Kerokan Saat Hamil Tua Boleh dan Aman Tidak Sih? Ini Penjelasannya!

804

Saat masuk angin, kerokan adalah cara tradisional yang banyak digunakan untuk menyembuhkannya sebab diyakini dengan kerokan angin di dalam tubuh akan keluar. Namun ketika seorang wanita yang hamil tua sedang tidak enak badan atau mengalami masuk angin, bolehkah kerokan? Kerokan saat hamil tua maupun muda tampaknya bukan hal yang baik, benarkah demikian?

Seorang ibu hamil tua boleh tidak dikerok?

Saat seorang ibu hamil mengalami masuk angin, tubuh pasti akan sangat tak nyaman dan biasanya di bagian ujung jari tangan maupun kaki dapat mengalami kedinginan. Bahkan otot-otot menjadi lebih pegal dari biasanya. Perut terasa penuh, ketidaklancaran aliran darah, sering ngantuk, tubuh cepat lelah, nafsu makan menurun, mual dan muntah, diare, demam hingga pilek.

Mungkin Anda mengira bahwa yang paling rentan dan bahaya adalah para ibu hamil muda, padahal seorang ibu hamil tua pun sama rentannya. Tingkat sensitivitas yang terjadi pada seorang ibu hamil baik muda ataupun tua sama-sama meningkat karena tubuhnya bukan lagi satu, melainkan berhubungan dengan kesehatan janin.

Jadi, sebaiknya kerokan tidaklah dilakukan oleh para ibu hamil tua sekalipun. Berbagai macam risiko dapat terjadi walaupun kelihatannya kesehatan Anda dan janin baik-baik saja. Berikut ini adalah sejumlah risiko bahaya yang dapat terjadi karena saat hamil tua dikerok:

  • Kontraksi dini – Salah satu efek kerokan yang dapat terjadi adalah kontraksi dini pada sang ibu hamil. Efek ini dapat dialami karena hormon berubah di dalam tubuh sehingga timbul reaksi yang menolak aktivitas kerokan. Rahim bisa berkontraksi dini disebabkan oleh hormon prostaglandin yang dilepas oleh zat cytokines yang dihasilkan oleh tubuh sebagai bentuk dari penolakannya. Kontraksi dini bukanlah hal yang berbahaya apabila kerokan dilakukan tidak terlalu sering.
  • Lahir prematur – Kontraksi dini memang bisa janin toleransi kalau kerokan dilakukan cukup jarang. Hanya saja apabila Anda sering-sering kerokan, hal ini justru bisa memicu intensitas kontraksi dini lebih tinggi yang menyebabkan lebih seringnya terjadi. Saking seringnya kontraksi dini, bayi dapat mengalami kelahiran prematur.
  • Infeksi – Ya, kerokan yang dilakukan oleh ibu hamil tua pun dapat memicu infeksi, baik itu infeksi oleh bakteri maupun virus. Saat dikerok, pori-pori kulit akan membuka yang bisa memicu segala macam virus serta bakteri bisa masuk ke dalam tubuh, bahkan juga bakteri serta virus dari koin atau benda yang Anda pakai untuk kerokan. Inilah yang kemudian bukan hanya berbahaya bagi kesehatan sang ibu, melainkan juga mengganggu perlembangan janin nantinya.
  • Peradangan – Kerokan akan memicu pelebaran pembuluh darah karena terjadinya inflamasi atau peradangan di permukaan kulit. Peradangan ini memang bermanfaat karena nyeri otot otomatis menjadi jauh lebih reda, tapi suhu tubuh pun akhirnya meningkat karena reaksi kardiovaskuler yang bahkan nantinya berpotensi pembuluh darah kapiler yang pecah.

Selain kerokan, bagaimana ibu hamil tua menangani masuk angin?

Mungkin Anda termasuk salah satu orang yang bila mengalami masuk angin hanya perlu dikerok dan langsung sembuh. Namun, ada cara-cara lain yang akan membantu Anda mengatasi masuk angin tanpa harus membahayakan kondisi rahim dan perkembangan janin Anda selama hamil tua. Karena risikonya bisa sangat mengancam kesehatan sang ibu dan bayi, berikut ini beberapa cara perawatan masuk angin secara mandiri yang patut dicoba:

  • Mengonsumsi air putih hangat.
  • Istirahat cukup dengan tidak begadang dan tidak terlalu capek.
  • Mengenakan pakaian yang membuat tubuh terasa hangat, khususnya jika Anda harus berada di ruangan ber-AC cukup lama.
  • Memakai selimut pada waktu tidur agar tidak kedinginan.
  • Mengoles minyak kayu putih pada area leher dan punggung.
  • Mengonsumsi sup hangat.
  • Mengonsumsi jus buah segar dan sehat.
  • Mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung vitamin C agar meningkatkan daya tahan tubuh secara lebih maksimal.
  • Mengonsumsi makanan-makanan bergizi dan bukan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti junk food ataupun gorengan agar tidak memperparah gejala masuk angin yang sudah dirasakan.
  • Mengonsumsi buah-buahan yang segar dan memang baik untuk ibu hamil. Sambil menjaga kesehatan janin, buah-buahan ini juga akan mampu menyembuhkan masuk angin Anda.

Jadi, kerokan saat hamil tua boleh dan aman atau tidak? Walau kerokan adalah cara andalan masyarakat kita untuk mengatasi masuk angin, ada baiknya saat hamil cara ini dihindari. Untuk merawat tubuh yang masuk angin, gunakan cara-cara lain yang lebih aman, seperti menambah asupan vitamin C dan segala makanan bernutrisi.

Selain makanan yang perlu diperhatikan, masuk angin akan cepat reda dan sembuh ketika penderitanya istirahat dengan cukup. Jadi, tak ada alasan untuk melakukan kerokan yang bisa berbahaya bagi kesehatan janin. Kerokan tidaklah dianjurkan dan lakukan cara-cara alami lainnya yang jauh lebih aman saja bagi sang ibu dan janinnya.