Menduga Anoreksia Karena Berat Badan Turun Dadakan, Gadis Ini Ternyata Kena Tumor Otak

146

Seorang gadis berusia 19 tahun bernama Jade Asbury mengatakan bahwa berat badannya turun mendadak ditambah dengan menstruasi yang siklusnya berhenti. Ia sudah memeriksakan diri ke dokter berkali-kali apalagi juga hal tersebut disertai dengan gangguan pada penglihatan, namun hasil diagnosa dokter selalu mengarah pada anoreksia.

Dilansir dari Fox News, Jade menceritakan bagaimana di tahun 2014 dengan alasan yang berbeda ia sudah sering ke dokter. Ia cukup kerap menemui dokter karena ia mengalami siklus menstruasi yang sudah tak jalan sebagaimana normalnya wanita muda, belum lagi tubuh cepat lelah, tubuh kurus disertai jarang makan.

Meski awalnya anoreksia adalah hasil diagnosanya, Jade sempat ke dokter mata untuk memeriksakan masalah penglihatannya yang terasa tak beres. Usai menempuh pemeriksaan MRI, hasil menunjukkan adanya tiga tumor otak germinoma di mana satu membuat saraf optik tertekan dan lainnya memberi tekanan pada kelenjar pituitari.

Bentuk langka tumor kanker seperti germinoma ini umumnya memang dapat berkembang pada anak usia 10-19 tahun yang awalnya menurut situs Nicklaus Children’s Hospital adalah dari sel-sel kelamin yang tak meninggalkan otak ketika janin ada di dalam rahim. Ukuran sekaligus letak tumor berada menentukan gejala yang muncul pada penderitanya dan utamanya, beberapa keluhan inilah yang terjadi:

  • Sakit kepala
  • Tubuh mudah lelah
  • Perubahan pada kemampuan penglihatan
  • Sulit bergerak
  • Perubahan perilaku
  • Muntah-muntah

Seperti kebanyakan kasus tumor dan kanker otak, operasi adalah penanganan yang perlu dilakukan untuk mengangkat tumor tersebut. Namun hal ini kembali ditentukan oleh lokasi tumor, ukurannya sudah seberapa besar dan dampaknya bagi kondisi pasien. Beberapa penanganan medis lain untuk hal ini adalah kemoterapi dan radiasi.

Pada beberapa orang pengidap tumor otak usai pengobatan dan proses operasi biasanya perlu memulihkan diri. Proses pemulihan yang dianjurkan salah satunya adalah dengan program fisioterapi agar kemampuan motorik dan kekuatan otot kembali normal. Terapi ini juga menolong pasien kembali bisa menelan, berbicara, mengingat serta berpikir dengan baik lagi sehingga dapat mengerjakan kegiatan sehari-hari tanpa masalah.

Dokter merekomendasikan 25 siklus radiasi pada kondisi Jade dan kemungkinan besar gadis ini harus minum obat seumur hidup. Sejak tahun 2017 sendiri memang Jade sudah dinyatakan bebas kanker dan kini ia bekerja pada sebuah yayasan khusus penderita tumor otak. Ia rela membantu para penderita tumor otak terlambat seperti pada kasusnya waktu itu.