Terjerat Sabu, Komedian Nunung Ditangkap Polisi; Kenali Apa Saja Efeknya

149

Sepertinya bukan hal baru lagi ketika mendengar artis terjerat kasus narkoba, namun cukup mengejutkan karena seorang Nunung yang tak pernah digosipkan macam-macam kini baru saja ditangkap polisi terkait penyalahgunaan obat terlarang. Penangkapan komedian bernama lengkap Tri Retno Prayudati ini dilakukan Jumat (19/7) pada pukul 13.15 WIB.

Sepertinya penggunaan sabu bukanlah suatu hal baru di kalangan artis dan pejabat karena banyak dari kalangan ini yang terjerat dan ditangkap. Pada foto yang beredar, nampak dirinya sedang memegang selembar kertas yang merupakan hasil tes urine dan di sana cukup nyata hasil positif amphetamin di dalam tubuhnya.

Perlu diketahui bahwa amphetamin ditambah juga methamphetamine adalah dua kandungan utama pada obat terlarang jenis sabu yang menawarkan efek pembangkit stamina. Meski stamina bertambah atau meningkat, tetap saja penggunaannya sangat berbahaya karena mampu menjadikan penggunanya kecanduan. Ketika sabu digunakan dalam jangka panjang, kesehatan sistem saraf otaklah yang dapat menjadi rusak.

Kenapa orang-orang lebih senang pakai sabu? Kalau sudah tahu narkoba itu berbahaya, mengapa masih banyak orang yang menyalahgunakannya sehingga harus sampai kecanduan atau bahkan ketahuan lalu ditangkap atau direhabilitasi. Ini dia beberapa alasan atau efek yang bisa terjadi pada pengguna sabu.

  • Membantu pemakai tetap fokus, konsentrasi dan bikin melek sehingga dapat melakukan berbagai macam aktivitas tanpa takut cepat lelah. Ini salah satu alasan kenapa public figure-lah yang kebanyakan memakai sabu (karena ganja memberi efek penurunan kesadaran bukan meningkatkan konsentrasi).
  • Menambah rasa percaya diri itu sudah pasti; ini karena pemakai sabu bakal merasakan euforia ditambah pula dengan mood yang berubah jadi lebih baik. Merasa energinya meningkat, inilah yang menjadikan pemakai bisa melakukan apa saja dan bahkan sesuatu yang lebih.
  • Memicu rasa semangat dan perasaan senang adalah hal utama pula yang ditawarkan oleh sabu. Dalam hitungan menit saja pemakai yang mengisap sabu bisa segera merasa high menurut dr Nicole Lee dari National Drug Research Institute, Australia dilansir dari ABC Australia.

Itulah beberapa efek yang kelihatannya ‘menyenangkan’ bagi si pemakai sehingga dapat menggunakan sabu terus-menerus dan bahkan dalam jangka panjang. Meski nampak menggiurkan, jangan lupa ada efek lain yang dapat mengancam jiwa si pengguna, seperti kondisi-kondisi ini:

  • Mudah marah; perubahan mood dapat terjadi begitu cepat dari senang dan semangat menjadi cepat tersinggung.
  • Memicu kegelisahan berlebih dan bahkan serangan panik.
  • Memicu pembuluh darah rusak yang berujung pada serangan jantung hingga penyakit stroke.
  • Membuat kehilangan selera makan karena usai menggunakan sabu, pemakai biasanya tidak merasa lapar; tak heran bila memakai jangka panjang bisa membuat pengguna kekurangan nutrisi, tubuh mengurus, hingga mengalami dehidrasi.
  • Memicu halusinasi dan kecemasan yang dapat berujung pada depresi dan akhirnya punya dorongan mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri.

Kecanduan sabu sangat berbahaya, apalagi ketika diri pengguna sudah sampai pada tahap sakau. Dosis penggunaan pun tak dapat dikendalikan karena dijual secara ilegal sehingga risiko overdosis cukup besar yang dapat berakibat pada kematian penggunanya.