Retinol : Pengertian – Fungsi – Efek Kekurangan dan Kelebihan – Makanan

4310

Retinol oleh kebanyakan orang sering disamakan dengan vitamin A. Sebenarnya hal tersebut tidaklah benar namun juga tidak sepenuhnya salah. Bisa dikatakan bahwa retinol merupakan salah satu komponen pembentuk vitamin A. Namun, karena senyawa retinol adalah senyawa yang paling berfungsi untuk tubuh manusia, maka banyak orang yang menyebut retinol sama dengan vitamin A. Sebenarnya, masih ada beberapa jenis senyawa yang digolongkan ke dalam vitamin A, di antaranya retinil asetat dan retinil palmitat.

Retinol merupakan bentuk dari vitamin A yang bisa kita peroleh ketika mengkonsumsi sumber pangan hewani. Jadi, saat kita ingin memperoleh manfaat retinol bagi kesehatan tubuh maka kita bisa memperoleh dari berbagai macam pangan hewani yang kaya akan vitamin A. Retinol memiliki bentuk berwarna kuning dan menurpakan senyawa yang larut di dalam lemak. Retinol biasanya juga diproduksi secara komersial dalam bentuk ester seperti retinil asetat atau palmitat.

Retinol sebagai salah satu komponen dari vitamin A sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai macam fungsi organ. Adapun kebutuhan harian retinol berbeda pada setiap orang, bergantung jenis kelamin dan juga usia. Berikut ini kebutuhan retinol harian setiap orang berdasarkan usia, jenis kelamin, dan juga kondisi tubuh:

  • Bayi berusia 0-6 bulan membutuhkan retinol sebanyak 400 mcg setiap harinya.
  • Bayi berusia 7-12 bulan membutuhkan retinol sebanyak 500 mcg setiap harinya.
  • Anak-anak berusia 1-3 tahun membutuhkan retinol sebanyak 300 mcg setiap harinya.
  • Anak-anak berusia 4-8 tahun membutuhkan retinol sebanyak 400 mcg setiap harinya.
  • Anak-anak berusia 9-13 tahun membutuhkan retinol sebanyak 600 mcg setiap harinya.
  • Laki-laki berusia 14 tahun ke atas membutuhkan retinol sebanyak 900 mcg setiap harinya.
  • Perempuan berusia 14 tahun ke atas membutuhkan retinol sebanyak 700 mcg setiap harinya.
  • Seorang ibu hamil membutuhkan retinol sebanyak 770 mcg setiap harinya.
  • Seorang ibu yang sedang menyusui membutuhkan retinol sebanyak 1300 mcg setiap harinya.

Manfaat Retinol bagi Kesehatan Tubuh

Sebenarnya, manfaat dari retinol hampir sama dengan manfaat vitamin A. Seperti yang telah disebutkan di atas, retinol merupakan komponen vitamin A yang paling bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun beberapa manfaat retinol bagi kesehatan tubuh adalah sebagai berikut.

1. Sistem Penglihatan

Manfaat retinol yang pertama adalah sebagai pembentukan sistem indra penglihatan. Bersama dengan rodopsin, retinol akan membentuk suatu pigmen yang sensitif terhadap cahaya yang akan diterima oleh retina mata. Kemudian, retina akan mengkonversi molekul cahaya dan diproyeksi dalam bentuk gambar ke otak. Karena itulah banyak orang yang berpendapat bahwa masalah penglihatan biasanya akan muncul ketika seseorang kekurangan asupan vitamin A di mana dalam vitamin A tersebut akan diperoleh manfaat retinol.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan mata)

2. Meremajakan Kulit

Bagi anda sangat takut terhadap bahaya penuaan dini, maka retinol bisa menawarkan hasil yang memukau untuk mencegah penuaan dini. Retinol biasanya juga bisa diperoleh melalui berbagai produk kosmetik. Bisa dikatakan bahwa retinol merupakan salah satu turunan vitamin A yang mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini.

Retinol merupakan antioksidan alami yang berguna untuk mencegah bahaya radikal bebas, termasuk mencegah munculnya keriput dan juga menambah produksi kolagen di bagian kulit. Retinol memiliki bentuk struktur yang sangat kecil sehingga bisa diserap oleh lapisan kulit paling dalam secara optimal. Hasilnya, kerutan kulit dapat dicegah. Selain itu, elastisitas kulit juga akan meningkat.

3. Mengatasi Kulit Kering

Selain mencegah penuaan dini. retinol juga akan mengatasi permasalahan kulit kering anda. Karena bentuk molekulnya yang sangat kecil, retinol memiliki kemampuan untuk menembus lapisan kulit hingga ke bagian yang paling dalam. Lambat laun, masalah kulit kering tersebut akan teratasi karena retinol bersifat menutrisi kulit hingga ke seluruh lapisan kulit.

4. Antioksidan

Salah satu fungsi antioksidan seperti yang telah disebutkan di atas adalah mencegah penuaan dini. Namun, sebagai antioksidan, retinol tidak hanya mencegah terjadinya penuaan dini saja. Retinol juga berperan besar untuk mencegah dampak radikal bebas lainnya, seperti mencegah adanya kerusakan materi genetik, baik itu DNA maupun RNA. Dengan kata lain, retinol dapat menurunkan laju mutasi gen akibat adanya radikal bebas. Penurunan laju mutasi gen tersebut akan menurunkan resiko munculnya berbagai penyakit seperti pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

5. Mengoptimalkan Pertumbuhan Janin

Retinol juga sangat penting dikonsumsi oleh ibu hamil. Menurut berbagai penelitian, retinol sangat berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Sifat dari retinol sangat mudah larut dalam air dan juga lemak. Karena sifatnya itulah, retinol akan mudah diserap oleh janin di dalam kandungan. Retinol memiliki peranan penting untuk membantu perkembangan sel mata, organ mata, pembentukan tulang, kesehatan kulit, dan juga pembentukan organ lain pada tubuh janin.

Efek Kekurangan Retinol

Kebutuhan tubuh akan retinol sebelumnya telah dijabarkan pada penjelasan di atas. Jika kebutuhan retinol tidak terpenuhi dengan baik, tubuh bisa mengalami berbagai permasalahan. Biasanya, tubuh yang kekurangan retinol akan ditandai dengan beberapa gejala, di antaranya:

  • Rabun senja, hal tersebut terjadi karena retinol memiliki peran vital untuk menjaga kesehatan sistem penglihatan.
  • Terbentuk bintik bitot pada area sklera mata.
  • Pengerasan pada kornea mata dan terjadi pembentukan xeroftalmia.
  • Kulit terasa kering.
  • Daya tahan tubuh mengalami penurunan serta meningkatnya potensi infeksi pada saluran pernapasan.

Adapun beberapa dampak yang muncul jika tubuh kekurangan asupan retinol adalah:

1. Bobot Bayi Rendah

Kekurangan asupan retinol bagi ibu hamil bisa memberikan dampak buruk bagi perkembangan janin dalam kandungan. Akibatnya, bayi yang dilahirkan biasanya akan memiliki berat badan yang tergolong rendah. Jika kelahiran bayi dengan bobot yang sangat rendah tidak segera ditangani dengan pemberian asupan retinol atau vitamin A yang cukup, maka bayi bisa saja menderita penyakit rabun senja karena bayi akan mengalami xerosis kornea.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Kekurangan retinol akan menyebabkan daya tahan menurun. Menurut penelitian, retinol memiliki peranan penting terhadap pembentukan sel T di dalam tubuh. Sel T tersebut berperan besar dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap stabil.Jika tubuh kekurangan retinol, sistem imun akan menurun, akibatnya tubuh lebih mudah terkena infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi tersebut sangat rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok.

(Baca juga: ciri-ciri ISPAbahaya ISPAbahaya merokok)

3. Kulit Kering

Jika tubuh kekurangan retinol, kemampuan el-sel kelenjar untuk memproduksi mukus. Akibatnya, pertumbuhan sel akan digantikan oleh sel-sel epitel yang berisisik dan juga kering. Kondisi semacam itu akan menyebabkan kulit kering dan juga proses penyembuhan luka juga akan terganggu. Pada tingkatan yang lebih serius, kulit bisa pecah-pecah dan yang lebih parah mengalami kanker kulit.

4. Infeksi pada Saluran Kemih dan Dinding Usus

Retinol memiliki peranan besar untuk menjaga dinding usus agar bekerja optimal dalam proses penyerapan sari makanan. Jika tubuh kekurangan retinol, dinding usus akan mengalami gangguan dalam proses penyerapan makanan. Penyerapan air juga akan terganggu, akibatnya saluran kemih akan rentan mengalami infeksi.

Efek Kelebihan Retinol

Meskipun retinol memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, namun nyatanya asupan berlebih retinol juga bisa menimbulkan dampak negatif. Asupan retinol yang berlebih biasanya akan ditunjukkan melalui beberapa gejala, di antaranya kelopak mata dan telapak tangan akan berwarna kuning. Adapun efek buruk yang akan dialami tubuh jika asupan retinol terlalu berlebih di antaranya:

1. Kerusakan Fungsi Hati

Kebanyakan retinol yang kita konsumsi akan disimpan di dalam hati. Jika asupan retinol terlalu banyak, hati juga akan kesulitan menyimpan retinol tersebut, bahkan akan mengalami beban kerja yang lebih berat. Lambat laun, kondisi tersebut akan menyebabkan kerusakan pada hati.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan hatigangguan fungsi hati)

2. Bayi Lahir Cacat

Dalam asupan yang cukup dan sesuai dosis, retinol memang berguna untuk mengoptimalkan perkembangan janin dalam kandungan. Namun, asupan yang terlalu berlebih justru akan menyebabkan bayi lahir cacat. Biasanya, kecacatan yang muncul berupa sumbing palatum, penyakit jantung, dan juga kelainan pada saluran kemih setelah bayi lahir. Pada kasus yang parah, kelebihan retinol juga bisa menyebabkan keguguran.

3. Kanker Prostat

Asupan retinol dalam taraf cukup juga bisa mencegah pertumbuhan sel kanker. Namun, asupan yang berlebih ternyata justru akan menyebabkan kanker prostat.

4. Osteoporosis

Terlalu banyak mengkonsumsi retinol ternyata justru mampu memicu aktivitas osteoclast, yaitu sel yang mampu menguraikan tulang. Kasus osteoporosis akibat kelebihan asupan retinol memang sangat jarang terjadi di Indonesia. Namun, kasus kelebihan asupan retinol sangat sering dijumpai di negara-negara maju.

(Baca juga: cara mencegah osteoporosiscara mencegah tulang keropos)

Makanan Sumber Retinol

Retinol sebagai salah satu senyawa turunan vitamin biasanya dapat kita jumpai melalui suplemen vitamin atau dalam berbagai produk kosmetik. Namun, bagi anda yang tidak ingin mengeluarkan banyak biaya, Anda bisa memperoleh retinol dari berbagai jenis makanan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, retinol bisa kita peroleh dari makanan yang mengandung vitamin A hewani, di antaranya:

  • Minyak hati ikan cod
  • hati kalkun
  • hati sapi
  • hati ayam
  • mentega
  • keju
  • susu
  • sarden
  • ikan
  • daging sapi
  • daging ayam

Pemenuhan asupan retinol secara terontrol tentu sangat baik bagi kesehatan tubuh. Asupan retinol bisa Anda penuhi dengan mengkonsumsi makanan hewani yang mengandung banyak vitamin A. Namun, jangan mengkonsumsi makanan yang kaya akan retinol terlalu banyak atau justru kurang dari porsi yang dianjurkan karena dapat membahayakan kesehatan.