Marah-marah Terus Saat PMS Menyerang? Intip 6 Solusinya

137

Tiap bulan wanita pasti alami PMS atau masa sindrom pra-menstruasi yang bakal membuat hormon berubah sehingga para wanita jadi lebih sensitif dari biasanya. Perubahan hormonal mampu sebabkan mood swing alias perubahan suasana hati yang cukup cepat di mana si wanita sendiri pun tak merasa nyaman dengan hal ini.

PMS dan menstruasi pada wanita kerap menyebabkan sejumlah perubahan suasana hati, seperti mudah sedih, mudah marah, tersinggung, serta malas untuk melakukan apapun karena tak bersemangat. Sebenarnya, ada kok cara untuk mengatasi emosi meluap-luap yang dirasakan ketika masa PMS datang, yakni seperti berikut ini.

  1. Olahraga Rutin

Bagi para wanita yang rajin berolahraga bukan hanya ketika hendak memasuki masa PMS, maka gejala perubahan suasana hati biasanya tak akan seekstrem pada umumnya. Olahraga merupakan salah satu cara mengatasi stres yang menumpuk, jadi melakukan olahraga secara teratur akan menurunkan risiko ledakan emosi saat PMS tiba.

  1. Istirahat Cukup

Wanita PMS memang tak dapat dipungkiri paling sensitif dan sulit mengendalikan emosi sehingga siapapun yang ada di sekitarnya bisa-bisa kena marah hanya mungkin karena hal kecil. Salah satu cara agar tak mudah emosian adalah dengan beristirahat secar cukup karena marah-marah juga berkaitan dengan rasa cepat lelah dan selalu capek sehingga emosi tak teredamkan.

  1. Manjakan Diri

Selain mengistirahatkan diri, lakukan apa saja kegiatan yang bisa membuat hati senang. Manjakan diri dengan berbagai hal yang menjadi kesukaan Anda, sebab dengan melakukannya ini akan membuat tubuh sekaligus pikiran jadi lebih nyaman, tenang dan rileks. Dengan begitu, emosi yang mudah datang pun akan mudah teredamkan.

  1. Menghindari Kegiatan Menguras Pikiran dan Tenaga

Supaya tak gampang emosi di kala PMS datang, hindari hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang menekan dan membuat stres. Hindarilah keterlibatan terhadap aktivitas yang menguras pikiran dan tenaga sebab rasa capek tubuh yang disertai tekanan dan banyaknya pikiran tentu saja akan membuat diri mudah emosi di mana bisa meledak kapan saja dan ke siapa saja.

Mungkin dengan kegiatan yang selalu padat sehari-harinya, hal ini cenderung sulit untuk dihindari karena mustahil pula menghindari kesibukan pekerjaan. Namun jika aktivitas berat dan bikin emosi tak coba dibatasi atau dihindari, seringkali kita bisa lupa mengontrol emosi saat sedang PMS sehingga malah berisiko membuat segala hal tidak sesuai rencana.

  1. Mencari Tempat Sandaran

Sakit hati dan tersinggung adalah perasaan-perasaan yang pastinya familiar dialami oleh para wanita tiap bulan saat PMS. Untuk mencegah atau mengatasinya, bersandarlah pada seseorang yang dapat membantu kita meredam segala respon dan perasaan negatif, bisa itu keluarga, sahabat, atau pasangan kita sendiri.

Namun, tentunya yang perlu dicari sebagai tempat sandaran adalah pribadi yang benar-benar mengenal diri kita dan pastikan ia pun paham betul cara menghadapi sekaligus mengatasi emosi yang keluar berlebihan dari dalam diri kita. Salah-salah justru malah orang yang kita harapkan jadi tempat sandaran malah menjadi pemicu suasana hati jadi lebih buruk lho.

  1. Membatasi Makanan Instan/Fast Food

Emosi jadi lebih sulit terkendali ketika asupan yang lebih banyak masuk ke dalam tubuh kita adalah makanan dan minuman tinggi garam, gula hingga bahan pengawet. Jadi, penting untuk membatasi asupan makanan cepat saji, makanan instan atau junk food supaya hormon bisa terjaga kestabilannya.

Membatasi bukan berarti sama sekali tidak boleh makan ya, hanya saja kalau biasanya terlalu sering makan makanan instan atau junk food, sebaiknya mulai kurangi dan perbanyaklah menikmati makanan berbahan sayur serta menikmati buah-buahan segar. Saat asupan makanan dijaga baik, perubahan hormon saat PMS tak akan terlalu memberi pengaruh pada emosi diri kita.

Dengan beberapa kiat tersebut, sebenarnya mengendalikan emosi tak lagi sesulit yang dibayangkan kok. Tips diet sehat adalah kuncinya agar tak gampang uring-uringan bila PMS sudah mulai tiba, karena pola hidup yang baik juga otomatis berpengaruh pada hormon tubuh kita.