Vena Portal : Pengertian – Fungsi – Resiko Penyakit

1863

vena-portalVena portal adalah pembuluh darah yang berfungsi membawa darah dari saluran gastrointestinal, kantong empedu, pankreas dan limpa ke hati. Setelah masuk ke hati, darah berjalan ke dalam pembuluh-pembuluh kecil yang melewati hati.

Saat meninggalkan hati, darah dari pembuluh-pembuluh ini masuk kembali ke dalam sirkulasi darah yang lebih besar melalui vena hepatika. Darah yang dibawa oleh vena portal mengandung nutrisi dan racun yang didapatkan dari pencernaan. Sekitar 75% dari darah hati mengalir melewati vena portal.

Vena portal sebenarnya bukan vena atau pembuluh darah, karena vena portal mengantarkan darah ke kapiler dan tidak ke langsung jantung. Vena portal merupakan komponen penting dari sistem portal hepatik, salah satu dari dua sistem vena portal dalam tubuh. Sistem portal hipofisil adalah sistem vena portal lainnya.

Resiko Penyakit yang Menyerang Vena Portal

Walaupun vena portal tidak langsung berhubungan dengan jantung, namun ada beberapa penyakit yang dapat menyerang vena portal, berikut diantaranya :

1. Hipertensi Portal

Hipertensi Portal adalah tekanan darah tinggi yang terjadi dalam vena portal (vena yang membawa darah dari saluran gastrointestinal, kantong empedu, pankreas dan limpa ke hati). Terdapat dua faktor yang bisa menyebabkan hipertensi dalam vena portal, yaitu:

  • Volume darah yang terlalu besar mengalir di dalam pembuluh darah.
  • Meningkatnya tekanan aliran darah yang melewati hati.

Hipertensi portal biasanya disebabkan oleh meningkatkan tekanan aliran darah akibat sirosis. Hipertensi portal menyebabkan terbentuknya pembuluh darah venosa atau kolateral, yang menghubungkan keseluruhan sistem portal dengan sirkulasi besar, sehingga membentuk bypass (melompati hati). Dengan adanya pembuluh darah venosa ini, maka zat  dibuang dari dalam darah oleh hati, akan masuk ke dalam sistem sirkulasi yang lebih besar.

Pembuluh darah venosa terbentuk di tempat-tempat tertentu. Salah satu tempat yang utama adalah di ujung bawah kerongkongan. Di daerah ini, pembuluh akan tersumbat dan membentuk varises esofagealis. Varises ini bersifat sangat rapuh sehingga mudah terluka dan mengalami perdarahan. Pembuluh darah venosa lainnya juga dapat terbentuk di sekitar pusar dan rektum.

Gejala hipertensi portal bisa dilihat dari pembesaran ukuran limpa. Hati dapat mengalami kebocoran sehingga cairan bisa keluar dari hati dan masuk ke dalam rongga perut sehingga menyebabkan asites. Vena varikosa di bagian bawah kerongkongan dan lapisan lambung dapat mengalami perdarahan. Vena varikosa di rektum juga dapat mengalami perdarahan, meskipun persentase kejadiannya lebih kecil.

Berikut cara penanganan medis terhadap penderita hipertensi vena portal:

  • Untuk mengurangi resiko perdarahan, pasien dapat diberikan obat untuk menurunkan tekanan di dalam vena portal, misalnya dengan pemberian propranolol dengan dosis yang tepat, obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Jika mengalami pendarahan, transfusi darah dapat dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang.
  • Untuk memastikan bahwa perdarahan memang berasal dari varises esofageal, biasanya dilakukan pemeriksaan endoskopik. Prosedur ini dilakukan dengan menyumbat dengan menggunakan tali karet atau penyuntikan bahan kimia.
  • Jika pendarahan tidak berhenti,maka dapat dimasukkan kateter dengan balon di ujungnya, melalui hidung menuju ke kerongkongan pasien. Pemompaan balon di kerongkongan pasien akan menekan vena varikosa dan diharapkan dapat bisa menghentikan perdarahan.
  • Pembedahan akan dilakukan, apabila pendarahan tidak berhenti, agar ada jalan diantara sistem vena portal dan vena besar. Hal ini dilakukan untuk menurunkan tekanan di dalam vena portal sehingga tekanan di dalam sistem vena besar mengecil. Pembedahan jalan pintas ini diharapkan berhasil menghentikan perdarahan.

Di lain sisi, pembedahan ini termasuk relatif bahaya karena pembedahan ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kelainan fungsi otak yang disebabkan oleh kegagalan hati.

2. Trombosis Vena Portal (Portal Vein Thrombosis)

Trombosis Vena Porta adalah penyumbatan pada vena portal yang disebabkan oleh pembekuan darah. Penyumbatan pada vena portal dikarenakan oleh gumpalan darah atau trombosis atau penyempitan pada vena portal, yang berfungsi untuk membawa darah dari usus menuju hati.

Vena portal akan meningkat apabila terjadi penyempitan atau penyumbatan pada vena. Kejadian tersebut disebut juga hipertensi portal yang efeknya menyebabkan limpa membesar. Selain itu, juga dapat menyebabkan esophageal varices, yaitu terjadinya pembengkakan pada pembuluh darah varicose di kerongkongan. Sedangkan apabila terjadinya di perut, disebut sebagai portal hypertensive gastropathy. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan yang parah. 

Penumpukan cairan pada perut atau ascites tidak terlalu sering ditemukan tetapi tetap dapat terbentuk jika penyumbatan pada vena portal disertai dengan penyumbatan hati ketika cairan dalam jumlah besar diberikan secara infus untuk menyembuhkan pendarahan besar atau varises yang pecah pada kerongkongan atau perut. Trombosis vena portal yang terbentuk pada pengidap sirosis, akan membuat kondisi pengidapnya semakin memburuk.

Bagi orang dewasa yang mengidap sirosis hati, juga mempunyai vena portal yang diakibatkan karena aliran darah yang lambat. Bahkan kadang ditemukan darah yang menggumpal karena disebabkan berbagai kondisi dari vena portal. Kelompok usia yang berbeda memiliki penyebab yang berbeda pula:

  • Bayi yang baru lahir: infeksi pada ujung tali pusar.
  • Anak-anak: penyakit usus buntu.
  • Orang dewasa: sel darah merah atau hemoglobin yang berlebihan atau polycythemia, kanker hati, pankreas, ginjal, atau kelenjar adrenalin, prosedur operasi, dan kehamilan.

Terdapat banyak kasus di mana beberapa kondisi muncul bersamaan untuk menyebabkan penyumbatan pada vena portal sehingga penyebab spesifik dari penyumbatan tidak diketahui pada beberapa pasien.

Jika bekuan darah tiba-tiba menyumbat pembuluh, maka obat yang memecahkan gumpalan sering dijadikan pertolongan pertama. Keefektifan pengobatan yang disebut thrombolysis ini tidak begitu jelas. Jika pembekuan darah terjadi secara bertahap, anticoagulant seperti heparin, terkadang digunakan dalam jangka panjang untuk membantu mencegah penggumpalan darah kembali terulang atau menjadi semakin besar Akan tetapi, anticoagulant tidak dapat memecah gumpalan darah yang sudah ada.

Pada anak yang baru lahir dan anak-anak, penyebabnya harus segera diobati. Biasanya tali pusat yang terinfeksi atau radang usus akut yang menjadi penyebab dari penyumbatan vena portal pada anak-anak. Pendarahan dari pembuluh darah varicose pada kerongkongan bisa dihentikan menggunakan beberapa teknik berikut:

  • Plester karet biasanya akan dimasukkan melalui endoscope atau pipa yang digunakan untuk melihat bagian dalam kerongkongan, dimasukkan melalui mulut ke dalam kerongkongan. Plester tersebut akan berfungsi sebagai alat penekan pembuluh darah varicose.
  • Mengonsumsi obat anti-hipertensi yang dapat membantu mengurangi tekanan tinggi dalam vena portal sehingga pendarahan di dalam kerongkongan dapat dicegah. Salah satu obat anti-hipertensi adalah Beta bloker, yang juga dapat digunakan pada pengidap hypertensive portal gastropathy.
  • Octreotide, obat yang juga menurunkan aliran darah menuju hati sehingga mengurangi tekanan darah di dalam perut. Oleh sebab itu, dokter menjadi dapat memberikan obat secara infus untuk menolong menghentikan pendarahan.

Jika prosedur pengobatan ini tidak efektif, maka prosedur lain harus dilakukan, yaitu untuk menciptakan rute pengganti untuk aliran darah dengan melewati hati. Hal ini diharapkan untuk menghilangkan sistem vena portal dengan menciptakan sebuah penghubung menuju vena cava inferior. Jika vena portal tersumbat, maka penghubung akan sulit dibuat. Malah penghubungan menjadi cenderung tersumbat.

Untuk beberapa beberapa kasus spesial, cangkok hati perlu dilakukan. Cangkok hati dilakukan untuk mengurangi tekanan yang berlebihan dalam vena portal dan mencegah perdarahan akibat varises esofageal. Menutup vena varicose dengan menggunakan tali karet atau menyuntikan obat melalui endoskopi juga dapat dilakukan sebagai salah satu alternatif dari cangkok hati.

Cara Mencegah Komplikasi Hipertensi Vena Portal

Pencegahan komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi vena portal biasanya dilakukan oleh dokter. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh dokter:

  • Berusaha mengendalikan dan menghentikan pendarahan dengan obat, seperti octreotide atau vasopressin. Kedua obat yang diberi melalui infus dan bekerja dengan mengurangi tekanan vena yang mengalami pendarahan.
  • Transfusi darah dilakukan agar pasien dapat terhindar dari komplikasi yang mengancam nyawanya karena kehilangan banyak darah.
  • Ligasi vena yang dilakukan dengan menggunakan selang tipis dan lentur yang dilengkapi dengan kamera di bagian ujung atau yang biasa dikenal dengan istilah endoskop. Dokter akan memutuskan vena yang mengalami pendarahan. Dalam prosedur ini, endoskop dimasukkan melalui mulut menuju ke kerongkongan pasien.
  • Mengonsumsi obat yang berfungsi untuk mengurangi tekanan pada vena portal, seperti timolol atau carvedilol.
  • Parasentesis dapat dilakukan untuk mengeluarkan akumulasi cairan di dalam perut. Prosedur ini dapat diulangi jika diperlukan karena parasentesis hanya bersifat sementara.

Demikian penjelasan mengenai vena portal serta penyakit-penyakit yang dapat menyerang. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan Anda.