7 Perasaan Ini Paling Sering Disalahartikan Sebagai Tanda Lapar

137

7 Perasaan Ini Paling Sering Disalahartikan Sebagai Tanda LaparBeberapa orang mungkin merasa sering lapar yang pada akhirnya memicu pada kebiasaan sering ngemil atau makan terlalu sering, entah itu makan makanan ringan atau berat. Namun, yang perlu diketahui adalah bahwa ada beberapa jenis perasaan yang timbul dalam diri kita yang kerap kita salah artikan sebagai tanda lapar padahal bukan.

  1. Haus

Banyak orang yang salah artikan rasa haus sebagai rasa lapar sehingga berujung pada makan banyak dan berlebihan. Bila setiap kali haus maka kita justru makan dan bukannya minum, tentu kenaikan berat badan bisa saja terjadi. Jika belum masuk pada jam makan, sebelum dan sesudahnya kemungkinan Anda hanya merasa haus, maka minumlah 1-2 gelas air putih setiap kali ingin makan.

  1. Nostalgia

Pernahkah Anda mengingat-ingat masa lalu ketika mungkin nenek membuatkan biskuit atau roti yang paling enak? Atau mungkin kini Anda yang tinggal sendiri lalu teringat akan masakan ibu yang paling lezat? Inilah perasaan nostalgia yang kemudian tentunya membuat Anda ingin segera memakan makanan serupa; bukan karena lapar, tapi hanya karena rindu dengan makanan tersebut.

  1. Sedih

Mungkin Anda adalah salah satu orang yang akan makan ketika sedih? Rasa sedih terkadang dapat memicu rasa ingin makan, jadi bukan karena lapar, melainkan karena dengan makan makanan favorit kita mood yang tadinya turun dapat kembali meningkat. Makanan kesukaan adalah yang paling bisa menyenangkan hati bukan?

Masuk akal kalau setiap kali merasa sedih, lalu tubuh Anda bakal memiliki hasrat lebih untuk makan makanan yang paling disukai. Dengan menikmati makanan tersebut, rasa sedih yang tadinya menggunung dapat menjadi lebih reda, percaya atau tidak ini cukup sering terjadi.

  1. Kesadaran Terhadap Makanan

Pernahkah Anda merasa ingin makan seketika melihat teman yang membawa kue? Ini tentunya bukan didasari oleh rasa lapar, sebab Anda ingin makan karena kesadaran terhadap makanan yang dibawa oleh teman. Dengan melihat adanya makanan, maka Anda menemukan akan adanya peluang untuk bisa ngemil.

  1. Stres

Kita tahu betul bukan bahwa stres adalah salah satu faktor pemicu obesitas? Ini karena rasa stres kerap disalahartikan sebagai tanda lapar. Stres adalah penyebab hormon kortisol serta adrenalin terpompa ke seluruh tubuh sehingga akhirnya berefek pada kadar gula darah yang mengalami lonjakan.

Hal ini tak bisa diabaikan ketika stres kronis mulai menghampiri karena Anda pun akhirnya mencoba mengatasi sendiri kenaikan kadar glukosa darah dengan makan lebih banyak. Ya, Anda akan tergoda untuk ngemil lebih sering saat stres kronis melanda sehingga hal ini tanpa disadari bisa menyebabkan obesitas jika dilakukan dalam jangka panjang.

  1. Lelah

Apakah Anda termasuk yang paling sering ngemil di sore hari atau bahkan malam sebelum tidur? Banyak orang mengira bahwa tenaga atau energi tubuh yang mulai turun dan rendah sebagai tubuh sedang lapar. Padahal sebenarnya itu adalah rasa lelah biasa, tapi kemudian Anda memberikan tubuh asupan makanan yang tak begitu diperlukan.

  1. Perubahan Hormon

Perubahan mood yang kerap terjadi pada wanita paling nampak ketika sudah memasuki masa menstruasi. Efek perubahan hormon paling kentara adalah suasana hati yang tak tentu pada wanita yang dapat menjadi pemicu untuk melarikan diri ke makanan. Bukan karena lapar, melainkan hal ini lebih kepada faktor perubahan hormon saja di mana Anda mencari makanan untuk membuat diri lebih nyaman.

Jadi ketika rasa ingin makan timbul, apalagi hasrat untuk makan banyak, coba telaah lagi apakah itu karena Anda merasa lapar? Atau mungkin Anda hanya sedang sedih, stres, capek, haus, atau mengalami perasaan lainnya yang tidak disadari menuntun kepada makanan sebagai pelarian.