloramex injeksi diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara intravena (disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena) sehingga pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  7. Sebaiknya Chloramex dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan (aturan ini tidak berlaku untuk Chloramex injeksi yang bisa diberikan tanpa disesuaikan dengan jam makan) 

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Chloramex:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap kloramfenikol

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Kloramfenikol termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil jika manfaat yang akan diperoleh melebihi risiko efek samping negatif yang ditimbulkan pada janin. Efek samping yang paling mungkin terjadi akibat penggunaan kloramfenikol pada ibu hamil adalah Grey Syndrome pada bayi yang baru dilahirkan, yang ditandai dengan warna kulit bayi yang keabu-abuan
  • Kloramfenikol diekskresikan / dikeluarkan melalui ASI, sebaiknya jangan menyusui bayi Anda selama Anda masih menggunakan Chloramex atau obat lain yang mengandung kloramfenikol

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi setelah penggunaan Chloramex:

  1. Sakit kepala
  2. Ruam pada kulit
  3. Diare
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Anemia aplastik
  7. Neuritis optik
  8. Neuropati perifer

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Chloramex. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Chloramex, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Chloramex:

  • Kloramfenikol dapat menurunkan efek cefoxitin jika digunakan secara bersamaan
  • Kloramfenikol dapat menurunkan efektivitas vaksin BCG (vaksin untuk TBC) dan vaksin kolera jika vaksin diberikan pada pasien yang masih mengkonsumsi kloramfenikol
  • Kloramfenikol dapat meningkatkan efek obat-obat berikut jika digunakan secara bersamaan: lurasidone, mefloquine, vilazodone, warfarin

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Chloramex tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Chloramex, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Chloramex dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Chloramex tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Chloramex yang telah diresepkan oleh dokter
  3. Habiskan Chloramex yang telah diresepkan untuk Anda. Jika Anda tidak menghabiskannya, bakteri yang menginfeksi Anda dapat mengembangkan resistensi (kekebalan) terhadap kloramfenikol dan tidak terbasmi secara tuntas. Saat sistem kekebalan tubuh Anda sedang menurun, bakteri tersebut bisa kembali menginfeksi Anda dan akan memerlukan antibiotik yang lebih kuat daripada kloramfenikol untuk membasminya
  4. Chloramex adalah antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus seperti flu / influenza 
  5. Jika Anda lupa mengkonsumsi Chloramex, segeralah mengkonsumsinya jika jadwal minum obat berikutnya tidak terlalu dekat. Jika jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, lewatkan dosis yang terlewat dan minumlah Chloramex pada waktu minum obat berikutnya dengan dosis normal (jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat)
  6. Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah menghabiskan Chloramex yang telah diresepkan, segeralah kembali memeriksakan diri ke dokter
  7. Sebelum mengkonsumsi Chloramex atau obat apapun, selalu perhatikan kondisi obatnya, jika Anda melihat ada perubahan warna (misalnya terdapat bercak-bercak warna pada kapsul), kapsul yang meleleh atau adanya endapan di dasar botol yang tidak bisa larut walaupun sudah dikocok, jangan gunakan obat tersebut dan segera tanyakan kepada apoteker mengenai apa yang harus Anda lakukan,
  8. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Chloramex atau obat apapun yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsanya
  9. Simpanlah Chloramex pada suhu kamar di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung

You may also like