20 Cara Penanganan Hiperemesis Gravidarum – Penyebab dan Gejalanya

2460

Hiperemesis gravidarum dapat menyerang wanita hamil lebih dari 14 minggu bahkan ada yang tetap berlangsung hingga bayi dilahirkan. Uniknya frekwensi mual dan muntah dalam kasus hiperemesis gravidarum dapat terjadi setiap hari dan bisa lebih dari 50 kali.

Gejala

Penanganan hiperemesis gravidarum ditujukan untuk meringanakan gejalanya dan memperbaiki tingkat psikologi yang sedang tidak stabil karena mengalami gangguan selama hipremesis berlangsung.

• Mengalami perubahan prilaku akibat stres misalnya wanita hamil menjadi lebih mudah marah, Panik atau kebingungan
• Mengalami mual dan muntah berulangkali setiap hari , Misalnya pagi , Siang , Sore, Malam bahkan dini hari.
• Kepala terasa nyeri dan terserang migrain yang timbul tenggelam
• Detak jantung meningkat hingga menyebabkan selalu berdebar debar
• Kesulitan ketika menelan makanan dan berakhir ingin selalu muntah
• Rongga mulut memproduksi air liur secara berlebihan sehingga menyebabkan kadar asam dalam mulut ikut meningkat
• Rongga hidung menjadi lebih senssitif terhadap aroma atau bau bauan yang mencolokmisalnya bau parfum
• Berat badan berangsur angsur menurun dan tubuh terasa lemas akibata dehidrasi
• Terserang konstipasi yang menyebabkan sakit pada area perut, Kondisi inilah yang menyebabkan mual mual
• Adanya peningkatan kadar asam keton yang bersifat toksis didalam jaringan darah serta air kencing
• Tekanan darah menurun dan wajah akan semakin pucat setelah 14 hari gejala hiperemesis gravidarum berlangsung
• Meangalami proses pengendapan atau penggumpalan darah di dalam arteri vena
• Berat badan bayi yang dilahirkan sangat rendah, Tubuhnya kecil dan kulitnya pucat

Penyebab

Penanganan hiperemesis gravidarum dapat dilakukan setelah diketahui penyebab yang menyertainya, Karena pada dasarnya setiap wanita hamil memiliki penyebab yang berbeda ketika mengalami hiperemesis gravidarum.

1.Perubahana hormon
Pada wanita yang sedang hamil hormon glikoprotein (Human Chorionic Gonadotropin) didalam tubuhnya akan meningkat tajam dan menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme dan mengganggu fungsi dari sistem pencernaan, Sehingga menyebabkan mual, Keinginan ingin muntah dan jantung berdebar.

2. Mengalami hiperemesis gravidarum sebelumnya
Seorang wanita yang pernah hamil dan mengalami kondisi hiperemesis gravidarum maka dikewhamilan berikutnya kemungkinan besar akan mengalami kondisi yang sama. Sebagai rekomendasi terbaik hendaknya konsultasikan kondisi tersebut pada dokter yang terkait jika memang ingin hamil kembali, Agar penanganan hiperemesis gravidarum dapat segera dilakukan lebih dini pada kehamilan yang berusia dibawah satu bulan.

3. Riwayat anak kembar
Hamil atau memiliki anak kembar identik dengan adanya gen atau keturunan yang diwariskan pada generasi sebelumnya. Didalam tubuh yang memiliki gen kewmbar cenderung mudah mengalami hipremesis gravidarum pada masa kehamilan hingga masa persalinan tiba. Untuk penanganan hiperemesis gravidarum bagi yang memiliki gen anak kembar sebaiknya anda berkonsultasi pada dokter yang terkait supaya diketahui cara meminimalisir frekwensi mual dan muntah agar lebih berkurang ketika hamil.

4. Sedang mengandung bayi kembar
Seorang wanita yang sedang mengandung anak kembar atau telah terdeteksi memiliki kehamilan kembar berpotensi mengalami kondisi hiperemesis gravidarum tetapi dapat ditekan intensitas sakit kepalanya dengan mengkonsumsi obat obatan tertentu atas anjuran dokter yang terkait.

5. Sedang mengandung anak perempuan
Mengandung anak perempuan dapat menjadi salah satu penyebab munculnya gejala hiperemesis gravidarum bagi seorang wanita yang pada kenyataannya tidak memilki riwayat hiperemesis. Jnain yang berkelamin perempuan cenderung meningkatkan hormon glikoprotein didalam tubuh dan memicu munculnya mual dan muntah secara berlebihan.

6. Karena hamil anggur (Mola hidatidosa)
Hamil anggur dapat menjadi penyebab utama seorang wanita hamil terserang hiperemesis gravidarum. Hamil anggur atau mola hidatidosa merupakan kehamilan tidak wajar didalam rahim karena tidak adanya janin, Tetapi hanya berupa cairan berbentuk gelembung yang bergerombol yang menyerupai buah anggur. Kondisi ini kerab menyebabkan mual dan muntah setiap hari dan lebih dari 50 kali.

Komplikasi

Hiperemesis gravidarum dilihat dari sudut gejalanya memang hampir sama seperti kasus ibu hamil yang menderita morning sickness, Tetapi kasus hiperemesis jauh lebih parah karena dapat menyebabkan komplikasi yang merugikan kesehatan tubuh, Diantaranya:

• Komplikasi berupa munculnya pendarahan dikerongkongan akibat intensitas muntah yang terlalu sering sehingga kerongkongan iritasi dan meradang . Kondisi ini membutuhkan penanganan hiperemesis gravidarum secara intensif dirumah sakit karena telah melibatkan kondisi kerongkongan yang tidak baik.

• Tubuh menderita kurang gizi dan kurus akibat penolakan tubuh terhadap rasa lapar, Kesulitan menelan makanan dan sakit kepala yang menyebabkan nafsu makan hilang. Kondisi ini membutuhkan penanganan hiperemesis gravidarum yang dilakukan oleh ahli gizi yang terkait dan tindakan medis.

• Terserang gejala anemia dan tekanan darah dibawah normal yang diiringi dengan kemunduran kesadaran yang dapat menjadi penyebab pingsan mendadak. Kondisi ini membutuhkan penanganan hiperemesis gravidarum dari ahli gizi dan penggunaan suplemen khusus bagi ibu hamil.

Penanganan

Tips cara mengatasi hiperemesis gravidarum agar dapat ditekan intensitas rasa mual dan muntahnya sehingga ibu hamil tetap dapat beraktivitas sehari hari.

1. Sementara waktu menghindari aroma atau bau bauan yang menyebgat selama masa kehamilan misalnya bau parfum, Bau asap kendaraan, Aroma pembersih lantai dann lain lain. Menghindari aroma yang menyebgata adalah salah satu penanganan hiperemesisc gravidarum yang paling mudah dan terbukti mampu mengurangi rasa mual.

2. Menghindari cahaya yang terlalu terang atau berlebihan misalnya sinar matahari, Lampu lampu yang berkekuatan cahaya kuat dan lain lain yang berpotensi besar memicu mual dan sakit kepala merupakan salah satu penanganan hiperemesis gravidarum terebaik bagi ibu hamil yang tidak atau sebelumnya memiliki penyakit migrain selama masa kehamilan.

baca juga : Jenis sakit kepala

3. Penanganan hiperemesis gravidarum awalnya berupa anjuran bagi ibu hamil untuk banyak istirahat, Minum air putih yang cukup dan menghindari begadang serta sedapat mungkin hentikan aktivitas apapun dimalam hari.

4. Sedapat mungkin memakai pakaian yang tidak sempit, Ketat atau yang terbuat dari bahan yang tidak bisa menyerap keringat dengan baik. Pakaian longgar dapat meningkatkan sirkulasi udara pada sistem pernafasan dan melancarkan peredaran darah diseluruh tubuh. Cara ini merupakan penanganan hiperemesis gravidarum yang sering disarankan dokter pada ibu yang tengah mengalami hamil untuk pertama kalinya.

5. Secara teratur 2 kali sehari dan konsisten mengkonsumsi minuman yang dapat menenangkan pikiran, Melancarkan pembuluh draah atau arteri dan memperbaiki fungsi pencernaan, Misalnya minuman yang dibuat dari gabungan antara rimpang jahe, Kunyit, Asam kawak dan madu murni. Cara ini adalah salah satu penanganan hiperemesis gravidarum yang paling disukai ibu hamil karena melibatkan minuman yang bercitarasa nikmat dan terbukti ampuh mengatasi masalah hiperemesis gravidarum dan sebagai cara menyembuhkan mual.

6. Mengkonsumsi biskuit juga bisa dijadikan penanganan hiperemesis gravidarum yang terbukti mampu mengurangi intensitas rasa mual selama kehamiulan karena biskuit mudah dicerna oleh sistem pencernaan secara berkala yang dapat menekan rasa mual dan mencegah keinginan untuk muntah.

7. Mengkonsumsi secara teratur makanan yang mengandung karbohidrat tinggi tetapi rendah lemak agar frekwensi mual dan muntah dapat diminimalisir, Misalnya oat atau gandum utuh yang ditambahkan susu sapi murni.

8. Menghindari segala aktivitas berat yang mengandalkan banyak gerakan tangan dan kaki. kondisi mual dan muntah dapat semakin parah jika ibu hamil tidak memiliki waktu luang untuk menghentikan aktivitas rutinitasnya.

9. Berjemur dibawah sinar matahari pagi baik bagi kesehatan rahim dan janin dan mampu meringankan kondisi hipermesis gravidum yang sedang dialami. Sinar matahari mampu meningkatkan dayatahan tubuh, Mengembalikan kebugaran dan terbukti dapatb mengurangi intensitas rasa mual dan muntah secra bertahap.

10.Menghindari segala bentuk makanan yang dapat memicu munculnya keparahan kondisi hiperemesis gravidum seperti jenis makanan rendah gizi seperti junk food yang meliputi makana setengah matang, Jenis jeroan dan lain lain.

11. Bagi wanita yang memiliki kebiasaan merokok hendaknya tinggalkan kebiasaan buruk tersebut saat hamil karena zat berbahaya yang terdapat dalam asap rokok mampu memblokir oksigen yang masuk dalam aliran darah dan mencederai dinding rahim serta mengotori dan mengganggu plasenta bayi. Kondisi ini dapat memicu kondisi hiperemesis gravidum menjadi semakin parah.

Baca juga :

12. Hindari segala bentuk minuman yang mengandung alkohol. Alkohol adalah salah satu pemicu munculnya gejala hiperemesis gravidum karena alkohol bersifat panas dan menggerus organ vital janin melalui plasentanya. Alkohol dapat meningkatkan asam lambung dan memperparah kondisi hiperemesis gravidum yang sebelumnya telah ada.

13.Mengkonsumsi obta obatan yang dianjurkan dokter selama masa kehamilan dan tinggalkan apapun jenis obat yang menjadi kebiasaan dikonsumsi padaa saat sedang tidak hamil misalnya vitamin dan suplemen kecantukan sekalipun.

14. Melakukan olahraga ringan yang teratur dan disesuiakan dengan kjondisi tubuh atau mengikuti olahraga ibu hamil yang tujuannya untuk meminimaliskan efek buruk dari rasa mual akibat kondisi hiperemesis gravidum terutama pada kehamilan trimesrter yang pertama.

15.Kelelahan adalah sumber munculnya berbagai macam keluhan kesehatan termasuk gejala hiperemesis gravidu. Tubuh yang lelah dapat menurunkan daya tahan tubuh, Dehidrasi dan sakit kepala yang bisa menjadi salah satu penyebab munculnua gejala hiperemesis gravidum

16. Sedapat mungkin kurangi stres selama masa kehamilan karena dapat meningkatkan ketidaklancaran aliran darah dan meningkatkan asam lambung sehingga rasa mual dan muntah tidak dapat dihindari. Bahaya stres berkepanjangan bukan hanya akan mempengaruhi tumbuh kembang janin didalam kandungan tetapi beresiko meningkatkan intensitas rasa mual dan sakit kepala pada ibu hamil yang sedang atau tidak mengalami hiperemesios gravidum.

Pengobatan
Penanganan hiperemesis gravidarum lebih ditekankan untuk mengurangi frekwensi sakit kepala yang terus menerus menyerang, Mengurangi rasa mual dan muntah, Tetapi tidak bisa sepenuhnya menghilangkan keinginan untuk muntah. Hal ini disebabkan karena peristiwa mual dan muntah yang terjadi pada ibu hamil merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh kondisi hormon tertentu yang meningkat selama masa kehamilan.

• Dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi obat obatan steroid yang sebelumnya telah melewati fase pemeriksaan fisik ibu dan disesuaikan dengan kondisi tubuh janin yang dikandung.

• Dokter akan memberikan resep tambahan untuk ibu hamil berupa vitamin B6 dan B12 khusus dalam bentuk suplemen ataupun cair yang tujuannya untuk meredakan rasa mual, Muntah, Sakit kepala dan pegal pegal sekujur tubuh.

• Dokter akan memberikan obat anti mual jika ternyata ibu hamil masih mengaklami kondisi hiperemesis gravidarum kendati telah mengkonsumsi obat obatan jenis steroid dan penggunaan vitamin. Dokter akan menganjurkan pada ibu hamil untuk mengurangi makanan yang memiliki citarasa pedas, Makanan terlalu Asam dan mengandung bahan pengawet berbahaya secara berlebihan. Efek bahaya pengawet makanan hingga menyebabkan kematian pada ibu hamil yang menderita hiperemesis gravidum terbukti cukup tinggi.