Home Featured Bahaya Makan Pedas pada Janin, Ada atau Tidak?

Bahaya Makan Pedas pada Janin, Ada atau Tidak?

by Erlita

Para wanita hamil tentunya paling menjaga asupan makanannya dan menurut mereka, ada banyak pantangan yang harus diikuti. Untuk ibu-ibu hamil penggemar makanan pedas, masih menjadi kontroversi apakah ini baik atau tidak untuk kondisi kehamilan. Namun sebenarnya, bahaya makan pedas pada janin itu ada atau tidak sih?

Efek apa yang bisa terjadi pada bayi di dalam kandungan ketika sang ibu menikmati makanan pedas? Menurut hasil lansiran dari Liputan 6, ada cairan ketuban yang mengelilingi bayi saat ada di dalam kandungan dan cairan ketuban inilah yang menjadi perlindungan bagi si jabang bayi.

Selain itu, diketahui pula bahwa bayi tak mempunyai indera penciuman yang bisa menguatkan indera perasa mereka, oleh karena itu bisa dikatakan kalau bayi selama di dalam kandungan tak punya perasa. Meski begitu, sejumlah laporan penelitian mengemukakan bahwa saat sang ibu mengonsumsi makanan pedas maka frekuensi tendangan bayi meningkat.

Para ibu hamil perlu mengetahui bahwa kehamilan adalah kondisi yang membuat kemampuan mencerna menjadi turun sehingga sangat memungkinkan risiko penyakit maag meningkat. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu risiko gangguan pencernaan pada lambung, apalagi bila sang ibu tak dapat mengontrol asupan makanan pedasnya sehingga menjadi berlebihan.

Walau pada janin masih belum jelas apakah aman atau tidak, sebenarnya para ibu hamil-lah yang perlu membatasi dan bahkan sebisa mungkin menghindari dulu makanan-makanan pedas. Berikut ini adalah beberapa risiko bahaya yang perlu diwaspadai:

  1. Picu Diare

Yang paling ditakutkan dari mengonsumsi makanan pedas pada kehamilan trimester pertama biasanya adalah keguguran. Namun, makanan pedas pada dasarnya tak langsung bisa menyebabkan keguguran hanya saja dapat memicu diare apabila asupannya terlalu banyak.

Ketika diare, penderitanya akan lebih rentan mengalami dehidrasi, tak terkecuali para ibu hamil. Bahaya dehidrasi tak hanya bakal dirasakan oleh sang ibu lho, tapi juga janin di dalam kandungan. Jadi bila ingin makan makanan pedas, pastikan ya agar tidak kebanyakan sampai berlebihan.

  1. Picu Rasa Mulas

Perut mulas dapat terjadi pada pengonsumsi makanan pedas yang tidak hamil, jadi pastinya bisa juga terjadi pada ibu hamil. Ada beberapa ibu hamil yang ketika makan pedas justru biasa saja, namun bagi yang perutnya tak kuat pedas sebaiknya batasi asupannya atau hindari saja agar lebih aman.

  1. Picu Kontraksi

Hormon prostaglandin akan terlepas lebih banyak dan risiko mengalami kontraksi pun jadi jauh lebih tinggi untuk para ibu hamil yang memilih konsumsi makanan pedas. Jadi saat terjadi pelepasan hormon prostaglandin, timbul kemudian dorongan di otot-otot halus sebagai efeknya dan inilah yang kemudian menjadi penyebab kontraksi.

Makanan pedas itu sah-sah saja kok untuk dikonsumsi ibu hamil, namun ketahui kemampuan tubuh sendiri ya. Jika biasanya sanggup makan pedas tapi perut tak kuat, sebaiknya batasi dan hindari dulu supaya tak memicu bahaya makan pedas pada janin. Atau, konsultasikan lebih jauh dengan dokter kandungan supaya tak memberikan efek buruk bagi kondisi kehamilan.

You may also like