Aethylcarbonas Chinin – Fungsi Obat – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin)?

Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) adalah obat yang dipakai untuk mengobati malaria. Obat ini berbentuk ethyl carbonate dari Quinine. Euchinin merupakan alkaloid cinchona dan 4-metanolquinoline. Obat ini adalah produk dari Kimia Farma dengan kode produk G. Obat G adalah penggolongan obat menurut undang-undang yang terdiri dari obat bebas (obat yang bisa diperoleh dengan bebas di apotik tanpa resep dokter juga mudah didapatkan di warung dan toko yang sederhana), obat keras (obat yang harus berdasarkan resep dokter yang mimiliki tanda tepi hitam dengan tulisan huruf K didalamnya), obat psikotropika  ataupun narkotika (obat yang termasuk jenis morphin yang mempengaruhi kejiwaan pasien).

Banyak efek minum obat dosis tinggi yang merugikan bagi pengguna psikotropika. Obat yang termasuk pada kategori ini  seringkali disalah gunakan untuk menimbulkan perasaan berlebihan bagi pemakainya seperti yang digunakan oleh pengguna obat-obatan narkoba. Pemakaian Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) harus menggunakan resep dokter. Sangat berbahaya bagi pengguna obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) tanpa menggunakan resep dokter.

Apa fungsi dan kandungan dari obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin)?

Fungsi obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) adalah untuk pengobatan pada pasien malaria. Malaria sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa yang disebut dengan Plasmodium. Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang sering muncul pada daerah tropis seperti Indonesia, terutama Indonesia bagian timur. Obat malaria ini memiliki kandungan quinine ethyl carbonate 100 mg. Quinine atau sering dikenal dengan Kina adalah obat malaria yang merupakan alkalioid cinchona dan 4-metanolquinoline. Obat malaria ini bekerja dengan cepat dengan mengganggu fungsi lysosomal atau sintesis asam nuleat Plasmodia spp. Obat malaria ini tidak memiliki aktivitas terhadap bentuk exoerythrocytic.

Kina biasa digunakan untuk obat malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum yang resisten terhadap klorokuin. Akan tetapi, WHO (World Helath Organization) pada tahun 2006 tidak merekomendasikan quinine atau Kina untuk digunakan sebagai pengobatan penyakit malaria. Obat ini sebaiknya digunakan apabila artemisin/artesunate tidak tersedia (AETHYLCARBONAS CHININ (EUCHININ), 2017). Kina digunakan apabila tidak terdapat lagi obat malaria untuk pasien pengidap penyakit tersebut. Maka dari itu, pemilihan obat quinine atau Kina harus sesuai dengan kebutuhan pasien. Keuntungan yang didapatkan pasien yang menggunakan quinine harus lebih besar dari pada kerugiannya. Penggunaan Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) harus benar-benar sesuai dengan anjuran dari dokter. Bahaya penggunaan obat tanpa resep dokter sangat berlaku bagi obat Aethylcarbonas Chinin.

Bagaimana dosis pasien untuk Aethylcarbonas Chinin (Euchinin)?

Obat euchinin ini digunakan diminum bersamaan dengan makan. Dosis untuk obat Aethylcarbonas Chinin digunakan untuk dosis anak sebagai berikut:

  • Pencegahan: 1 – 2 tablet 1 kali setiap minggu. Obat diberikan sebelum tidur malam selama terjadinya wabah malaria
  • Pengobatan: 3 kali sehari 1 – 2 tablet. Obat diberikan selama 1 minggu atau diteruskan sampai 14 hari kedepan

Apa efek samping yang akan didapatkan oleh pasien yang meminum Aethylcarbonas Chinin (Euchinin)?

Terdapat beberapa efek samping bagi pasien yang meminum obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin), diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) menyebabkan reaksi tertentu pada darah dan sistem kardiovaskuler tidak terduga bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa.
  • Pada beberapa pasien, Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) dapat menyebabkan reaksi hipersensivitas yang serius termasuk syok anafilaksis, urtikaria, ruam (kondisi yang ditandai dengan iritasi, bengkak atau gembung kulit yang diketahui dengan adanya warna merah, rasa gatal, bersisik, kulit yang mengeras atau benjolan pada kulit
  • Adapun efek samping yang paling umum terjadi adalah cinchonisme. Chinconisme adalah sekelompok gejala-gejala akibat pemakaian cinchona seperti sakit kepala, vasodilatasi dan berkeringat, mual, tinnitus (kondisi dimana telinga berdering, berdesir atau sejenis suara yang tampaknya berasal di telinga atau kepala. Dalam banyak kasus, memanglah tinnitus bukan merupakan masalah yang serius), gangguan pada pendengaran, vertigo atau pusing, penglihatan yang kabur dan gangguan pada persepsi warna. 
  • Efek samping yang paling berbahaya adalah obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) dapat mengakibatkan muntah, diare, sakit perut, tidak bisa mendengar (tuli) dan gangguan pada irama jantung (detak jantung kurang dari 60 per menit)
  • Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) dapat juga menyebabkan pendarahan yang serius. Segera beritahu dokter apabila terdapat masalah setelah meminum Aethylcarbonas Chinin (Euchinin).

Kontraindikasi obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin)?

Pasien yang kontraindikasi dengan obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) adalah sebagai berikut

  • Hipersensitivitas terhadap quinine, mefloquine atau quinide
    Kontraindikasi dengan pasien yang memiliki hipersensitivatas terhadap quinine, mefloquine (jenis obat untuk pengobatan dan pencegah malaria) atau quinidine (jenis obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah jenis detak jantung yang tidak teratur). Hipersensitivatas adalah reaksi yang berlebihan dan tidak diinginkan karena respon imun yang terlalu sensitif. Respon yang terlalu sensitive ini mengakibatkan hal yang merusak, menghasilkan kondisi yang tidak nyaman dan terkadang mengakibatkan hal yang fatal.
  • Keram kaki pada malam hari
    Pasien yang mengalami keram kaki pada malam hari tidak boleh diberikan obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin). Penyebab sering kram saat malam hari menjadikan pasien kontraindikasi dengan obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin)
  • Pasien penderitas blackwater fever
    Black water fever (demam air hitam) adalah komplikasi malaria yang paling berbahaya. Demam terbentuk karena infeksi dari parasit Plasmodium Falciparum (spesies plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria bagi manusia)
  • Pasien pengidap LQTS (Long QT Sindrom)
    Merupakan kelainan yang diturunkan dan didapat yang ditandai dengan interval QT memanjang pada EKG yang cenderung mengakibatkan takiaritmia, sehingga dapat mencetuskan sinkop, henti jantung atau bahkan meninggal secara mendadak
  • Pasien tinnitus
    Kondisi dimana telinga berdering, berdesir atau sejenis suara yang tampaknya berasal di telinga atau kepala. Dalam banyak kasus, memanglah tinnitus bukan merupakan masalah yang serius. Akan tetapi tinnitus dapat menandakan kondisi kesehatan yang kurang baik
  • Pengidap neuritis optic
    Kondisi inflamatori atau peradangan yang mempengaruhi saraf optik dan berpotensi menyebabkan kebutaan pada pasien. Kondisi neuritis optik adalah penyebab paling umum ditemukan yang mengakibatkan kebuataan pada mata orang dewasa
  • Pasien dengan penyakit miastenia gravis
    Miastenia gravis adalah penyakit autoimun kronis dari transmisi neuromokular yang menghasilkan kelemahan pada otot. Penyakit ini terjadi karena terputusnya komunikasi antara saraf dan otot. Penyakit ini ditandai dengan beberapa hal seperti melemasnya otot-otot yang terdapat pada daerah di sekitar wajah. Begitu pun bagi pasien dengan kelainan otot pada manusia 
  • Pasien yang mengalami penyakit hemolisis
    Hemolisis adalah kerusakan atau penghancuran sel darah merah karena gangguan integritas membrane sel darah merah yang menyebabkan pelepasan hemoglobin. Kondisi ini dapat disebabkan karena penurunan tegangan permukaan membran sel dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pelarut organik, saponin, garam ampedu, sabun, enzim, dan faktor lain yang merusak komplek lemak-protein dari stroma
  • Pasien atrial fibratial
    Adalah kelainan irama jantung yang paling banyak didapatkan, bahkan dikarenakan banyaknya pasien atrial fibrillation menjadinya penyakit ini termasuk penyakit epidemic global. Epidemik global adalah kondisi dimana terjangkitnya penyakit yang menular (tidak termasuk penyakit tidak menular) pada banyak orang di suatu wilayah geografi yang luas. Obat Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) dapat mengganggu irama jantung yang tidak stabil.
  • Pasien dengan keadaan blok jantung
    Blok jantung adalah kondisi yang digunakan untuk menggambarkan gangguan kondisi di nodus AV. Pada alat ukur elektrokardiogram, akan tergambar sebagai PR interval yang memanjang. Sama seperti atrial fibratial, keadaan blok jantung juga mengakibatkan irama jantung yang tidak stabil
  • Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) tidak bisa bersamaan dengan beberapa obat
    Aethylcarbonas Chinin (Euchinin) tidak bisa diminum bersamaan dengan beberapa obat seperti ritonavir, mefloquine, rifampicin, antriaritmia kelas IA dan kelas III dan obat lain yang mengakibtakan perpanjangan QT pada pengidap LQTS (Long QT Sindrom) dan antasida yang mengandung Al dana tau Mg.
fbWhatsappTwitterLinkedIn