Obat Bebas Terbatas : Pengertian – Penggolongan – Contohnya

6481

Setelah dalam artikel sebelumnya membahas mengenai obat paten dan obat generik, kali ini kita akan mengetahui lebih lanjut mengenai salah satu model obat lain yang terkadang harus dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena fungsi dan kegunaannya yang hampir selalu hadir di tengah – tengah masyarakat.

Seringnya, anda mungkin pernah bertanya – tanya kenapa terdapat sebagian obat yang bisa dibeli secara leluasa tanpa harus menyerahkan resep dokter? Atau obat lain yang bahkan tidak akan dijual jika anda tidak membawa ketentuan dosis yang telah ditentukan oleh seorang dokter. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai obat – obatan tersebut, mengapa mereka berbeda dan apa saja jenis – jenisnya.

Obat Bebas

Namanya obat bebas, dilihat dari pengertian dan manfaatnya dalam dunia medis, obat bebas merupakan obat – obatan yang lumrah dijual di pasaran dan dapat dijual tanpa anda harus menyerahkan resep tingkatan dosis dari dokter. Secara ringkasnya, semua obat yang bisa anda beli di pasaran dengan tanpa menyerahkan resep dokter adalah obat bebas.

Anda bahkan bisa membeli berbagai jenis obat bebas hampir di apotek bahkan toko – toko obat, apotek atau di jual eceran oleh pedagang – pedagang toko di sekitar rumah anda (sebut saja warung). Obat bebas biasanya hanya digunakan oleh seseorang yang tengah mengalami gangguan kesehatan ringan seperti pilek, demam, dan sebagainya sehingga mampu melakukan self healing atau pengobatan mandiri tanpa harus menunggu resep dokter.

Jadi, tidak semua jenis penyakit bisa diobati oleh obat bebas, karena ketika pasien mengalami gejala gangguan kesehatan yang berat akan lebih elok dengan membawanya ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diperbolehkan mengkonsumsi obat bebas. Penggunaan obat bebas pada penanganan pasien dengan penyakit yang belum terdiagnosa bisa menyebabkan efek yang justru merugikan bagi tubuh. Jadi, ketika anda merasa bahwa tubuh anda sedang sangat tidak sehat, jangan mengkonsumsi obat bebas terlebih dahulu. Kecuali jika anda hanya merasa sedikit sakit dan tubuh anda masih mampu melakukan self healing dengan bantuan obat bebas.

Obat bebas bisa disebut juga dengan obat OTC atau obat Over The Counter yang artinya sama dengan obat bebas itu sendiri yaitu bisa dibeli tanpa resep dari dokter. Siapapun sangat tidak dianjurkan untuk melakukan uji coba dengan mencampur obat bebas yang satu dengan yang lainnya demi mendapatkan hasil yang lebih cepat atau instan. Selalu perhatikan kondisi obat bebas yang akan anda gunakan, karena meski terdapat badan pengawas obat dan makanan yang senantiasa melakukan sidak untuk menjaga mutu obat, akan tetapi, banyak pihak tidak bertanggung jawab yang mungkin masih menjual obat bebas yang habis masa pakainya atau kemasan produk yang rusak dan memungkinkan adanya kontaminasi pada produk obat tersebut.

Selalu perhatikan kemasan obat bebas yang anda beli, perhatikan tanggal kadaluarsanya, baca dengan teliti komposisi serta tata cara penggunaan obat tersebut, pastikan obat memiliki ijin resmi produksi, baca juga kontra – indikasi obat atau obat lain yang tidak boleh anda konsumsi ketika menggunakan obat tersebut, cara penyimpanan yang baik dan benar, serta yang efek samping yang akan ditimbulkan obat setelah anda meminumnya.

Setelah mengetahui pengertian dari obat bebas, hal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum adalah tentang obat bebas terbatas. Tidak mungkin anda mengambil satu jenis obat bebas yang salah untuk menangani suatu penyakit yang justru nantinya akan sangat merugikan. Dan tidak semua obat bebas bisa dibeli dengan jumlah yang sesuai kehendak hati anda.

Meski obat bebas bisa dijual di pasaran dan dibeli tanpa memiliki resep dokter, ada beberapa jenis obat bebas terbatas yang jumlah pembeliannya dibatasi. Nah, obat apakah itu? Berikut adalah penjelasannya.

Obat Bebas Terbatas

Sama dengan pengertian sebelumnya, obat bebas bisa dibeli dengan tanpa menggunakan resep dokter, akan tetapi jumlahnya terbatas. Anda tidak bisa membeli obat bebas terbatas dengan komposisi yang melebihi ketetapan yang telah ditentukan. Biasanya anda akan menemui peringatan – peringatan keras yang menyatakan bahwa obat ini memiliki efek yang cukup kuat.

Obat bebas terbatas dapat dikenali dengan melihat kemasan produk yang ada. Ia merupakan obat keras yang akan diberi tanda peringatan berupa kotak kecil berwarna gelap atau di lain kesempatan berbentuk kotak putih dengan luaran garis berwarna hitam dan di dalamnya terdapat tulisan – tulisan berikut ini :

  • P No.1 : Awas! Obat keras. Bacalah aturan memakainya.
  • P No.2 : Awas! Obat keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelan.
  • P No.3 : Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar badan.
  • P No.4 : Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
  • P No.5 : Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
  • P No.6 : Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

Jika anda melihat salah satu tanda atau larangan peringatan di atas, bisa dipastikan bahwa obat yang anda beri termasuk ke dalam jenis obat bebas terbatas. Contoh – contoh dari obat bebas terbatas ternyata harus dibagi terlebih dahulu dalam golongan P1 hingga P6, penggolongan ini didasarkan oleh fungsi dari masing – masing golongan yang berbeda – beda. Berikut adalah uraiannya :

  • P1 : Biasanya anda akan melihat tulisan Awas! Obat Keras. Baca aturan memakainya. Nah, jika anda melihat tanda peringatan tersebut pada kemasan obat, maka bisa dipastikan obat tersebut termasuk ke dalam jenis obat bebas terbatas golongan P1. Contoh obatnya antara lain:
    • Memiliki nama dagang dan golongan Parazon (nama generiknya propifenazon dan digunakan sebagai golongan obat bebas terbatas khusus untuk sakit kepala, sakit gigi, nyeri pada waktu haid, dan obat penurun demam). Contoh – contoh merk di pasaran antara lain adalah : Ultraflu, Decolgen, Antimo, paramex dan sebagainya.
    • Zenit – C (untuk obat penambah vitamin C), mengandung bahan – bahan aktif lain seperti vintamin B kompleks, Nicotinamide, Vitamin C tentu saja, asam folat, kalsium dan panthothenic acid yang akan menjadi komponen lengkap untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral dalam tubuh. Selain itu, kandungan Vitamin B kompleks dalam obat ini juga akan sangat berguna dalam proses pertumbuhan dan perkembangan serta manfaat Vitamin C yang mampu menjaga kondisi imun tubuh tetap fit. Bisa dikonsumsi oleh segala usia termasuk ibu hamil serta menyusui.
    • Xepavit (untuk obat penambah Vitamin E),mengandung Vitamin C, Vitamin B kompleks, Nicotinamid, Asam folat, dan asam phantothenat serta zinc yang mampu mencegah serta mengobati pasien yang kekurangan vitamin atau mineral. Di sisi lain, juga sanagt berguna sebagai antioksidan.
    • Zevibex (untuk menambah Vitamin B1), mengandung Vitamin B kompleks, niacin, panthothenic acid, Vitamin E dan Vitamin C serta zinc yang membantu pasien untuk mencegah kekurangan vitamin B kompleks. Dapat diberikan sebelum dan sesudah makan.
    • Upixon (Piperasilin, untuk infeksi cacing gelang di dalam tubuh), selain mengobati cacing gelang, ternyata juga berkhasiat dalam mengobati infeksi usus kecil, infeksi cacing parasit, dan penyakit – penyakit lain yang diakibatkan dari mengkonsumsi bahan makanan berupa olahan daging. Memiliki komposisi aktif berupa pyrantel paoate yang dapat menimbulkan efek samping berupa pusing serta ngantuk setelah mengkonsumsinya. Jadi, jika anda ingin menggunakan obat ini, diharapkan tidak sedang berkendara atau mengemudi.
    • Konvermex (Pirantel pamuat yang digunakan sebagai obat pembasmi cacing di perut).
  • P2 : memiliki nama dagang dan termasuk ke dalam golongan Ttanflex (Bensidamin hidroklorida digunakan sebagai obat sariawan, dan permasalahan pada mulut lainnya). Biasanya anda akan menemukan tulisan Awas! Obat keras. Hanya untuk berkumur. Pada luaran atau kemasan produk obat bebas terbatas golongan P2. Contoh obat bebas terbatas golongan P2 di pasaran antara lain adalah Enkasari, Listerin, dan sebagainya.
  • P3 : memiliki nama dagang dan termasuk ke dalam golongan alphadine (obat generik Povidon ioida yang digunakan sebagai obat desinfektan). Pada kemasan anda mungkin akan melihat tanda peringatan yang berbunyi, Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar badan. Jika anda menemukan tanda tersebut di salah satu kemasan produk obat yang anda beli, dapat dipastikan bahwa obat tersebut termasuk ke dalam jenis obat bebas terbatas golongan P3. Contoh obatnya di pasaran yang sering anda temui antara lain adalah Betadine, neo Ultrasiline dan sebagainya.
  • P4 : memiliki nama dagang Flupredniliden yang memiliki fungsi sebagai obat eksim, penyakit pada kulit dan gigitan serangga, bahkan juga termasuk luka bakar yang diakibatkan oleh sinar matahari. Tanda peringatan berupa tulisan, Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar. Merupakan salah satu tanda bahwa obat ini hanya digunakan sebagai obat bakar. Conoth obat bebas terbatas golongan P4 yang sering anda temui di pasaran antara lain adalah Sigaret Atsma, Decoderm dan lain sebagainya.
  • P5 : merupakan jenis obat yang mengandung amonia kurang dari 10%. Di bagian kemasan produk anda akan melihat tulisan peringatan yang berbunyi, Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan. Nama generik untuk obat bebas terbatas golongan P5 antara lain adalah kloramfenicol untuk mengobati infeksi kulit karena bakteri, dan hidrokortison yang mampu mengobati dermatitis yang terinfeksi oleh bakteri bahkan jerawat. Contoh obat bebas terbatas jenis P5 yang sering anda temui di pasaran antara lain adalah bravoderm, bufacort dan sebagainya.
  • P6 : memiliki nama dagang Natrium lavil dengan nama generik sulfoasetat yang memiliki fungsi sebagai obat untuk mengatasi kesulitan dalam buang air besar, seperti sembelit. Di kemasan anda akan menemukan tanda peringatan berupa tulisan, Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan. Bisa dipastikan bahwa obat tersebut termasuk ke dalam jenis obat bebas terbatas golongan P6. Contoh obat jenis ini yang sering anda temui di pasaran antara lain adalah Ambeven, Suppositoria dan sebagainya.

Sebenarnya, setiap golongan obat bebas terbatas memiliki banyak nama dagang meski fungsinya hampir sama secara keseluruhan. Anda bisa memilih obat yang anda gunakan dengan melihat golongan – golongannya dan bisa menempatkan obat seperti apa yang akan anda beli.